English
Indonesia

UPI Raih Penghargaan Nasional Anugerah Media Humas 2025 Kategori Media Audiovisual

13 Nov 2025 • Humas UPI
Kepala KKIPP UPI, Vidi Sukmayadi mewakili Rektor UPI menerima penghargaan Anugerah Media Humas (AMH) dari Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia di Jakarta, Rabu (12/22).

Bandung, 13 November 2025 — Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) kembali mencatatkan prestasi di tingkat nasional. Kantor Komunikasi, Informasi, dan Pelayanan Publik (KKIPP) UPI berhasil meraih penghargaan pada ajang Anugerah Media Humas (AMH) 2025 sebagai pemenang terbaik ke-2 untuk kategori Media Audiovisual, yang diselenggarakan oleh Badan Koordinasi Hubungan Masyarakat (Bakohumas) Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Komdigi) di Hotel Borobudur Jakarta, Rabu (12/11/2025).

Penghargaan diterima langsung oleh Kepala KKIPP UPI, Vidi Sukmayadi, S.S., M.Si., Ph.D., yang hadir mewakili Rektor UPI didampingi Kepala Seksi Komunikasi Media, Dr. Angga Hadiapurwa, M.I.Kom., bersama perwakilan Tim KKIPP, Haydar Islami, S.Pd.

Tim KKIPP UPI pada Malam Anugerah Media Humas (AMH) 2025, Rabu (12/22).

Dalam pernyataannya, Vidi menegaskan bahwa capaian ini merupakan buah kerja kolektif seluruh tim.
“Alhamdulillah, kami bersyukur dan bangga atas pencapaian ini. Prestasi ini muncul dari kerja keras tim KKIPP yang dengan segala keterbatasan tetap mampu menghadirkan hasil positif dan terekognisi di tingkat nasional,” ujarnya.

Vidi juga menekankan bahwa penghargaan ini bukanlah garis akhir, melainkan dorongan untuk terus berkembang.
“Terlepas dari hasil ini, kami memandang penghargaan ini bukan akhir, melainkan awal dari perjalanan belajar yang lebih luas. Masih banyak ruang untuk menyerap inspirasi dan praktik terbaik dari perguruan tinggi maupun instansi lain, agar ke depan kualitas kehumasan UPI semakin meningkat,” tambahnya.

Kepala KKIPP UPI Vidi Sukmayadi, Menteri Komdigi Meutya Hafid, Kasie Komunikasi Media KKIPP UPI Angga Hadiapurwa, Rabu (12/22).

Acara AMH 2025 dibuka secara resmi oleh Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi), Meutya Hafid. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya kolaborasi humas seluruh lembaga negara.
“Malam anugerah humas ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem komunikasi publik nasional dalam rangka Indonesia Maju dan mencapai Asta Cita Presiden. Ini momentum refleksi bagi kita semua dan pengakuan atas kerja keras humas. Kita berbeda lembaga, tetapi malam ini kita satu semangat,” ujarnya.

Anugerah Media Humas (AMH) adalah ajang penghargaan tahunan yang diselenggarakan oleh Bakohumas, Komdigi untuk lembaga kehumasan, baik di tingkat kementerian/lembaga, BUMN/BUMD, perguruan tinggi, maupun pemerintah daerah. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas kehumasan dalam menyampaikan informasi kepada publik dan mendorong inovasi dalam tata kelola komunikasi publik.

Prestasi yang diraih UPI melalui KKIPP menjadi bukti nyata komitmen universitas dalam menghadirkan layanan informasi yang profesional, inovatif, dan berdampak bagi masyarakat. (RK)

Keynote Session SENAVOK 2025: Kolaborasi Pemerintah–Akademisi–Industri Perkuat Transformasi Digital Pendidikan Vokasi

13 Nov 2025 • Humas UPI

Bandung, UPI — Seminar Nasional Pendidikan Vokasional (SENAVOK) 2025 diselenggarakan pada 12 November 2025 di Balai Pertemuan UPI, Universitas Pendidikan Indonesia, sebagai bagian dari rangkaian Dies Natalis UPI ke-71. Kegiatan yang diikuti lebih dari 300 peserta dan melibatkan 82 pemakalah ini menjadi forum strategis bagi pemerintah, akademisi, industri, dan guru SMK untuk membahas penguatan pendidikan vokasional melalui integrasi teknologi digital dan kecerdasan buatan.

