Kaulinan Urang: Cara Mahasiswa UPI di Sumedang Tanamkan Hidup Aktif pada Siswa untuk Cegah Stunting
21 Nov 2025 • Humas UPI
Kelompok 22 P2MB UPI ajarkan Siswa SDN Cigalagah dan SDN Nagrak 1 permainan tradisional, Kamis (6/11/2025)
Sumedang, UPI — Mahasiswa Kelompok 22 Program Pemberdayaan Masyarakat Berkelanjutan (P2MB) Kampus Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) di Sumedang menggelar kegiatan permainan tradisional bertema “Kaulinan Urang” bersama siswa kelas 4 hingga 6 dari SDN Cigalagah dan SDN Nagrak 1 pada Kamis (6/11/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari program P2MB dalam mendukung pencegahan stunting melalui peningkatan aktivitas fisik anak.
UPI mengusung tiga pilar utama pencegahan stunting, yakni edukasi gizi, aktivitas fisik, dan literasi keluarga. Permainan tradisional dipilih sebagai bentuk aktivitas fisik yang efektif, menyenangkan, serta dekat dengan budaya lokal.
Dalam pelaksanaan “Kaulinan Urang”, siswa diajak mengikuti sejumlah permainan seperti sapintrong, galah asin, balok, hulahoop, dan bakiak. Aktivitas tersebut tidak hanya meningkatkan kebugaran dan ketangkasan, tetapi juga menumbuhkan kerja sama antarsiswa serta mengenalkan kembali permainan khas daerah. Seorang siswa mengaku senang bisa mencoba permainan yang baru dikenalnya, “Seru, aku jadi tahu ada permainan Galah Asin” ucap salah satu siswa yang mengikuti kegiatan ini.
Guru dari kedua sekolah menyambut positif kegiatan ini karena memberikan alternatif aktivitas fisik yang menarik. Menurut mereka, permainan tradisional dapat membantu membentuk kebiasaan hidup aktif yang berpengaruh pada tumbuh kembang anak.
Kelompok 22 P2MB berharap kegiatan ini dapat mendorong kesadaran masyarakat bahwa pencegahan stunting dapat dimulai sejak usia sekolah melalui pembiasaan hidup aktif dan sehat, sejalan dengan pilar pencegahan stunting yang digagas UPI. (RK)
Kontributor KKIPP Kampus UPI di Sumedang: P2MB UPI Kelompok 22 Desa Nagrak
UPI Selenggarakan Pelatihan Teknis Asesmen dan Sertifikasi Asesor ZI untuk Perkuat Komitmen WBK/WBBM
21 Nov 2025 • Humas UPI
Bandung, UPI – Universitas Pendidikan Indonesia melalui Tim Reformasi Birokrasi dan Tim Zona Integritas (ZI) menggelar Pelatihan Teknis Asesmen dan Sertifikasi Asesor Zona Integritas, Jumat (21/11) di Hotel Bumi Siliwangi, Kampus UPI Bandung. Kegiatan ini diikuti sekitar 50 peserta dari berbagai unit kerja akademik dan non-akademik, sebagai upaya memperkuat ekosistem tata kelola yang bersih, melayani, dan berintegritas.
Pelatihan dibuka secara luring dan daring, dengan kehadiran Wakil Rektor Bidang Sumber Daya dan Sistem Informasi, Prof. Dr. Tri Indri Hardini, M.Pd., Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Keuangan, Prof. Dr. Rudi Susilana, M.Si., serta Ketua Asesor ZI UPI, Dr. Wawan Darmawan, S.Pd., M.Hum.. Selain itu, acara turut menghadirkan sambutan daring dari Hanjar Basuki, S.Kom., M.M., selaku perwakilan Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kemendikdasmen.
Pelatihan diselenggarakan selama 21–26 November 2025 dengan format hybrid untuk menyesuaikan aktivitas dosen dan tenaga kependidikan. Kegiatan mencakup pematerian dari PPSDM, pre-test, pengkajian modul, hingga ujian sertifikasi asesor ZI.
