Lembang, UPI — Dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-69, Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KEMA) Program Studi Pendidikan Masyarakat Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia (FIP UPI) menggelar kegiatan Social Project bertajuk “Impact in Motion” di SDN Bukanagara Pagerwangi, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (11/10). Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi akademik UPI dalam memperkuat peran pendidikan berbasis pemberdayaan masyarakat melalui kolaborasi antara mahasiswa, komunitas lokal, dan lembaga sosial.

Program Studi Pendidikan Masyarakat FIP UPI berperan aktif dalam menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada teori, tetapi juga praktik langsung di lapangan. Melalui kegiatan Social Project, mahasiswa diajak untuk menerapkan nilai-nilai kepedulian sosial, kemanusiaan, dan gotong royong sebagai bagian dari proses pembelajaran holistik. Ketua Program Studi Pendidikan Masyarakat, dalam sambutannya, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud konkret dari visi prodi untuk menghasilkan lulusan yang berdaya guna dan berperan aktif dalam transformasi sosial.

BEM KEMA Pendidikan Masyarakat FIP UPI sebagai pelaksana kegiatan mengusung semangat “Bergerak hari ini, berdampak di masa depan.” Filosofi ini sejalan dengan misi universitas dalam menciptakan pendidikan yang bermakna dan berdampak bagi masyarakat. Melalui program ini, mahasiswa diharapkan mampu menumbuhkan empati sosial, memperkuat jejaring dengan masyarakat, dan menciptakan solusi lokal atas permasalahan sosial dan lingkungan.

Kegiatan Social Project: Impact in Motion diawali dengan sesi pematerian dan sharing session tentang pengelolaan sampah di lingkungan RW 01 Pagerwangi. Dalam sesi tersebut, peserta diajak untuk berdiskusi dan berbagi pengalaman tentang cara-cara kreatif dalam mengelola sampah secara berkelanjutan. Selanjutnya, diadakan workshop pembuatan mini zine bertema “Gali Potensi Pengelolaan Sampah di RW 01,” yang hasilnya akan dikolaborasikan dengan komunitas seni dan literasi lingkungan Berkawansekebun dari Kota Bandung.

Selain edukasi lingkungan, kegiatan ini juga menebar dampak sosial nyata melalui penyaluran 25 paket sembako kepada warga RW 01 Pagerwangi yang membutuhkan. Donasi tersebut merupakan hasil penggalangan dana mahasiswa yang dilakukan secara mandiri dengan dukungan berbagai pihak. Penyerahan dilakukan secara langsung bersama perwakilan Karang Taruna RW 01 Pagerwangi sebagai bentuk transparansi dan kebersamaan. Menurut panitia pelaksana, kegiatan ini tidak hanya bertujuan membantu warga secara ekonomi, tetapi juga mempererat hubungan sosial antara mahasiswa dan masyarakat.

Kegiatan Impact in Motion juga menjadi bagian dari inisiatif strategis Universitas Pendidikan Indonesia, yaitu program “Berdampak”, yang mendorong sivitas akademika untuk mengintegrasikan pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Melalui program ini, UPI berupaya memastikan setiap kegiatan akademik memberikan kontribusi langsung bagi masyarakat serta menumbuhkan semangat inovasi sosial di kalangan mahasiswa.

Selaras dengan komitmen global terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), kegiatan ini mendukung beberapa tujuan pembangunan berkelanjutan, di antaranya: SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui praktik pembelajaran partisipatif berbasis masyarakat, SDG 11 (Kota dan Komunitas Berkelanjutan) dengan menumbuhkan kesadaran terhadap pentingnya lingkungan yang bersih dan sehat, SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui edukasi tentang prinsip 3R (reduce, reuse, recycle); serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi lintas sektor antara mahasiswa, komunitas lokal, dan organisasi masyarakat sipil.

Kegiatan yang berlangsung dengan penuh antusias ini dihadiri oleh dosen pembimbing Program Studi Pendidikan Masyarakat, pengurus BEM KEMA Penmas, serta perwakilan masyarakat RW 01 Pagerwangi dan komunitas Berkawansekebun. Suasana kebersamaan dan semangat gotong royong menjadi ciri khas seluruh rangkaian acara.

Sebagai tindak lanjut, pihak panitia merekomendasikan agar kegiatan serupa terus dikembangkan secara berkelanjutan melalui kemitraan antara kampus, komunitas lokal, dan pemerintah desa. Model kegiatan seperti Impact in Motion dinilai efektif dalam memperkuat literasi lingkungan, meningkatkan solidaritas sosial, dan memperluas ruang belajar mahasiswa di luar kampus.

Melalui Social Project: Impact in Motion, Program Studi Pendidikan Masyarakat FIP UPI menunjukkan bahwa pendidikan sejati adalah pendidikan yang hidup di tengah masyarakat. Gerakan ini menjadi bukti bahwa langkah kecil mahasiswa mampu menciptakan perubahan besar—bergerak hari ini untuk berdampak di masa depan.

Kontributor: BEM KEMA Prodi Penmas