Seminar Utama (Keynote Session) menjadi ruang penting bagi pemangku kepentingan pendidikan vokasi untuk menyatukan visi mengenai masa depan SMK di era kecerdasan buatan. Sesi ini memperlihatkan bagaimana pemerintah, akademisi, dan industri berdiri pada satu titik pandang yang sama: transformasi digital adalah kebutuhan mendesak yang harus dijawab bersama.

Pembicara pertama dari Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Dr. Sulistio Mukti Cahyono, S.E, M.B.A, membuka diskusi dengan paparan berbasis data mengenai ketidaksesuaian kompetensi lulusan SMK dengan kebutuhan industri. Ia mengungkapkan bahwa kesenjangan kurikulum masih menjadi akar persoalan yang harus segera ditangani.

“Sering kita dengar lulusan SMK kompetensinya tidak sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Itu pasti terjadi karena desain kurikulum berlaku nasional, sementara kondisi setiap daerah berbeda,” tegasnya.

Paparan Dr. Sulistio memperlihatkan perlunya SMK melakukan penyelarasan berbasis data, mulai dari pemetaan kompetensi hingga tracer study. Pendekatan berbasis bukti ini menjadi dasar bagi kementerian dalam menyiapkan kebijakan vokasi yang terarah, termasuk integrasi pembelajaran coding dan AI dalam kurikulum nasional sebagaimana amanat Permendikdasmen No.13/2025.

Isu tersebut kemudian mengalir pada fokus berikutnya: peran guru dalam implementasi transformasi digital. Melalui sambungan daring, perwakilan Direktorat GTK, Ibu Neng Siti Saadah, S.Si., M.B.A., menekankan bahwa guru SMK adalah aktor utama yang akan menentukan keberhasilan penguatan kompetensi digital siswa. Kebijakan perubahan kurikulum tidak akan berjalan tanpa peningkatan kapasitas guru, terutama dalam literasi digital, kecerdasan buatan, dan pedagogi berbasis teknologi.

Pandangan dari pemerintah pusat ini disambut oleh perspektif daerah. Perwakilan Dinas Pendidikan Jawa Barat, Dr. Firman Oktora, S.Si., M.Pd., M.Kom., menyoroti pentingnya memastikan kesiapan infrastruktur digital di sekolah serta memperkuat sinergi dengan industri lokal. Hal tersebut menunjukkan bahwa transformasi vokasi tidak bisa hanya dilakukan di tingkat pusat, kesiapan daerah menjadi faktor kunci dalam pemerataan kualitas.

Selanjutnya, kontribusi akademisi turut memperkaya arah diskusi. Prof. Lala Septem Riza, M.T., Ph.D., peneliti big data UPI, menunjukkan bagaimana pemanfaatan AI dan machine learning dapat mengoptimalkan asesmen, personalisasi pembelajaran, hingga pengambilan keputusan di sekolah. Pemaparannya memberikan gambaran konkret bagaimana teknologi dapat menjadi alat pengungkit peningkatan mutu SMK, bukan sekadar tren teknologi semata.

Perspektif industri kemudian menutup rangkaian paparan dengan nada yang menguatkan urgensi perubahan. Dr. Muhammad Subhan Iswahyudi, M.Eng, PCC, ACTC., dari Telkom Corporate University menekankan bahwa kompetensi digital tidak lagi menjadi nilai tambah, melainkan standar minimal dalam dunia kerja. Industri kini mencari lulusan yang mampu menggabungkan keterampilan teknis dengan kemampuan problem solving berbasis digital.

