English
Indonesia

Mahasiswa P2MB UPI Rampungkan Video Profil Desa Jambu untuk Penguatan Publikasi dan Identitas Desa

19 Nov 2025 • Humas UPI
Mahasiswa P2MB UPI Kelompok 31 saat melakukan proses pengambilan gambar untuk pembuatan video profil Desa Jambu di Kantor Desa Jambu, Sumedang, Senin, (17/11/2025)

Sumedang, UPI — Mahasiswa Program Pemberdayaan Masyarakat Berkelanjutan (P2MB) Kelompok 31 Kampus Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) di Sumedang menyelesaikan produksi video profil Desa Jambu, Kecamatan Conggeang, Kabupaten Sumedang, pada Selasa (18/11/2025). Video tersebut disiapkan sebagai media promosi dan publikasi resmi desa dengan judul

Produksi video dilaksanakan selama 34 hari, mulai 15 Oktober hingga 17 November 2025, yang mencakup proses observasi, pengambilan gambar, pengumpulan data visual, penyusunan naskah, serta penyuntingan akhir. Dalam dokumentasi video tersebut, mahasiswa menampilkan potret desa secara komprehensif, mulai dari sejarah, profil dan kondisi wilayah, potensi sumber daya yang dimiliki, aktivitas masyarakat hingga program serta kegiatan masyarakat yang mencerminkan dinamika sosial di Desa Jambu.

Ketua Kelompok P2MB 31, Diding Aji Setiabudi, menyatakan bahwa video profil ini diharapkan menjadi sarana visual yang mampu menggambarkan desa secara komprehensif.

“Kami ingin menyajikan gambaran utuh mengenai sejarah, potensi, serta aktivitas masyarakat Desa Jambu agar publik dapat mengenal desa secara menyeluruh melalui media visual yang menarik,” ujarnya.

Program P2MB UPI merupakan kegiatan pengabdian mahasiswa yang berfokus pada penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat, termasuk dalam bidang edukasi, sosial, serta pengembangan media informasi. Pembuatan video profil Desa Jambu menjadi salah satu luaran program yang dinilai relevan dengan kebutuhan desa, terutama dalam mendukung modernisasi publikasi.

Video profil tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, antara lain promosi potensi lokal, presentasi program desa, kegiatan tingkat kecamatan, hingga kompetisi desa di tingkat kabupaten. Selain itu, video akan dipublikasikan melalui media sosial desa guna meningkatkan akses informasi dan keterlibatan masyarakat.

Melalui kolaborasi antara mahasiswa P2MB UPI dan Pemerintah Desa Jambu, upaya penguatan media publikasi desa dinilai semakin berkembang, sehingga mampu mendukung pemberdayaan masyarakat dan promosi potensi desa secara lebih profesional. (RK)

Kontributor KKIPP UPI: Denisa Andin Yunizar & Laelasari/ Kelompok 31 P2MB Kampus UPI di Sumedang

Klik/ tap image untuk menyaksikan Video Profil Desa Jambu karya Kelompok 31 P2MB Kampus UPI di Sumedang

UPI Luncurkan Program Multiproduk Kedelai Anti-Inflamasi di Subang, Tingkatkan Kesejahteraan Warga

19 Nov 2025 • Humas UPI
UPI Luncurkan Program Pemberdayaan Multiproduk Kedelai Berbasis Inovasi Teknologi di Desa Darmaga Subang, Selasa (11/10).

Subang, UPI – Program Pemberdayaan Masyarakat Badan Eksekutif Mahasiswa (PM-BEM) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dimulai di Desa Darmaga, Kabupaten Subang, pada Selasa (11/10). Dengan mengusung tema “Optimalisasi Multiproduk Kedelai Berbasis Inovasi Teknologi untuk Meningkatkan Kesehatan dan Kesejahteraan Masyarakat.” Program ini diikuti oleh 118 warga dan berfokus pada optimalisasi multiproduk kedelai berbasis inovasi teknologi setelah riset dosen pembimbing menemukan kandungan anti-inflamasi dalam pangan lokal tersebut.

Kegiatan ini bermula dari riset Prof. Didik Priyandoko, selaku ketua dosen pembimbing tim Glyxine, yang menemukan kandungan anti-inflamasi dalam kedelai. Penemuan ini membuka potensi bahwa pangan lokal sederhana ini mampu menjadi superfood sekaligus peluang usaha untuk masyarakat dan secara langsung mendukung program Sustainability Devolvement Goalsyaitu Kehidupan Sehat dan Sejahtera dengan meningkatkan konsumsi makanan bergizi dan kesehatan bagi warga.