Dalam sambutannya, Dr. Wawan Darmawan menegaskan bahwa pelatihan ini bukan sekadar pembekalan internal, tetapi merupakan program resmi yang berpotensi menempatkan peserta sebagai asesor ZI bersertifikat nasional.
“Pelaksanaan pelatihan ini bukan hanya untuk asesor ZI di UPI. Karena penyelenggaranya lembaga resmi, Bapak dan Ibu kemungkinan akan menjadi asesor zona integritas tingkat nasional,” ujarnya. Ia juga menekankan pentingnya keseriusan peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan agar memperoleh sertifikat kelayakan sebagai asesor ZI yang diakui secara legal.
Wakil Rektor Bidang Sumber Daya dan Sistem Informasi menjelaskan bahwa UPI selama ini belum memiliki asesor ZI bersertifikat secara formal. Pelatihan ini menjadi momentum penting untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang kompeten dalam menilai implementasi ZI di berbagai unit.
“Harapannya dari 50 peserta ini dapat memperoleh sertifikat legal sebagai asesor, sehingga dapat membantu melakukan asesmen di setiap unit UPI. Bahkan, karena sertifikatnya berlaku nasional, mereka dapat berkontribusi pada penguatan ZI di luar UPI,” jelasnya.
Pelatihan ini melanjutkan rangkaian kegiatan sebelumnya, yaitu Pendampingan Pengisian LKE Zona Integritas, sebagai bagian dari komitmen UPI dalam pembangunan Zona Integritas secara menyeluruh.
Dr. Wawan Darmawan menambahkan bahwa pembentukan asesor resmi merupakan langkah strategis dalam memastikan penilaian ZI dilakukan secara objektif, terstandar, dan sesuai regulasi KemenPAN-RB.
“Kami harapkan UPI dapat membekali para asesor untuk memahami instrumen ZI secara mendalam. Dengan banyaknya item penilaian dalam enam area, asesor harus benar-benar menguasai materi agar pembangunan ZI di UPI tidak terkendala,” ungkapnya.
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa ZI bukan hanya tentang meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) atau Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), tetapi tentang menghadirkan pelayanan yang efektif, efisien, cepat, tepat, dan prima kepada sivitas UPI dan masyarakat.
Dengan menggandeng PPSDM Kemendikdasmen dan menggelar pelatihan secara mandiri di kampus, UPI menjadi salah satu perguruan tinggi yang berinisiatif aktif membangun kultur integritas dan tata kelola modern. Langkah ini sejalan dengan upaya UPI Melesat yang menekankan penguatan sistem dan kualitas layanan.
Melalui pelatihan ini, UPI menegaskan komitmennya sebagai Kampus Pendidikan yang Berdampak, tidak hanya menghasilkan lulusan berkualitas tetapi juga memperkuat tata kelola lembaga pendidikan tinggi yang bersih, transparan, dan berintegritas untuk Indonesia yang lebih baik. (CS)
UPI Siapkan Tiga Tim Unggulan Menuju Grand Final KMI Expo 2025 di Magelang
21 Nov 2025 • Humas UPI
Magelang, UPI
Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menyiapkan tiga tim terbaik untuk berlaga pada Grand Final KMI Expo 2025 yang digelar di Universitas Tidar, Magelang, pada 17–21 November. Tiga tim tersebut terdiri dari dua tim kategori awal Titik Santai Eco Kopi Mahasiswa dan Route2ware serta satu tim kategori bertumbuh yaitu Enpienas, yang telah berhasil lolos setelah proses seleksi nasional dan ajang KMI EXPO 2025 ini dilaksanakan di Universitas Tidar kampus Sidotopo (UNTIDAR) Jl. Barito 1 No.2, Area Sawah/Kebun, Kedungsari, Kec. Magelang Utara, Kota Magelang, Kamis (20/11/2025).
Persiapan panjang dilakukan sejak pengumuman kelolosan menuju grand final. Wakil Rektor Bidang Riset, Kemahasiswaan, dan Inovasi (PAU-R5) bersama Direktorat Kemahasiswaan dan Alumni memfasilitasi serangkaian program pendampingan intensif untuk meningkatkan kualitas konten dan kemampuan teknis tiap tim.
