English
Indonesia

PPG UPI Hadirkan Media ‘Board Game’ hingga Origami dalam Workshop Interaktif

05 Jan 2026 • Humas UPI

Bandung, UPI

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menggelar workshop bertajuk “Implementasi Program SDGs pada Pengembangan Kegiatan Pembelajaran” yang berlangsung pada 17–18 Desember 2025 di GH Universal Hotel, Bandung. Kegiatan ini bertujuan membekali guru pamong, dosen, serta alumni Pendidikan Profesi Guru (PPG) UPI dengan keterampilan mengintegrasikan nilai-nilai Sustainable Development Goals (SDGs) ke dalam metode pembelajaran yang kreatif dan bermakna.

Workshop ini menghadirkan narasumber nasional dan internasional yang mengajak peserta belajar melalui pendekatan experiential learning atau pembelajaran berbasis pengalaman yang menyenangkan.

Sesi pertama dibuka oleh Dr. Eng. Fritz Akhmad Nazir, S.T., M.A. dari SDGs Centre Universitas Bandar Lampung. Ia memperkenalkan media pembelajaran inovatif berupa permainan board game edukatif bertema SDG 13:Climate Action.

Melalui permainan berjudul “How Climate Resilient and Inclusive Is Your City?”, para peserta berperan sebagai pengambil kebijakan kota. Simulasi ini menantang pendidik untuk memahami keterkaitan kebijakan pembangunan dengan ketahanan terhadap perubahan iklim, termasuk strategi mitigasi dan adaptasi yang inklusif.

Suasana workshop semakin dinamis saat Dr. Ito Yohimasa dari Kitakyushu Environmental Museum mengajak peserta bermain Bingo dan kuis bertema keberlanjutan. Aktivitas ini dirancang sebagai media refleksi untuk memahami isu lingkungan global dan cara mengaitkannya dengan materi di kelas.

Pendekatan kreatif lainnya disampaikan oleh Indriyani Rahman, Ph.D. dari The University of Kitakyushu. Ia memperkenalkan teknik macitakeng dan origami sebagai alat peraga pembelajaran.

“Konsep SDGs yang kompleks dapat disampaikan melalui aktivitas sederhana dan kontekstual yang mudah diterapkan oleh guru kepada siswa di sekolah,” ungkap Indriyani.

Selama dua hari, para peserta menunjukkan antusiasme tinggi dalam setiap sesi praktik. Beberapa alumni PPG yang hadir menyatakan bahwa workshop ini memberikan inspirasi baru dan motivasi kuat untuk segera melakukan aksi nyata dalam pembelajaran di sekolah masing-masing.

Penyelenggaraan workshop ini menegaskan komitmen UPI dalam mendukung implementasi SDGs melalui sektor pendidikan. Melalui penguatan jejaring kolaborasi nasional dan internasional, UPI terus berupaya menciptakan ekosistem pembelajaran yang berkelanjutan dan berorientasi pada tantangan masa depan. (Diana Rochintaniawati)

KSR PMI Unit UPI Tetapkan Ketua Umum Periode 2026 Melalui MUSANG XXXVII

04 Jan 2026 • Humas UPI

Bandung, UPI — Korps Sukarela Palang Merah Indonesia Unit Universitas Pendidikan Indonesia (KSR PMI Unit UPI) menuntaskan rangkaian Musyawarah Anggota (MUSANG) ke-XXXVII yang berpuncak pada Senin (29/12/2025) di lingkungan Universitas Pendidikan Indonesia. Forum tertinggi organisasi ini menetapkan Nabhan Muhammad Ali sebagai Ketua Umum KSR PMI Unit UPI periode 2026 serta mengesahkan sejumlah keputusan strategis organisasi.

MUSANG XXXVII berfungsi sebagai forum evaluasi kinerja kepengurusan tahun 2025 sekaligus sarana regenerasi kepemimpinan. Dalam forum tersebut, peserta musyawarah mengesahkan Laporan Dewan Penasihat, Laporan Pertanggungjawaban Mandataris, Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), serta Garis-Garis Besar Program Kerja (GBPK) sebagai landasan organisasi pada periode mendatang.

Selain menetapkan Ketua Umum, MUSANG XXXVII juga menetapkan lima Dewan Penasihat periode 2026, yaitu Priatna Mitra, Rachmat Roswadi P., Zulfiqar A., Nur Cipta M., dan Intan Nurul Ilmi, yang diharapkan dapat memberikan pendampingan dan arahan strategis bagi kepengurusan baru.

