English
Indonesia

Dr. Eng. Agus Setiawan, M.Si. Terpilih sebagai Sekretaris FDTI Wilayah Tengah Periode 2025–2027

20 Nov 2025 • Humas UPI

Bandung, UPI

Dr. Eng. Agus Setiawan, M.Si., Dekan Fakultas Pendidikan Teknik dan Industri (FPTI) Universitas Pendidikan Indonesia, secara resmi ditetapkan sebagai Sekretaris Forum Dekan Teknik Indonesia (FDTI) Wilayah Tengah untuk periode 2025–2027. Penetapan tersebut tercantum dalam Surat Keputusan Ketua Umum FDTI Nomor 026/FDTI/SK.P/XI/2025 yang diumumkan di Malang pada 1 November 2025.

Penugasan ini diberikan sebagai bagian dari restrukturisasi organisasi FDTI yang bertujuan memperkuat koordinasi, kolaborasi, dan pengembangan mutu pendidikan teknik di seluruh Indonesia. Dalam struktur kepengurusan Wilayah Tengah FDTI, Dr. Agus Setiawan akan mendampingi Ketua Wilayah Tengah, Prof. Dr.Eng. Ir. Syafrizal, S.T., M.T., IPM., beserta jajaran lainnya dalam menjalankan berbagai tugas strategis yang berkaitan dengan peningkatan kualitas pendidikan teknik, penelitian, inovasi, dan kerja sama antar institusi.

Sebagai anggota akademik dan juga Dekan FPTI UPI, Dr. Agus Setiawan dikenal aktif dalam kegiatan tridarma, meliputi pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Pengalamannya dalam mengelola program akademik, proyek kolaboratif, serta kontribusinya pada pengembangan fakultas menjadi salah satu pertimbangan penting dalam kepercayaan yang diberikan FDTI.

Dalam keterangannya Dr. Agus Setiawan menegaskan bahwa penugasan ini tidak hanya merupakan pengakuan terhadap kapasitas pribadi, tetapi juga mencerminkan kualitas institusi dalam mencetak pemimpin akademik yang berdaya saing dan berpengaruh pada tingkat nasional.

Melalui peran barunya, Dr. Agus Setiawan akan terlibat dalam koordinasi kelembagaan, penyusunan program kerja wilayah, fasilitasi kolaborasi antar fakultas teknik, serta penguatan jejaring akademik dan profesi. Tugas ini diharapkan mampu meningkatkan kontribusi FDTI Wilayah Tengah dalam mendukung tujuan strategis FDTI secara nasional, termasuk akselerasi inovasi pendidikan teknik, penguatan akreditasi, dan pengembangan SDM teknik Indonesia.

UPI melalui FPTI menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh agar Dr. Agus Setiawan dapat menjalankan amanah ini dengan baik dan memberikan kontribusi signifikan bagi kemajuan pendidikan teknik di tingkat nasional. (Kontributor: YR)

6 Mahasiswa FPTI UPI Ikuti Internship Honda Cars Hakata di Fukuoka Jepang

20 Nov 2025 • Humas UPI

Bandung, UPI

FPTI UPI kembali memperluas kiprah internasionalnya melalui pemberangkatan mahasiswa dalam Program Internship Honda Cars Hakata Batch 2. Enam mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif mengikuti program magang internasional di Fukuoka, Jepang, yang akan berlangsung mulai November 2025 hingga Mei 2026.

Program internship ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman kerja nyata di industri otomotif Jepang, khususnya pada sektor body repair dan pengecatan kendaraan. Selain praktik langsung, peserta juga mendapatkan pembelajaran bahasa Jepang serta materi kesiapan dunia kerja yang diselenggarakan di Honda Cars Hakata Head Office, Shingu–Fukuoka.

Para mahasiswa ditempatkan di dua lokasi utama, yaitu Tagawa dan Itoshima. Mereka melaksanakan praktik kerja di bengkel Honda setiap Senin hingga Rabu, kemudian mengikuti pelatihan bahasa Jepang dan materi teknis pada Kamis dan Jumat.