Alur pemaparan para narasumber tersebut semakin kokoh ketika dikaitkan dengan pesan Rektor UPI, Prof. Didi Sukyadi yang telah disampaikan pada sesi pembukaan. Ia memperingatkan bahwa perubahan dunia kerja sangat cepat dan tidak menunggu kesiapan lembaga pendidikan.

“Saat ini kita mengalami perubahan dunia kerja yang luar biasa… banyak pekerjaan hilang dan muncul pekerjaan baru yang menuntut penguasaan teknologi seperti AI, algoritma, dan coding,” ungkapnya.
“Kalau guru SMK tidak menguasai coding atau algoritma, tentu akan kesulitan mengajarkannya kepada para siswa,”  tambahnya.

Dengan saling menguatkan satu sama lain, seluruh paparan dalam Keynote Session SENAVOK 2025 membentuk gambaran utuh mengenai arah baru pendidikan vokasi Indonesia: kurikulum harus relevan, guru harus kompeten secara digital, sekolah harus didukung infrastruktur memadai, dan industri harus menjadi mitra strategis. (CS)

UPI dan United Tractors Membangun Jembatan Kerjasama Melalui Silaturahmi Alumni

13 Nov 2025 • Humas UPI

Jakarta, 11 November 2025 – Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) terus memperkuat jejaring kelembagaan dengan dunia industri. Hal ini terlihat dalam kunjungan Rektor UPI, Prof. Dr. Didi Sukyadi, bersama jajaran pimpinan universitas ke PT United Tractors Tbk (UT) di Jakarta, Selasa (11/11). Kunjungan tersebut dirangkaikan dengan kegiatan silaturahmi bersama para alumni UPI yang kini berkarier di perusahaan distributor alat berat terkemuka tersebut.

Turut hadir dalam rombongan UPI, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Bisnis Prof. Dr. Phil. Yudi Sukmayadi, M.Pd., serta Direktur Direktorat Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Dr. Siti Nurbayani, M.Si. Kegiatan disambut langsung oleh jajaran pimpinan United Tractors, di antaranya Abun Jufar selaku General Manager Human Capital, Dian Wahyu sebagai General Manager Corporate Communication and Sustainability, serta Hamdan Azis, alumni UPI yang kini menjabat sebagai Direktur UT School.

Pertemuan ini menjadi momentum penting memperkuat kemitraan antara dunia akademik dan industri. Selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan ini juga membahas potensi kerja sama strategis dalam bidang pemagangan serta pengembangan UT School sebagai balai latihan kerja. Dalam kesempatan itu, Hamdan Azis menyampaikan kebanggaannya sebagai bagian dari Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan (sekarang FPTI) serta  kontribusi alumni UPI yang kini tersebar di berbagai unit United Tractors di seluruh Indonesia.

“Banyak alumni UPI yang menunjukkan kinerja unggul, beradaptasi cepat, serta memiliki integritas tinggi di tempat kerja,” ujar Abun Jufar. Ia menambahkan, fleksibilitas dan sikap profesional menjadi keunggulan khas lulusan UPI yang memberikan nilai tambah bagi perusahaan dengan lebih dari 40.000 karyawan ini.

Diskusi berlangsung hangat dalam suasana kekeluargaan. Para alumni berbagi pengalaman mengenai relevansi pengalaman perkuliahan mereka di UPI dengan kebutuhan dunia industri. Mereka juga memberikan masukan terkait upaya memperkuat peran Ikatan Alumni UPI dalam mendukung pengembangan karier dan kolaborasi lintas sektor.

Rektor UPI dalam kesempatan itu menyampaikan penghargaan kepada seluruh alumni yang berkontribusi di berbagai bidang industri, termasuk di United Tractors. “Silaturahmi seperti ini tidak hanya mempererat hubungan emosional dengan alumni, tetapi juga  memperlihatkan dampak yang dikontribusukan alumni serta membuka peluang kerja sama konkret antara universitas dan dunia industri,” tutur Prof. Didi Sukyadi.