Nabhan Muhammad Ali, Mandataris Terpilih KSR PMI Unit UPI periode 2026. Foto: PDD MUSANG XXXVII

Dalam sambutannya sebagai Ketua Umum terpilih, Nabhan Muhammad Ali menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepadanya.
“Saya berharap ke depan kita dapat bersama-sama mewujudkan tujuan dan harapan organisasi dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan Dewan Penasihat, Intan Nurul Ilmi, berharap kepengurusan periode 2026 dapat menjalankan amanah secara konsisten hingga akhir masa jabatan.

Dewan Penasehat KSR PMI Unit UPI periode 2026. Foto: PDD MUSANG XXXVII


“Setiap tantangan hendaknya disikapi dengan keteguhan dan tanggung jawab hingga dapat dipertanggungjawabkan kembali pada musyawarah anggota berikutnya,” tuturnya.

Pelaksanaan MUSANG XXXVII berlangsung secara partisipatif dan demokratis, melibatkan unsur pengurus, anggota luar biasa, serta dewan penasihat. Kegiatan ini mencerminkan komitmen KSR PMI Unit UPI dalam membangun tata kelola organisasi yang akuntabel serta sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Lembaga yang Kuat) dan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas).

Dengan berakhirnya MUSANG XXXVII, KSR PMI Unit UPI menegaskan komitmennya untuk melanjutkan peran sebagai organisasi kemahasiswaan yang aktif dalam kegiatan kemanusiaan dan pembinaan karakter mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia. (RK)

Kontibutor KKIPP UPI: Jihan Ferawati

KSR PMI Unit UPI Gelar MUSANG XXXVII, Forum Pertanggungjawaban dan Regenerasi Kepemimpinan

04 Jan 2026 • Humas UPI
KSR PMI Unit UPI Gelar MUSANG XXXVII, Jumat (19/12/2025) Foto: Divisi PDD MUSANG XXXVII

Bandung, UPI — Korps Sukarela Palang Merah Indonesia Unit Universitas Pendidikan Indonesia (KSR PMI Unit UPI) menggelar Pembukaan Musyawarah Anggota (MUSANG) ke-XXXVII pada Jumat (19/12/2025) di Gedung FPMIPA C, Universitas Pendidikan Indonesia. Kegiatan ini menjadi forum resmi penyampaian laporan pertanggungjawaban kepengurusan tahun 2025 sekaligus pemilihan Mandataris KSR PMI Unit UPI periode berikutnya.

MUSANG XXXVII diikuti oleh anggota aktif KSR PMI Unit UPI serta dihadiri tamu undangan dari berbagai unsur, di antaranya PMI Kota Bandung yang diwakili Ketua Bidang Kebencanaan dan Relawan Ace Kusnadi, Ketua PMI Kecamatan Sukasari A. Agung Pranata, serta perwakilan organisasi mahasiswa di lingkungan UPI.

Ketua Senat MUSANG XXXVII menyampaikan bahwa musyawarah anggota merupakan agenda tertinggi organisasi yang berfungsi mengevaluasi kinerja kepengurusan sekaligus menentukan arah kebijakan organisasi ke depan agar tetap relevan dengan nilai-nilai kepalangmerahan dan kemanusiaan.

MUSANG XXXVII mengusung tema “Regenerasi Pemimpin Berintegritas: Bangun Kepengurusan KSR PMI Unit UPI yang RELEVAN (Responsif, Efektif, Loyal, Evaluatif, Visioner, Aktif, dan Normatif)”. Tema ini menegaskan komitmen organisasi dalam mencetak relawan muda yang berintegritas dan adaptif terhadap tantangan kemanusiaan.

Dalam sambutannya, Ace Kusnadi menekankan pentingnya regenerasi kepemimpinan dalam organisasi relawan.
“Musyawarah anggota merupakan momentum strategis untuk melahirkan relawan yang berintegritas, solid, dan siap menghadapi tantangan kemanusiaan ke depan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Bidang I Organisasi KSR PMI Unit UPI, Griselda, menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak selama satu periode kepengurusan. Ia berharap hasil MUSANG XXXVII dapat memperkuat kinerja organisasi ke depan.

Ketua Pelaksana MUSANG XXXVII, Farid Multahadi, menuturkan bahwa kegiatan ini diharapkan menjadi pijakan penting dalam memperkuat tata kelola organisasi serta kesinambungan program kemanusiaan KSR PMI Unit UPI.