Program Internship Honda Cars Hakata bertujuan meningkatkan kapasitas mahasiswa dalam berbagai aspek, meliputi Kompetensi teknis perbaikan bodi dan pengecatan kendaraan; Soft skills seperti kedisiplinan, komunikasi, dan adaptasi budaya; Pemahaman budaya kerja industri otomotif global; dan Kesiapan memasuki dunia kerja internasional.

Program ini juga menjadi bagian penting dari implementasi kerja sama internasional antara UPI dan industri otomotif Jepang, yang mendukung penguatan pendidikan vokasi berbasis kebutuhan industri.

Program magang diselenggarakan melalui beberapa tahapan terstruktur diantaranya Pembekalan awal terkait keselamatan kerja, standar operasional, dan budaya kerja Jepang. Penempatan mahasiswa pada unit kerja body repair dan painting. Pendampingan intensif dari supervisor melalui demonstrasi, pengarahan, dan evaluasi berkala, serta Ujian kompetensi bahasa Jepang, yaitu Japan Foundation Test for Basic Japanese (JFT) dan Specified Skilled Worker (SSW). Hasil ujian tersebut menjadi indikator kesiapan mahasiswa untuk mengambil peluang kerja profesional di Jepang di masa mendatang.

Program ini mendukung pencapaian beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), yaitu: SDG 4 – Pendidikan Berkualitas, melalui peningkatan keterampilan vokasional berbasis industri; SDG 8 – Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, dengan membuka peluang karier internasional bagi mahasiswa; SDG 9 – Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, melalui penguatan hubungan antara pendidikan vokasi dan industri otomotif modern; SDG 17 – Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, lewat kolaborasi internasional antara UPI dan Honda Cars Jepang.

Keberangkatan mahasiswa dalam Program Internship Honda Cars Hakata Batch 2 menjadi wujud nyata komitmen UPI dalam mempersiapkan lulusan yang unggul, adaptif, dan kompetitif di tingkat global. Internasionalisasi program vokasi seperti ini sekaligus memperkuat kualitas pendidikan, meningkatkan relevansi keahlian, serta membuka akses mahasiswa UPI terhadap peluang karier di industri otomotif dunia. (Dzikri Setiawan/H.H)

Na’ila Nursyifa Wakili UPI di Final Nasional Pilmapres 2025

19 Nov 2025 • Humas UPI
Na’ila Nursyifa, mahasiswi Prodi Teknik Logistik FPTI UPI, finalis 15 besar Pilmares Puspresnas, Kemendikbudristek RI/ 25 -28 Oktober 2025

Semarang, UPI – Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) kembali menorehkan prestasi di kancah nasional. Na’ila Nursyifa, mahasiswi Program Studi Teknik Logistik, Fakultas Pendidikan Teknik dan Industri (FPTI), berhasil menjadi finalis 15 besar Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) Nasional 2025 jenjang Sarjana yang diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Kemendikbudristek RI.

Final nasional Pilmapres 2025 berlangsung pada 25–28 Oktober 2025 di Universitas Diponegoro, Semarang, dan diikuti oleh mahasiswa terbaik dari berbagai perguruan tinggi terkemuka di Indonesia. Na’ila menjadi satu-satunya wakil UPI yang berhasil melaju hingga tahap final nasional, bersaing dengan peserta dari IPB, ITB, ITS, UNDIP, UGM, UI, dan perguruan tinggi unggulan lainnya.

Perjalanan Na’ila menuju tingkat nasional ditempuh melalui proses panjang dan ketat. Ia mengikuti seleksi berjenjang mulai dari tingkat program studi, fakultas, universitas, hingga LLDIKTI Wilayah IV. Setelah meraih Juara Harapan II pada seleksi LLDIKTI IV, Na’ila kembali menghadapi dua tahap seleksi di tingkat nasional, yakni seleksi administrasi dan final presentasi.