Professor Didik Priyandoko menegaskan bahwa program pemberdayaan ini memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat. “Program ini menyentuh semua kalangan, mulai dari anak muda sampai lansia, sehingga diharapkan dampaknya tidak hanya pada peningkatan kesehatan masyarakat,”.

Ia juga menyampaikan bahwa Desa Darmaga kini memiliki potensi baru melalui pengembangan olahan kedelai. “Desa Darmaga memiliki ikon baru, yaitu kedelai, yang dapat diolah menjadi berbagai multiproduk dan kedepannya berpotensi menjadi produk khas Desa Darmaga,” tambahnya.

Tim mahasiswa yang menjadi koodinator—Ghina Nur Rohmah, Hawa Hafifah, dan Fadya Oktavia—memperkenalkan empat program utama, termasuk Sistem Analitik Kedelai Teknologi IoT (SAKTI), Multiproduk Kedelai Khas Desa Darmaga (MULTISOY), Sehat Bersama Kedelai Inovatif (SEHATI), dan Usaha Promosi Generasi Digital (UPGRADE).

Menurut Ghina, kedelai dapat diolah menjadi ikon baru Desa Darmaga, bahkan melalui pelatihan membuat permen kedelai agar masyarakat tidak bosan mengonsumsinya. “Kedelai ini bisa menjadi ikon baru untuk Desa Darmaga, terutama melalui berbagai produk olahan seperti tempe, tahu, susu kedelai, bahkan nanti kami akan memberikan pelatihan membuat permen dari kedelai agar masyarakat tidak bosan mengonsumsi kedelai.”

Hawa, yang mensosialisasikan kegiatan UPGRADE turut menambahkan, “Kami berharap kegiatan ini dapat memperkenalkan Desa Darmaga sebagai desa yang sehat, berdaya, dan mandiri, dengan memiliki usaha yang berawal dari multiproduk kedelai ini.” harapnya.

Program ini telah mencatatkan berbagai capaian, seperti peningkatan kesehatan warga, kemampuan produksi multiproduk kedelai, pemanfaatan IoT untuk budidaya, serta peningkatan wawasan pemasaran digital yang sejalan dengan upaya memeberikan Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi dengan membekali warga dengan wawasan pemasaran digital.

Kepala Desa Darmaga, Sukmana Efendi, memberikan apresiasi atas inisiatif ini. “Kami berterima kasih karena desa kami dipilih sebagai lokasi pemberdayaan. Semoga ini menjadi awal perubahan yang berkelanjutan dan membawa dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya. Dengan pengembangan ini, Desa Darmaga kini berpotensi memiliki ikon baru melalui multiproduk olahan kedelai. (RK)

Kontributor KKIPP UPI: Hawa Hafiah Putri Susanto

UPI Lolos Uji Publik Keterbukaan Informasi Publik 2025 dan Siap Menuju Peringkat Nasional

19 Nov 2025 • Humas UPI

Bandung, UPI — Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) resmi dinyatakan lolos verifikasi akhir SAQ 2025 dan berhak mengikuti tahapan Uji Publik yang diselenggarakan oleh Komisi Informasi Pusat Republik Indonesia (KIP RI). Uji Publik berlangsung pada 18–20 November 2025 di Grand Mercure Kemayoran, Jakarta. UPI terjadwal pada hari pertama 18 November 2025 sesi keempat.

Tahapan ini merupakan proses penting dalam rangka Monitoring dan Evaluasi (Monev) Keterbukaan Informasi Publik sesuai Keputusan Komisi Informasi Pusat Nomor 06/KEP/KIP/VIII/2025 tentang Petunjuk Umum Monev Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2025. Hasil verifikasi SAQ diumumkan secara final melalui sistem resmi KIP RI di laman emonev.

Dalam pelaksanaan Uji Publik hari pertama, UPI hadir dipimpin langsung oleh Rektor UPI Prof. Dr. Didi Sukyadi, M.A., didampingi Wakil Rektor Bidang Sumber Daya dan Sistem Informasi (WR 2) Prof. Dr. Tri Indri Hardini, M.Pd. Kehadiran pimpinan ini menjadi bentuk komitmen kuat UPI dalam memastikan tata kelola keterbukaan informasi berjalan optimal, akuntabel, dan sesuai regulasi.