Kunjungan kelembagaan ini menjadi langkah nyata UPI untuk terus memperluas jaringan kemitraan, memastikan lulusan UPI dapat berdaya saing tinggi sekaligus tetap menjunjung nilai-nilai ilmiah, edukatif, dan religius di dunia profesional.

-VD-

Seminar Nasional Pendidikan Vokasional & Pameran Inovasi SMK 2025

13 Nov 2025 • Humas UPI

Bandung, UPI – Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) kembali menggelar Seminar Nasional Pendidikan Vokasional (Senavok) 2025 dan Pameran Inovasi SMK, sebuah ajang bergengsi yang menjadi barometer perkembangan pendidikan vokasi di Indonesia. Kegiatan yang berlangsung pada 12 November 2025 ini merupakan bagian dari rangkaian Dies Natalis UPI ke-71 dan diselenggarakan oleh PUI TVET Research Center. Kegiatan ini diselenggarakan di Gedung Achmad Sanusi.

Mengusung tema “Integrasi Kecerdasan Buatan dan Machine Learning dalam Pendidikan Kejuruan”, Senavok 2025 berupaya menjawab tantangan pesatnya perkembangan teknologi digital terhadap kompetensi guru dan lulusan pendidikan vokasi. Pihak panitia menegaskan bahwa momentum ini diharapkan mampu mempercepat transformasi digital di SMK dan mempersiapkan tenaga kerja masa depan yang adaptif dan berdaya saing.

Acara ini menghadirkan sejumlah narasumber dari pemerintah, industri, dan akademisi, di antaranya perwakilan Direktorat SMK, Direktorat GTK, peneliti big data UPI, hingga Telkom Corporate University. Diskusi mencakup kebijakan terbaru pendidikan vokasi, implementasi AI, serta kebutuhan kompetensi baru di era digital.

Salah satu sorotan utama kegiatan adalah Pameran Inovasi SMK yang diikuti oleh 13 SMK dari seluruh Jawa Barat. Beragam produk inovatif ditampilkan, mulai dari teknologi rekayasa, sistem IoT pertanian modern, hingga karya seni terapan. Pameran ini menjadi ruang apresiasi sekaligus inspirasi bagi sekolah lain dalam mengembangkan inovasi vokasional. Kehadiran pameran ini tidak hanya menampilkan capaian siswa, tetapi juga memperkuat jejaring antara sekolah dan industri, serta membuka peluang kerja sama lanjutan.

Senavok 2025 dihadiri oleh 300 peserta serta 82 pemakalah, yang terdiri dari guru SMK, dosen, mahasiswa, praktisi industri, serta pemerhati pendidikan vokasi. Selain seminar utama, acara juga dilengkapi presentasi paralel dan lomba kreativitas guru vokasi dengan kategori guru inovatif dan guru inspiratif. Ajang ini menjadi wadah berbagi pengalaman, hasil penelitian, serta praktik baik pembelajaran vokasional dari berbagai daerah di Indonesia.

Ketua PUI TVET Research Center, Iwan Kustiawan, S.T., M.T., Ph.D., menegaskan bahwa UPI terus mengembangkan diri sebagai pusat unggulan nasional dalam penguatan kompetensi guru teknik dan vokasi. Berbagai riset, pelatihan, dan kerja sama nasional–internasional telah dilakukan untuk mendukung transformasi pendidikan vokasi. “Senavok 2025 menjadi ruang bagi kita untuk bertukar pengalaman, hasil penelitian, dan gagasan tentang pengembangan pendidikan vokasi yang relevan dengan perkembangan teknologi.,” ujarnya.

Rektor UPI, Prof. Dr. Didi Sukyadi, M.A., dalam sambutannya menekankan pentingnya relevansi kurikulum SMK dengan kebutuhan industri, serta urgensi kompetensi digital dan AI bagi guru dan siswa. “Dalam penyiapan guru yang baik, selain konektivitas dengan industri, kita juga harus menyiapkan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan pasar. UPI telah diberi amanah untuk menghasilkan guru vokasi yang kompeten,” ungkapnya.