Melalui MUSANG XXXVII, KSR PMI Unit UPI meneguhkan komitmennya dalam membangun organisasi kemahasiswaan yang demokratis, akuntabel, dan sejalan dengan nilai kemanusiaan, sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 16, yaitu Perdamaian, Keadilan, dan Lembaga yang Kuat. (RK)

Kontibutor KKIPP UPI: Syifa Nafilah

UPI Dorong Kolaborasi Strategis dengan Media melalui FGD

02 Jan 2026 • Humas UPI

Bandung, UPI

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) terus memperkuat sinergi dan kolaborasi strategis dengan insan media melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bersama berbagai perwakilan media massa. Kegiatan ini menjadi forum silaturahmi sekaligus ruang dialog untuk menumbuhkan kerja sama yang saling menguntungkan antara UPI dan media yang dilaksanakan di Ruang Rapat Gedung Partere Jl. Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung, Jawa Barat. Senin (29/12/2025)

Dalam FGD tersebut ditegaskan bahwa perguruan tinggi tidak dapat berjalan sendiri tanpa dukungan kolaborasi dengan media. Informasi mengenai berbagai aktivitas akademik, riset, dan pengabdian masyarakat di lingkungan UPI perlu diketahui, diperluas, dan disebarluaskan kepada publik secara lebih cepat dan luas melalui peran media.

“Kerja sama ini kami harapkan menjadi hubungan yang saling menguatkan dan saling membahagiakan antara media dan Universitas Pendidikan Indonesia. Perguruan tinggi membutuhkan media agar berbagai hal positif yang terjadi di kampus dapat diketahui oleh masyarakat luas,” ungkap Prof. Didi Sukyadi, M.A

FGD ini dihadiri oleh perwakilan media dari berbagai platform, mulai dari radio, televisi, media cetak, kantor berita, hingga media daring. Kehadiran lintas media tersebut menjadi langkah awal untuk saling mengenal, memahami visi, serta membangun komunikasi yang lebih intens antara UPI dan media.

Narasumber dalam FGD tersebut menilai bahwa perguruan tinggi dan media memiliki peran yang saling melengkapi. Perguruan tinggi, melalui pelaksanaan Tri Dharma, memiliki tanggung jawab pengabdian kepada masyarakat, sementara media massa, berdasarkan Undang-Undang Pers, berkewajiban memenuhi hak publik atas informasi yang akurat dan bertanggung jawab.

Lebih lanjut, UPI mendorong pengembangan kerja sama yang tidak hanya terbatas pada publikasi kegiatan. Ke depan, kolaborasi dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk, seperti penguatan peran kehumasan di setiap fakultas dan kampus daerah, peliputan kegiatan akademik, hingga pelatihan bersama guna meningkatkan kualitas penyampaian informasi kepada masyarakat.

UPI juga memiliki berbagai hasil penelitian dan riset yang selama ini dipublikasikan dalam jurnal ilmiah. Melalui kerja sama dengan media, informasi hasil riset tersebut diharapkan dapat disampaikan secara lebih komunikatif, informatif, dan mudah dipahami oleh masyarakat luas.

“Teman-teman media memiliki peran yang sangat besar dalam menjembatani hasil riset dan aktivitas akademik UPI agar lebih dekat dengan masyarakat,” tambah Rektor UPI.

“FGD yang diselenggarakan oleh UPI ini sangat baik dan relevan dilakukan saat ini, karena antara media dan perguruan tinggi memiliki irisan kepentingan yang sama,” ungkap Sandy Ferdiana selaku Kepala Perwakilan Jawa Barat Republika Online . Ia menambahkan bahwa keberadaan forum diskusi seperti ini diharapkan memberikan efek manfaat nyata, baik bagi perguruan tinggi maupun media.

Melalui kolaborasi tersebut, media diharapkan dapat berperan aktif dalam menyampaikan karya-karya ilmiah dan inovasi yang dihasilkan perguruan tinggi kepada masyarakat luas. Informasi tersebut tidak hanya penting bagi kepentingan publik, tetapi juga dapat mendukung konsep pembangunan yang sedang dijalankan oleh pemerintah.

Lebih lanjut disampaikan bahwa kerja sama antara perguruan tinggi dan media merupakan sebuah keniscayaan. Ketika informasi telah menjadi kebutuhan primer masyarakat, maka informasi yang sehat dan berkualitas harus menjadi prioritas utama untuk disampaikan ke publik.

“Media dan perguruan tinggi, khususnya dengan UPI, wajib berkomitmen dan berkolaborasi untuk memproduksi informasi yang sehat, agar pola pikir masyarakat juga menjadi sehat,” tegasnya.