“Capaian Na’ila merupakan bentuk nyata dedikasi dan daya juang mahasiswa UPI. Ia berproses dengan penuh semangat dan konsistensi. Kami sangat bangga atas pencapaiannya,” ujar Dr. Mustika, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kemitraan FPTI.

Keberhasilan ini juga tidak terlepas dari peran para dosen pembimbing serta dukungan penuh FPTI UPI yang secara berkelanjutan menyediakan pendampingan akademik, pelatihan presentasi, bimbingan penulisan ilmiah, hingga dukungan moral dan logistik selama rangkaian seleksi. Kolaborasi erat antara mahasiswa, dosen, dan tim pendukung menjadi fondasi penting yang mengantarkan Na’ila hingga tahap nasional.

Na’ila dikenal sebagai mahasiswa yang memiliki ketangguhan, semangat tinggi, dan komitmen kuat untuk memberikan yang terbaik dalam setiap prosesnya. Prestasinya menjadi inspirasi bagi mahasiswa UPI lainnya untuk terus mengembangkan diri dan berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.

UPI melalui Fakultas Pendidikan Teknik dan Industri menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh dosen pembimbing, tim pembinaan mahasiswa berprestasi, serta sivitas akademika yang telah berperan dalam mendukung proses seleksi Pilmapres tahun ini. Prestasi ini diharapkan semakin memotivasi mahasiswa UPI untuk terus berkarya, berinovasi, dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa (H.H).

Perkuat Pencegahan Stunting, Mahasiswa UPI di Sumedang Aktifkan “Posrem” di Desa Jambu

19 Nov 2025 • Humas UPI
Mahasiswa P2MB UPI di Sumedang melakukan pemeriksaan kesehatan remaja sebagai bagian dari layanan Posyandu Remaja di Desa Jambu, Sumedang, Minggu (2/11/2025)

Sumedang, UPI — Mahasiswa Program Pemberdayaan Masyarakat Berkelanjutan (P2MB) Kampus Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) di Sumedang mengaktifkan kembali Posyandu Remaja (Posrem) di Desa Jambu, Kecamatan Conggeang, pada Minggu (2/11/2025). Kegiatan yang berlangsung di GOR Desa Jambu pukul 09.00 WIB ini menjadi langkah awal upaya pencegahan stunting melalui edukasi dan layanan kesehatan dasar bagi remaja.

Pada pelaksanaannya, mahasiswa P2MB memilih pengurus Posrem sebagai bagian dari pembentukan struktur organisasi dan keberlanjutan program. Mahasiswa juga memberikan penyuluhan mengenai stunting dan gizi remaja yang disampaikan dengan bahasa sederhana untuk memudahkan pemahaman peserta.

Bidan Desa Jambu, Wiwin Rosita, Amd.Keb, mengapresiasi pengaktifan kembali layanan tersebut.

“Pengaktifan posyandu remaja ini sangat bagus, apalagi untuk mencegah stunting sedini mungkin. Jika remajanya sudah diedukasi, kemungkinan melahirkan generasi stunting akan lebih kecil,” ujarnya.

Posyandu Remaja merupakan layanan kesehatan berbasis masyarakat yang menyediakan edukasi kesehatan komprehensif dan pengembangan keterampilan hidup sehat bagi remaja usia 10–22 tahun. Layanan yang diberikan mencakup pemeriksaan kesehatan, edukasi kesehatan reproduksi, pencegahan NAPZA, HIV/AIDS, hingga isu bullying. Posrem juga membentuk Kader Kesehatan Remaja (KKR) sebagai agen perubahan di lingkungan desa.

Pemeriksaan kesehatan remaja, meliputi pengukuran tinggi dan berat badan serta tes kebugaran ringan dalam rangkaian Posyandu Remaja di Desa Jambu, Sumedang, Minggu (2/11/2025)

Setelah sesi penyuluhan, kegiatan dilanjutkan dengan pemeriksaan tinggi dan berat badan, tes kebugaran ringan, dan konsultasi individu bagi remaja yang membutuhkan. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib dan mendapatkan respons positif dari peserta.