Pembukaan resmi Senavok 2025 dilakukan oleh Staf Khusus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Dr. Muhammad Muchlas Rowi, S.F,. S.H., M.M., melalui sambungan daring. Dalam pesannya, ia menekankan bahwa AI harus menjadi alat yang memanusiakan proses pendidikan, bukan menggantikannya, serta mendorong kolaborasi pemerintah, industri, dan akademisi untuk mempercepat transformasi SMK. (CS)

Motor Hidrogen, Inovasi Mahasiswa UPI Menuju Masa Depan Tanpa Emisi

13 Nov 2025 • Humas UPI
Motor Hidrogen karya Mahasiswa Prodi Otomotif FPTI UPI, 80 persen komponennya dirakit dari produk dalam negeri. Foto: RK/KKIPP 2025

Bandung, 12 November 2025 — Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) berhasil menciptakan motor hidrogen ramah lingkungan sebagai inovasi kendaraan masa depan yang bebas emisi. Motor ini merupakan hasil karya sepuluh mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif, Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan (FPTK) UPI, di bawah bimbingan Dosen Pendidikan Teknik Otomotif, Sriyono, S.Pd., M.Pd., dan Ramdhani, S.Pd., M.Eng.

Motor ini digerakkan oleh energi bersih berbasis fuel cell yang mengubah hidrogen menjadi listrik untuk menggerakkan motor. Dengan efisiensi tinggi, kendaraan ini mampu menempuh jarak hingga 428 kilometer dengan dua liter hidrogen, serta dilengkapi sistem regenerative braking yang mengubah energi pengereman menjadi daya listrik tambahan.

Selain efisien dan ramah lingkungan, motor ini juga dilengkapi teknologi pintar seperti Internet of Things (IoT) monitoring system, sensor kebocoran hidrogen otomatis, GPS tracker, dan fitur keamanan RFID yang dapat mematikan mesin dari jarak jauh. Sebanyak 80 persen komponennya dirakit dari produk dalam negeri, sementara fuel cell diimpor dari Republik Ceko.

Mahasiswa Teknik Otomotif UPI, memperkenalkan motor hidrogen hasil karya timnya dalam acara SENAVOK 2025 di Gedung Balai Pertemuan Umum UPI, Bandung, Rabu (12/11/2025).

“Kami ingin menunjukkan bahwa mahasiswa Indonesia mampu berinovasi dalam menciptakan teknologi otomotif berkelanjutan,” ujar Muhammad Zidan, salah satu anggota tim yang bertugas di bidang elektrika.

Motor hidrogen ini dikembangkan sejak awal 2024 dan berhasil lolos pendanaan nasional dalam ajang PLN ICE 2024, menjadikannya salah satu dari dua prototipe motor hidrogen mahasiswa di Indonesia—bersama tim dari ITS.

“Universitas Pendidikan Indonesia dalam mendukung inovasi teknologi mahasiswa di bidang teknologi hijau sangat luar biasa besar, dibuktikan keberhasilan mahasiswa dalam memenangkan lomba inovasi di tingkat nasional (ICE PLN, KMHE) juara 1 kategori sepeda bambu listrik dan kendaraan roda tiga, runner-up sepeda motor FCEV maupun event tingkat internasional (Shell Eco Marathon Asia Pacific and Middle East), juga runner-up kategori prototype hydrogen,” ujar Sriyono, M.Pd., dosen pembimbing tim.

Melalui inovasi ini, UPI menegaskan komitmennya dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-7 (Energi Bersih dan Terjangkau) serta poin ke-13 (Penanganan Perubahan Iklim), dengan mendorong pengembangan kendaraan tanpa emisi yang ramah lingkungan dan siap bersaing di era transportasi hijau masa depan. (RK)

Pencarian