English
Indonesia

P2MB UPI dan SMPN 1 Buahdua Ajak Siswa Kelas IX Cegah Pernikahan Dini

24 Nov 2025 • Humas UPI
Kelompok 22 P2MB UPI di Sumedang dan SMPN 1 Buahdua Gandeng Kader Motekar untuk Cegah Stunting di SMPN 1 Buahdua, Kamis (13/11/2025).

Sumedang, UPI — Kelompok 22 Program Pemberdayaan Masyarakat Berkelanjutan (P2MB) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menyelenggarakan penyuluhan bertema “Cerdas dalam Cinta, Bijak dalam Usia: Katakan Tidak pada Pernikahan Dini” di SMPN 1 Buahdua, Kab. Sumedang pada Kamis (13/11/2025). Kegiatan ini diikuti 205 siswa kelas IX dan menjadi bagian dari rangkaian program P2MB dalam mendukung upaya pencegahan stunting melalui edukasi remaja.

Penyuluhan menghadirkan tiga Kader Motekar Provinsi Jawa Barat: Yayah Komariah, Yati Rohayati, dan Neneng Sartika, yang memiliki pengalaman dalam isu ketahanan keluarga, kesehatan remaja, dan edukasi pencegahan pernikahan dini. Para narasumber menekankan dampak negatif pernikahan dini dari aspek kesehatan, psikologis, sosial, dan ekonomi, serta kaitannya dengan tingginya risiko stunting pada anak.

Dalam paparannya, kader menjelaskan bahwa pasangan yang menikah sebelum matang usia maupun mental cenderung belum siap memenuhi kebutuhan gizi, kesehatan, dan pengasuhan anak. Kondisi tersebut dapat meningkatkan potensi terjadinya stunting. Melalui penyuluhan ini, siswa diajak memahami pentingnya kesiapan usia dan perencanaan masa depan sebelum memasuki jenjang pernikahan. Seorang siswa mengungkapkan bahwa materi yang disampaikan memperluas pemahaman mereka tentang risiko stunting.

Pihak SMPN 1 Buahdua menyambut baik kegiatan ini dan memberikan dukungan penuh selama persiapan hingga pelaksanaan. Kolaborasi ini dinilai dapat memperkuat edukasi bagi remaja terkait pencegahan pernikahan dini serta pentingnya membangun keluarga sehat.

Kegiatan berlangsung interaktif dan mendapat respons positif dari para peserta. Kelompok 22 P2MB UPI berharap penyuluhan ini menjadi langkah awal dalam meningkatkan kesadaran remaja mengenai pernikahan sehat serta mendukung upaya jangka panjang pencegahan stunting di masyarakat.

Kontributor KKIPP UPI: Kelompok 22 P2MB UPI di Sumedang/ Lisdiana Utami         

Dorong Gaya Hidup Sehat Warga, Mahasiswa P2MB UPI di Sumedang Gelar “Puncak SENJA”

24 Nov 2025 • Humas UPI
Warga Desa Bojongloa Sumedang mengikuti Senam dan Jalan Ceria (Puncak SENJA), Minggu (23/11/2025)

Sumedang, UPI — Mahasiswa Kelompok 24  Program Pemberdayaan Masyarakat Berkelanjutan (P2MB) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) di Sumedang menggelar Puncak SENJA Bojongloa (Senam dan Jalan Ceria) pada Minggu (23/11/2025), sebagai rangkaian penutup kegiatan SENJA rutin yang telah berlangsung hampir dua bulan di Desa Bojongloa. Acara dimulai pukul 06.30 WIB dengan jalan sehat yang melintasi rute Panyindangan, Nagrak, Cibitung, dan kembali ke Bojongloa.

Kegiatan ini diikuti hampir 100 peserta dari berbagai kalangan, termasuk Kepala Desa Bojongloa beserta perangkat desa, ibu-ibu TP PKK, Karang Taruna, anak-anak, remaja, hingga lansia. Setelah jalan sehat, peserta mengikuti senam bersama dan menerima berbagai hadiah yang disiapkan panitia.

Penanggung jawab kegiatan, Lisdiana Utami, menjelaskan bahwa SENJA Bojongloa digagas sebagai upaya mahasiswa mendukung program desa sehat dan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pola hidup aktif.
“Kami ingin mengajak masyarakat lebih sadar pentingnya hidup sehat melalui kegiatan sederhana dan menyenangkan,” ujarnya.

Selain mendorong aktivitas fisik, SENJA Bojongloa juga menjadi sarana mempererat hubungan antarmasyarakat. Mahasiswa P2MB UPI berperan sebagai penggerak dan pendamping kegiatan, memastikan pelaksanaan berjalan aman dan tertib.

Kepala Desa Bojongloa menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa UPI atas kontribusi mereka.
“Kegiatan ini membuat warga lebih sadar pentingnya hidup sehat. Semoga program seperti ini dapat terus dilanjutkan,” ujarnya.