Kepala Divisi Pembinaan Talenta dan Kewirausahaan Dr. Mokh. Iman Firmansyah, S.Pd.I., M.Ag menyampaikan “Satu bulan penuh kami lakukan coaching dan pendampingan teknis, melibatkan reviewer nasional yang ahli di bidangnya. Kami ingin memastikan aspek konten dan teknis tiga tim ini sama-sama kuat,” ujar perwakilan PAU-R5 UPI. Para coach nasional, termasuk Coach Vishnu, dilibatkan untuk memperkuat strategi presentasi, kesiapan produk, hingga legalitas usaha.
Dalam proses persiapan, tiap tim mendapatkan dukungan lengkap, mulai dari simulasi presentasi, penguatan konten bisnis, hingga pembuatan stand pameran bertema budaya Sunda yang bekerja sama dengan FPSD. Stand UPI dirancang khusus untuk menonjolkan identitas lokal dengan tampilan visual yang kuat.
Beberapa aspek legalitas usaha juga turut dikejar menjelang keberangkatan. Produk Envinyas telah melalui uji laboratorium untuk memvalidasi proses manufaktur, sementara Titik Santai Eco kopi Mahasiswa tengah memproses sertifikat halal dan telah memiliki nomor induk bisnis sejak awal pengembangan. Produk Route2ware bahkan mendapatkan apresiasi langsung dari pimpinan universitas hingga terjadi pembelian produk oleh Rektor dan jajaran.
Dengan berbagai persiapan tersebut, UPI optimistis melangkah dalam ajang nasional ini. “Harapan kami, bukan hanya UPI mampu menjadi juara, tetapi mampu melesat dan mempersembahkan prestasi terbaik. Mohon doa dan dukungannya menjelang awarding pada 21 November,” pungkasnya. (Rija)
Direktorat Kemahasiswaan UPI Perkuat Pendampingan Usaha Mahasiswa Menuju Teaching Industry
21 Nov 2025 • Humas UPI
Magelang, UPI
Direktorat Kemahasiswaan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) terus memperkuat dukungan bagi mahasiswa yang mengembangkan usaha kreatif dan inovatif. Upaya ini dilakukan melalui pendampingan intensif mulai dari pengembangan konsep bisnis, branding, desain media promosi, hingga peningkatan kualitas presentasi usaha yang dilaksanakan pada ajang Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia ke 16 bertempat di Universitas Tidar (UNTIDAR) Magelang Jl. Barito 1 No.2, Area Sawah/Kebun, Kedungsari, Kec. Magelang Utara, Kota Magelang, Kamis (20/11/2025).
Direktur Kemahasiswaan UPI Prof. Dr. Siti Nurbayani, M.Si., menyampaikan apresiasi tinggi kepada mahasiswa yang telah berani berwirausaha dan berhasil mendapatkan pendanaan dari Kementerian. “Pertama-tama saya sangat mengapresiasi terhadap mahasiswa yang memang punya ide kreatif dan mengembangkannya menjadi sebuah usaha. Kemarin kita punya empat yang didanai oleh kementerian, dan empat itu ternyata yang lolos tiga”
Sebagai bentuk komitmen, Direktorat Kemahasiswaan memberikan pendampingan menyeluruh untuk meningkatkan nilai jual usaha mahasiswa. “Kita ingin support habis-habisan dari segi pengembangan konsep, lalu bagaimana mereka membrandingnya, membuat posternya, serta juga bagaimana mempresentasikannya” tambahnya.
Pendampingan ini melibatkan berbagai fakultas dan pakar UPI untuk memastikan mahasiswa mendapatkan rujukan yang tepat sesuai kebutuhan usaha mereka. “Kita kerja sama dengan teman-teman dari FPSD, lalu dari segi pemasaran kita juga FPEB semua kita undang untuk menjadi narasumber” lanjutnya.