Hasil FGD ini membuka peluang besar bagi terjalinnya kerja sama yang lebih luas dan berkelanjutan antara UPI dan media massa. Para peserta menyatakan optimisme dan antusiasme tinggi terhadap tindak lanjut kolaborasi tersebut di masa mendatang, demi mewujudkan ekosistem informasi yang edukatif, konstruktif, dan bermanfaat bagi masyarakat.

Ke depan, FGD bersama media ini direncanakan menjadi agenda rutin tahunan. Selain FGD, UPI juga akan terus mengembangkan kegiatan media gathering sebagai upaya mempererat hubungan dan memperkuat kemitraan yang berkelanjutan antara UPI dan insan media. (Rija)

UPI Terapkan Sertifikat Pendidik Digital Bagi Lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG)

31 Dec 2025 • Humas UPI

Bandung, 31 Desember 2025 — Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) resmi menerapkan penerbitan Sertifikat Pendidik dalam bentuk digital bagi lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG). Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran Nomor 5 Tahun 2025 tentang Penerbitan Sertifikat Pendidik yang dikeluarkan Sekolah Pascasarjana UPI.

Penerapan sertifikat digital ini berlaku bagi lulusan UPI terhitung mulai 12 September 2025, sebagai bagian dari upaya penataan administrasi akademik yang lebih tertib, efisien, dan adaptif terhadap transformasi digital pendidikan tinggi.

Dalam surat edaran tersebut dijelaskan bahwa Sertifikat Pendidik digital disahkan menggunakan tanda tangan elektronik tersertifikasi dan memiliki kekuatan hukum yang sah serta kedudukan setara dengan sertifikat cetak, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari Peraturan Rektor Universitas Pendidikan Indonesia Nomor 56 Tahun 2025 tentang Sertifikat Pendidik, khususnya terkait penatausahaan dokumen akademik berbasis elektronik.

Melalui sistem ini, lulusan PPG UPI dapat mengunduh Sertifikat Pendidik secara mandiri melalui akun Single Sign On (SSO) UPI pada laman resmi student.upi.edu. Selain itu, sertifikat dapat diverifikasi keasliannya melalui layanan Balai Sertifikat Elektronik (BSrE) Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) maupun Kementerian Komunikasi dan Digital.

Sekolah Pascasarjana UPI menegaskan bahwa sertifikat pendidik digital pada prinsipnya tidak memerlukan legalisasi fisik. Namun, dalam kondisi tertentu apabila dibutuhkan, legalisasi fisik dapat dilakukan oleh Dekan Sekolah Pascasarjana UPI sesuai ketentuan yang berlaku.

BERIKUT ADALAH PROSEDUR PENGUNDUHAN, VERIFIKASI, DAN KETENTUAN LEGALISASI DOKUMEN SERTIFIKAT PENDIDIK DENGAN TANDATANGAN ELEKTRONIK

A. Prosedur Pengundunduhan Sertifikat Pendidik

  1. Login di menggunakan akun SSO UPI; https://student.upi.edu/
  2. Pilih menu “Dokumen”;
  3. Isi “Tracer Study”; dan
  4. Pilih tautan sertifikat profesi untuk mengunduh dokumen

B. Prosedur Verifikasi Sertifikat Pendidik

  1. Verifikasi melalui laman Balai Sertifikat Elektronik (BSRe) dengan cara mengunggah file pdf ke tautan; atau https://bsre.bssn.qo.id/verify
  2. Verifikasi melalui laman Kementerian Komunikasi dan Digital dengan cara mengunggah file pdf sertifikat pendidik ke tautan. https://tte.komdiqi.qo.id/verifyPDF

C. Ketentuan Legalisasi Dokumen Sertifikat Pendidik

Sertifikat Pendidik dengan tanda tangan elektronik secara prinsip tidak memerlukan legalisasi fisik (tanda tangan basah dan stempel). Namun, apabila pada kondisi tertentu tetap diperlukan, pemilik sertifikat pendidik dapat mencetak dokumen sertifikat pendidik pada kertas ukuran A4 dengan cetak hitam putih (grayscale). Pihak yang berwenang memberikan legalisasi fisik sertifikat pendidik adalah Dekan Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia.

Penerapan Sertifikat Pendidik Digital ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan akademik, menjamin keamanan dokumen, serta mempermudah lulusan dalam mengakses dan memanfaatkan sertifikat secara cepat dan akurat.

UPI terus berkomitmen menghadirkan inovasi layanan pendidikan tinggi yang responsif terhadap perkembangan teknologi, sekaligus mendukung kebijakan nasional transformasi digital di sektor pendidikan.

Pencarian