Program SENJA Bojongloa turut mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin 3, yaitu Good Health and Well-being, yang menekankan pentingnya peningkatan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. (RK)

Kontributor KKIPP UPI: Kelompok 24 P2MB UPI di Sumedang/ Lisdiana Utami  

Satu Siswa Satu Pohon: Cara Mahasiswa UPI di Sumedang Peringati Hari Pohon Sedunia

24 Nov 2025 • Humas UPI
Penanaman pohon oleh siswa SDN Bojongloa I dan SDN Bojongloa II dalam memperingati Hari Pohon Sedunia, Jumat (21/11/2025)

Sumedang, UPI — Kelompok 24 Program Pengabdian pada Masyarakat Berbasis Desa (P2MB) UPI Kampus Sumedang memperingati Hari Pohon Sedunia, Jumat (21/11/2025), melalui kegiatan One Child One Tree di SDN Bojongloa I dan SDN Bojongloa II. Program ini melibatkan siswa kelas 4 sebagai pelaksana utama aksi penanaman pohon.

Kegiatan diawali dengan sesi edukasi mengenai pentingnya pohon dalam menjaga keberlanjutan ekosistem, termasuk perannya dalam menyerap karbon, meningkatkan kualitas udara, dan mencegah kerusakan lingkungan. Para siswa juga menerima penjelasan teknis terkait tahapan penanaman serta cara merawat pohon secara berkelanjutan.

Setelah sesi edukasi, kegiatan dilanjutkan dengan senam bersama sebagai pemanasan sebelum praktik lapangan. Puncak kegiatan berlangsung saat seluruh siswa kelas 4 menanam bibit pohon di area sekolah. Mereka terlihat antusias saat menggali tanah, menata bibit, dan melakukan penyiraman awal.

Penanggung jawab kegiatan, Windi Nurlaela Sari, menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan menumbuhkan kepedulian lingkungan sejak dini.
“Program ini bukan kegiatan seremonial, tetapi investasi ekologis jangka panjang. Setiap pohon yang ditanam adalah harapan bagi masa depan yang lebih hijau,” ujarnya.


Ia menambahkan bahwa keterlibatan siswa dalam aksi nyata mampu membentuk karakter peduli lingkungan. “Hari ini mereka menanam pohon, kelak mereka akan menanam perubahan,” tambahnya.

Program One Child One Tree diharapkan mampu menumbuhkan literasi lingkungan pada siswa sekaligus mendorong mereka menjadi agen perubahan dalam menjaga keberlanjutan bumi. (RK)

Kontributor KKIPP UPI: Kelompok 24 P2MB UPI di Sumedang/Windi Nurlaela Sari

Ribuan Generasi Merajut Harmoni: Angklung Day ke-15 Gemakan Stadion UPI

24 Nov 2025 • Humas UPI

Bandung, UPI

Udara sejuk dan langit berawan di Stadion Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) pada pagi hari tidak menyurutkan semangat 4.750 peserta dari lintas generasi yang berkumpul untuk merayakan Hari Angklung Internasional (Angklung Day) ke-15, Minggu (23/11/25). Acara tahunan yang diselenggarakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) KABUMI UPI ini kembali menegaskan komitmen pelestarian angklung sebagai warisan seni tradisi Indonesia yang diakui dunia.

Sejak pagi, ribuan peserta, mulai dari anak-anak TK hingga kelompok lanjut usia, berduyun-duyun memasuki stadion sambil membawa alat musik bambu khas Jawa Barat tersebut. Suasana kebersamaan dan antusiasme yang hangat menjadi pemandangan utama, melambangkan betapa angklung masih dicintai dan diwariskan secara turun-temurun.

Wakil Gubernur Jawa Barat, Kang Erwan Setiawan, yang hadir dalam perayaan tersebut, menegaskan kembali kedudukan istimewa angklung sebagai identitas budaya Sunda dan warisan Indonesia.

“Angklung adalah kebanggaan kita bersama, sebuah warisan budaya yang harus terus diperkenalkan, dipelajari, dan dijaga oleh generasi muda,” ujar Wagub Erwan.

Ia turut mengingatkan bahwa angklung telah diakui oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia pada tahun 2010 di Kenya.

Senada dengan Wagub, Wakil Rektor Bidang Sumber Daya dan Sistem Informasi UPI, Prof. Tri Indri Hardini, M.Pd., yang mewakili tuan rumah, menekankan peran lembaga pendidikan dalam pelestarian seni tradisi.

“Angklung bukan hanya bagian dari seni, tetapi juga sumber pengetahuan dan media pembelajaran yang dapat memperkuat nilai-nilai budaya, kolaborasi, dan kreativitas dalam pendidikan,” ungkap Prof. Tri Indri Hardini.

Ketua Panitia Angklung Day 2024, Hazuma Wanda Sutiandono, menyampaikan rasa syukur atas suksesnya acara ini. Ia menegaskan bahwa Angklung Day lebih dari sekadar perhelatan rutin, melainkan sebuah gerakan budaya.

“Partisipasi ribuan peserta hari ini menunjukkan bahwa angklung tetap hidup, berkembang, dan dicintai. Kami berharap kegiatan ini dapat terus menginspirasi generasi muda untuk menjaga warisan budaya bangsa,” tutur Hazuma.