Mahasiswa P2MB UPI menegaskan bahwa aktivasi Posrem menjadi bagian dari strategi mendukung visi “Zero Stunting” di Desa Jambu. Program ini melibatkan remaja sebagai kader pelaksana serta mendapatkan dukungan dari orang tua, tokoh masyarakat, Karang Taruna, dan tenaga kesehatan desa. (RK)

Kontributor KKIPP : Kampus UPI di Sumedang/ Ayuni Fitria & Refalina Febriani

UPI Dorong Penguatan Talenta STEM Nasional melalui Bina Talenta Tingkat Lanjut 2025

19 Nov 2025 • Humas UPI

Bandung, UPI

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menjadi tuan rumah pelaksanaan Program Bina Talenta Indonesia Tingkat Lanjut 2025 yang diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Program nasional yang berlangsung dari 9 hingga 15 November 2025 ini bertujuan meningkatkan kompetensi siswa SMP dan guru pemandu dalam bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM).

UPI bertindak sebagai mitra perguruan tinggi yang menampung peserta terbanyak, melibatkan total 120 peserta dari 25 provinsi. Jumlah tersebut terdiri dari 71 murid SMP berbakat dan 49 guru pemandu talenta.

Penanggung jawab kegiatan, Prof. Ida Kaniawati, M.Si., menjelaskan bahwa program ini merupakan wujud komitmen UPI dalam mendukung penguatan talenta nasional berbasis STEM.

“UPI menghadirkan pengalaman belajar berbasis riset, eksplorasi, dan problem solving untuk membekali peserta dengan kompetensi sains yang relevan dengan kebutuhan masa depan,” ungkap Prof. Ida.

Selama enam hari pelaksanaan, peserta menerima penguatan konsep matematika dan sains, latihan pemecahan masalah (problem solving), hingga pendalaman materi bersama para pakar dari FPMIPA UPI. Mereka juga aktif dalam praktik laboratorium biologi, fisika, mekatronika, serta rekayasa STEM menggunakan kit 4D Frame.

Irma Rahma Suwarma, S.Si., M.Pd., Ph.D., selaku Ketua Pelaksana, menambahkan bahwa kurikulum dirancang komprehensif dan kolaboratif. “Siswa dan guru terlibat dalam menganalisis masalah, merancang solusi, melakukan percobaan, hingga membuat prototipe inovatif dengan pendekatan STEM yang autentik,” jelasnya.

Selain sesi di kampus, peserta juga mengikuti kegiatan Meet with Scientist dan observasi ekosistem di Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda (Tahura) sebagai bagian dari pembelajaran sains berbasis lingkungan.

Puncak kegiatan ditandai dengan Pameran STEM Talenta pada 14 November 2025, di mana peserta mempresentasikan hasil riset dan prototipe inovatif yang mereka kembangkan selama program berlangsung.

Dalam pameran tersebut, siswa memaparkan inovasi rekayasa sederhana dalam tiga kelas berbeda. Sementara itu, guru pemandu talenta menampilkan poster rancangan program STEM yang berfokus pada desain pembelajaran dan strategi pembinaan talenta. Seluruh karya dinilai oleh dosen dan pakar STEM dari UPI.

Kegiatan ini mendapatkan dukungan penuh dari pimpinan UPI. Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengabdian dan Kerjasama, Prof. Dr. Agus Setiabudi, M.Si., hadir melihat proses pembelajaran. Penutupan acara dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Keuangan, Prof. Dr. Rudi Susilana, M.Si., yang dalam pidatonya menyampaikan tawaran kesempatan bagi murid-murid talenta untuk melanjutkan studi di Sekolah Unggulan Garuda.

Melalui penyelenggaraan Bina Talenta Indonesia Tingkat Lanjut 2025, UPI menegaskan perannya dalam penguatan talenta nasional sesuai Desain Besar Manajemen Talenta Nasional (DBMTN), dengan harapan melahirkan generasi muda yang kritis, inovatif, dan berdaya saing global. (Irma Rahma Suwarma)

Pencarian