Uji Publik merupakan tahapan krusial yang akan menentukan kualifikasi dan peringkat nasional keterbukaan informasi badan publik. Proses ini ikut melibatkan kehadiran tokoh nasional, menteri, pimpinan partai politik, serta pimpinan daerah, mencerminkan besarnya perhatian publik terhadap isu transparansi dan akuntabilitas.

Rektor UPI menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting bagi UPI sebagai perguruan tinggi negeri yang harus terus memperkuat budaya keterbukaan informasi.

“Ini seperti mau ujian disertasi,” ujar Prof. Didi seraya tersenyum seusai sesi Uji Publik.
“Ini sangat luar biasa, sangat bagus. Kita bisa melihat komitmen universitas atau lembaga lain terhadap PPID ini. Ada menteri, pimpinan partai, dan pimpinan daerah hadir. Ini menunjukkan bahwa PPID adalah hal yang sangat penting dan menjadi perhatian bersama.”

UPI menempatkan keterbukaan informasi sebagai salah satu fondasi tata kelola institusi modern dan berintegritas. Prof. Didi juga menegaskan aspirasi UPI untuk mempertahankan status informatif secara berkelanjutan.

“Harapan kita, hasilnya bisa tetap informatif. Saya bahkan mengatakan UPI ingin informatif sepanjang hayat—sepanjang hayat tetap informatif,” tegasnya.
“Tentu kita harus terus berbenah, memperbaiki apa yang kurang, dan meningkatkan pemahaman PPID di seluruh unit UPI.”

Partisipasi UPI dalam Uji Publik KIP 2025 mencerminkan komitmen universitas dalam mewujudkan UPI Melesat melalui penguatan tata kelola, integritas, dan prinsip good governance. Keterbukaan informasi juga menjadi bagian dari kontribusi UPI terhadap SDGs (Sustainable Development Goals), khususnya SDGs 16: Institusi yang damai, berkeadilan, dan kuat melalui transparansi, akuntabilitas, serta akses informasi.

UPI berkomitmen untuk terus memperkuat sistem PPID dan memastikan seluruh unit di lingkungan universitas menghayati prinsip keterbukaan informasi sebagai budaya kerja.

Melalui proses Uji Publik ini, UPI semakin dekat menuju penetapan peringkat nasional keterbukaan informasi publik untuk kategori perguruan tinggi. Hasil akhir akan diumumkan oleh Komisi Informasi Pusat setelah seluruh rangkaian penilaian selesai dilaksanakan.

Partisipasi aktif pimpinan dalam Uji Publik 2025 menjadi bukti nyata bahwa UPI siap bersaing secara nasional dan berkomitmen meningkatkan kualitas tata kelola sebagai institusi pendidikan tinggi yang unggul, kredibel, dan berdampak bagi masyarakat. (CS)

Peringati Hari Pahlawan, Mahasiswa UPI Edukasi Gizi dan Lomba Mewarnai di TK Islam Al Human

18 Nov 2025 • Humas UPI
Mahasiswa P2MB UPI di Sumedang menggelar penyuluhan gizi seimbang dan lomba mewarnai di TK Islam Al Human Desa Jambu, Kabupaten Sumedang, Minggu (10/11)

Sumedang, UPI – Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan, Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menggelar penyuluhan gizi seimbang, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), dan lomba mewarnai di TK Islam Al Human Desa Jambu Kecamatan Conggeang, Kabupaten Sumedang pada Minggu (10/11). Kegiatan edukatif ini diikuti oleh 12 siswa TK secara antusias.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini diawali dengan materi penyuluhan gizi seimbang dan pentingnya PHBS sejak usia dini. Para mahasiswa UPI menyampaikan materi secara interaktif dan menyenangkan agar mudah dipahami oleh peserta. Edukasi ini dinilai krusial untuk membentuk kebiasaan hidup sehat pada anak-anak.

TK Islam Al Human dipilih sebagai lokasi untuk memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dengan lembaga pendidikan anak usia dini. Rangkaian acara dilanjutkan dengan lomba mewarnai bertema Hari Pahlawan untuk mengenalkan nilai-nilai kepahlawanan sejak dini. Lomba yang didampingi 1 kepala sekolah dan 2 guru pendamping ini berlangsung meriah dan selesai pukul 10.30 WIB.

Kegiatan ini berlangsung lancar dan anak-anak mendapatkan pengetahuan baru tentang pentingnya gizi seimbang dan kebersihan yang dapat diterapkan sehari-hari.