Melalui rangkaian pelatihan tersebut, mahasiswa terdorong untuk menciptakan ide-ide baru dan meningkatkan strategi marketing. “Dari pelatihan yang sudah kami buat… mereka kemudian membuat ide-ide baru untuk bisa secara marketing bisa lebih berkembang lagi”, ujar Prof. Siti.
Prof. Dr. Siti Nurbayani memiliki target jangka panjang agar usaha mahasiswa dapat berkembang menjadi bagian dari ekosistem teaching industry UPI, sejalan dengan status universitas sebagai PTNBH. “Saya berharap usaha mahasiswa ke depan bisa berkembang menjadi teaching industry. Karena universitas kita UPI sebagai PTNBH harus bisa hilirisasi dari produk-produk mahasiswa dan dosen menjadi produk unggulan”, tambahnya.
“Lebih dari sekadar proyek kewirausahaan, produk mahasiswa diharapkan dapat berkembang menjadi merek dagang, paten, hingga kontribusi nyata bagi hilirisasi inovasi kampus. Hilirisasi ini bisa ke depannya menjadi merek dagang ataupun juga paten” tutupnya.
Dengan kreativitas, inovasi, dan pendampingan lintas keilmuan, Direktorat Kemahasiswaan optimistis mahasiswa UPI mampu menghasilkan karya yang kompetitif dan berkelanjutan. (Rija)
P2MB UPI Desa Jambu Gencarkan Program GENTING untuk Cegah Stunting
21 Nov 2025 • Humas UPI
Penyuluhan GENTING di 4 Posyandu Desa Jambu, Selasa 18 November 2025
Sumedang, UPI — Mahasiswa Program Pemberdayaan Masyarakat Berkelanjutan (P2MB) UPI Kamda Sumedang terus menggencarkan upaya pencegahan stunting melalui program GENTING (Gerakan Nol Toleransi Stunting) di Desa Jambu, Selasa 18 November 2025. Program edukasi ini menyasar orang tua, ibu hamil, dan remaja putri di empat Posyandu Desa Jambu, dengan fokus sosialisasi lima pilar pencegahan stunting berbasis pendekatan ABCDE.
Kegiatan penyuluhan dilaksanakan secara bertahap pada setiap tanggal 10 sampai 13 setiap bulan selama dua bulan ini berlokasi di Posyandu Nusa Indah, Melati, Angkrek, dan Cempaka. Total delapan sesi edukasi telah dilakukan untuk memastikan informasi tersampaikan secara menyeluruh. Lebih dari 100 brosur berisi materi pencegahan stunting juga dibagikan kepada warga.
Pendekatan ABCDE yang disampaikan kepada masyarakat meliputi: Aktif minum Tablet Tambah Darah, Bumil teratur periksa kehamilan, Cukupi konsumsi protein hewani, Datang ke Posyandu setiap bulan, dan Eksklusif ASI selama 6 bulan
Program ini turut diperluas ke Posyandu Remaja sebagai upaya edukasi jangka panjang bagi remaja putri. Kegiatan di Posyandu dan Posyandu Remaja mendapat dukungan dari Bidan Desa Jambu, Wiwin, serta ketua kader masing-masing Posyandu.
Menurut Bidan Wiwin, kegiatan ini memberikan dampak positif bagi peningkatan kesadaran kesehatan masyarakat. “Penyuluhan ini diharapkan dapat mewujudkan warga Desa Jambu yang peka terhadap kondisi kesehatan di sekitarnya. Jika warga mampu mengenali dan mencegah stunting, maka ke depan tercipta Stunting Free Village,” ujarnya.
Melalui pelaksanaan rutin GENTING, mahasiswa P2MB UPI berharap masyarakat dapat semakin aktif memantau tumbuh kembang anak, memenuhi kebutuhan gizi keluarga, serta meningkatkan kunjungan ke Posyandu sebagai langkah pencegahan stunting jangka panjang.
Dengan dukungan petugas kesehatan dan kader, Desa Jambu optimis dapat menekan angka risiko stunting sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan anak di masa mendatang. (rk)