Perayaan ini menjadi simbol harmoni budaya, yang turut didukung oleh berbagai tokoh dan lembaga penting Jawa Barat, antara lain Ketua DPRD Jawa Barat, Bapak Buky Wibawa, Perwakilan DPRD Jawa Barat, Bapak Untung, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, Dr. Iendra Sofyan, ST.,M.Si, Rektor ISBI, Dr. Retno Dwimarwati, M.Hum., Budayawan Aat Suratin, serta perwakilan dari Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah IX Kota Bandung dan alumni KABUMI UPI.

Para tamu undangan, yang sebelumnya berkumpul di Gedung Isola Bumi Siliwangi, diantar menuju lokasi perayaan di stadion menggunakan mobil odong-odong.

Perayaan Angklung Day ke-15 ini kembali meneguhkan komitmen UPI dan KABUMI dalam menjaga seni tradisi melalui kegiatan yang edukatif dan partisipatif. Dengan semakin banyaknya generasi yang terlibat, angklung diharapkan akan terus berbunyi dan bergema sebagai simbol harmoni budaya Indonesia. (Ayo Sunaryo)

UPI Raih Tiga Penghargaan pada KMI Expo 2025, Dukung Mahasiswa dengan Pendampingan Berlapis

24 Nov 2025 • Humas UPI

Magelang, UPI

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) kembali menorehkan prestasi membanggakan melalui capaian tiga tim mahasiswa yang berhasil meraih juara pada tahap awal KMI Expo 2025 yang dilaksanakan di Universitas Tidar Kampus Sidotopo Jl. Barito 1 No.2, Area Sawah/Kebun, Kedungsari, Kec. Magelang Utara, Kota Magelang, Jawa Tengah. Jum’at (21/11/2025).

Tiga kategori yang berhasil dimenangkan meliputi Juara 1 dalam kategori Jasa, Pariwisata, dan Perdagangan oleh tim Titik Santai, Juara 2 dalam kategori Industri Kreatif, Seni, dan Budaya oleh tim  Route2ware, dan Juara 3 dalam kategori Kirab Budaya. Prestasi ini disambut dengan rasa syukur dan kebanggaan oleh seluruh sivitas akademika, terutama para pembina dan pendamping kegiatan kewirausahaan mahasiswa.

Menurut Direktur Kemahasiswaan UPI Prof. Dr. Siti Nurbayani, M.Si., capaian tersebut merupakan hasil kerja keras mahasiswa yang didukung oleh proses pendampingan intensif dari para dosen pembimbing. “Hasil itu tidak menghilangkan proses. Saya melihat perjuangan mereka luar biasa, didorong terus-menerus oleh pembimbing karena sejak awal kita menargetkan untuk juara dan itu perlu strategi,” ujarnya.

Prof. Nurbayani menyampaikan bahwa meskipun tiga kategori telah berhasil diraih, evaluasi tetap dilakukan untuk mempersiapkan tahap selanjutnya. Ia menekankan bahwa prestasi tahap awal ini harus menjadi landasan untuk bertumbuh dan mengembangkan potensi mahasiswa secara berkelanjutan. “Semua potensi harus terus dikembangkan, dan start-nya harus dari sekarang,” tambahnya.

Ia juga mengapresiasi kerja keras mahasiswa yang telah memberikan upaya maksimal, baik dalam penyusunan ide, uji laboratorium, maupun persiapan presentasi. Meski ada beberapa mahasiswa yang merasa belum puas dengan hasil yang diperoleh, Prof. Nurbayani tetap menegaskan bahwa mereka telah menunjukkan usaha terbaik dan layak diapresiasi.

Prestasi ini juga menjadi bagian dari target universitas. Dari empat tim yang didampingi, tiga berhasil lolos dan semuanya meraih juara. “Ini sudah masuk target universitas dan alhamdulillah bisa tercapai,” jelasnya. Keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan pimpinan universitas, termasuk Rektor, Wakil Rektor, dan Direktorat Kemahasiswaan yang memberikan pendampingan menyeluruh.

UPI menyediakan dukungan komprehensif mulai dari desain stan, pelatihan public speaking, perbaikan PPT, hingga pendampingan konten presentasi oleh para ahli. “Kami melakukan pendampingan berlapis agar mahasiswa bisa tampil maksimal,” tegas Prof. Nurbayani.

Mengakhiri pernyataannya, ia menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada para dosen pendamping. “Mendampingi mahasiswa itu membutuhkan energi tambahan. Dosen-dosen yang terlibat adalah dosen spesial yang mencurahkan tenaga untuk membantu mahasiswa tampil maksimal dalam kompetisi,” tutupnya.

Prestasi ini diharapkan menjadi penyemangat bagi mahasiswa lain untuk terus mengembangkan kreativitas dan jiwa kewirausahaan, sekaligus memperkuat posisi UPI sebagai kampus pelopor dalam pengembangan inovasi mahasiswa. (Rija)

Pencarian