Pembagian hadiah oleh Kepala Sekolah beserta guru-guru kepada anak-anak TK Islam Al Human, Minggu (10/11)

“Pihak kami sangat senang dengan adanya acara ini. Semoga kegiatan ini juga bermanfaat bagi anak-anak,” ujar Kepala Sekolah TK Islam Al Human, Esti Sri Nurizqia, S.Hum.

Pihak sekolah berharap program serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan untuk memberikan manfaat jangka panjang bagi perkembangan anak-anak. Kegiatan ini juga memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dengan lembaga pendidikan di lingkungan sekitar. (RK)

Kontributor KKIPP UPI: Siti Aisyah Niar & Nita Kamelia/ Kampus UPI di Sumedang

‘GELIAT’ Edukasi Gizi Mahasiswa UPI di Sumedang Hadirkan Harapan Baru untuk Anak-anak Bojongloa

18 Nov 2025 • Humas UPI
Warga Bojongloa bersama Kelompok 24 P2MB UPI di Sumedang menunjukan produk olahan daun kelor dalam Gerakan Peduli Gizi Anak Sehat di Aula Desa Bojongloa, Senin (17/11/2025)

Sumedang, UPI — Komitmen untuk mencetak generasi sehat dan cerdas diwujudkan oleh Kelompok 24 P2MB Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melalui kegiatan Sosialisasi GELIAT (Gerakan Peduli Gizi Anak Sehat). Acara yang berfokus pada pencegahan stunting ini dilaksanakan meriah pada hari Senin, 17 November 2025, bertempat di Aula Desa Bojongloa, Kecamatan Buah dua, Sumedang.

Kegiatan itu bukan sekadar sosialisasi. Lebih dari itu, ia menjadi ruang dialog antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat tentang bagaimana mencegah stunting sejak dini. Hadir mendampingi, Kepala Desa Bojongloa, Ketua TP PKK, Ketua Kader Pembangunan Manusia (KPM), hingga bidan desa yang menjadi pemateri utama. Kehadiran mereka memberi sinyal bahwa isu gizi tak hanya menjadi urusan rumah tangga, tetapi kepentingan bersama.

Di hadapan para orang tua, penanggung jawab kegiatan, Aghisni Nur Fariza, menyampaikan pesan sederhana namun kuat: pencegahan stunting dimulai dari komitmen keluarga.

“Kami ingin mengajak para orang tua untuk bersama-sama memastikan anak-anak di Bojongloa tumbuh dengan nutrisi terbaik,” ujarnya.
Suara Aghisni menggambarkan harapan—bahwa pengetahuan dapat menjadi langkah awal perubahan.

Setelah sesi penyuluhan, suasana aula berubah menjadi dapur belajar. Mahasiswa memperkenalkan MPASI Puding Daun Kelor, menu sederhana yang mudah dibuat namun kaya manfaat. Daun kelor, yang banyak tumbuh di sekitar desa, dipilih sebagai bahan utama. Wangi bubuk kelor yang dicampur adonan puding memenuhi ruangan, sementara para orang tua memperhatikan setiap langkah yang ditunjukkan.

Produk MPASI Puding Daun Kelor olahan Kelompok 24 P2MB UPI di Sumedang, Senin (17/11/2025)

Demo masak ini menjadi bagian yang paling mencuri perhatian. Tak sedikit orang tua yang tampak terkejut mengetahui bahwa bahan-bahan sederhana dapat menghasilkan makanan pendamping ASI yang kaya nutrisi. Ada yang mencatat resepnya, ada pula yang langsung berdiskusi bagaimana membiasakan anak menyukai camilan sehat.

Mahasiswa UPI di Sumedang berharap edukasi ini tak berhenti sebagai acara satu hari, tetapi menjadi langkah kecil menuju perubahan besar—mewujudkan anak-anak Bojongloa tumbuh lebih sehat, kuat, dan jauh dari ancaman stunting.

Karena di desa kecil itu, di tangan para orang tua yang semakin paham akan gizi, masa depan anak-anak perlahan sedang dibentuk.

Kegiatan Geliat diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi anak serta menjadi langkah berkelanjutan dalam upaya pencegahan stunting di Desa Bojongloa. (RK)

Kontributor KKIPP UPI: Lisdiana Utami & Kelompok 24 P2MB Kampus UPI di Sumedang

Pencarian