
Surabaya, UPI
Dalam rangka memperkuat strategi pencapaian World Class University (WCU), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melakukan kunjungan ke Universitas Airlangga (UNAIR) pada Senin (14/7/2025). Kunjungan ini dilakukan untuk memperoleh wawasan mengenai praktik terbaik dalam tata kelola perguruan tinggi, kebijakan pendanaan berbasis kinerja, dan strategi UNAIR dalam peningkatan reputasi akademik serta peringkat dunia.
Kegiatan dihadiri oleh Rektor UNAIR Prof. Dr. Muhammad Madyan, S.E., M.Si., M.Fin., Sekretaris UNAIR Prof. Dr. Koko Srimulyo, Drs., M.Si., Plh. Wakil Rektor Sumber Daya Dr. Ardianto, S.E., M.Si., Ak., CMA., CA., Wakil Rektor Internasionalisasi, Digitalisasi, dan Informasi Prof. Dr. Muhammad Miftahussurur, Sp.PD., K-GEH., M.Kes., Ph.D., serta Ketua Badan Perencanaan dan Pengembangan Dian Ekowati, S.E., M.Si., M.App.Comm., Ph.D.
UPI menyoroti kemampuan UNAIR dalam 10 tahun terakhir hingga mampu menempati QS World University Rankings (QS WUR) ke 287 dan menempati TOP #3 universitas di Indonesia. Pencapaian ini tentunya tidak didapatkan dengan mudah, UNAIR melakukan upaya-upaya dalam meningkatkan kualitas pendidikan, terutama meningkatkan publikasi penelitian dari 150 artikel pertahun menjadi 3.200 artikel pertahun.
Perubahan budaya akademik menjadi elemen kunci dalam pencapaian UNAIR selama 10 tahun terakhir. Perubahan budaya ini mendorong dosen untuk aktif dalam kegiatan penelitian serta kolaborasi internasional. Kontribusi dosen dalam bentuk publikasi individu, kolaborasi nasional, kolaborasi internasional, dan jejaring global, memperoleh apresiasi yang baik dari kampus sehingga hal tersebut menciptakan budaya akademik dan riset yang mendukung karier dengan lebih efektif.
Salah satu inovasi penting adalah penerapan sistem anggaran berbasis output, di mana fakultas dan unit kerja menyusun anggaran berdasarkan target dan indikator kinerja yang terukur. Proses penganggaran melibatkan tahap budget hearing, dan alokasi dana didasarkan pada proposal berbasis capaian, bukan sekadar serapan anggaran. Hal tersebut berhasil menciptakan tata kelola keuangan dan membangun kemandirian finansial dengan mengelola anggaran secara efektif dan efisien.
Sistem informasi terintegrasi yang disebut SATU DATA dan Strategic Performance Management System (SPMS) yang dimiliki oleh UNAIR, berfungsi sebagai dasar monitoring dan evaluasi kinerja institusi secara menyeluruh. Dengan sistem ini, setiap fakultas dan program studi memiliki tanggung jawab capaian berdasarkan indikator strategis, sehingga arah pengembangan institusi menjadi lebih terukur dan terintegrasi. UPI sudah memiliki sistem sejenis sehingga pemanfaatan dapat ditingkatkan agar dapat secara maksimal digunakan sebagai dasar monitoring dan evaluasi kinerja institusi.
Reformasi beban kerja dosen juga menjadi perhatian agar dosen tidak hanya berfokus pada pengajaran, tetapi juga pada pengembangan riset dan pengabdian masyarakat. Perhatian khusus pada dosen muda dengan menyediakan tunjangan pra-serdos, menjamin kesejahteraan awal dosen sekaligus menjadi stimulus untuk pencapaian kinerja akademik sejak dini.
Hasil dari studi tiru ini menjadi salah satu dasar komitmen UPI dalam upaya mencapai WCU. Beberapa poin penting yang dapat diadopsi dan disesuaikan dengan konteks UPI antara lain membangun budaya riset melalui insentif publikasi yang terukur dan konsisten, menyusun anggaran berbasis output dan indikator strategis, penguatan sistem informasi sebagai dasar perencanaan dan monitoring, mendorong efisiensi anggaran serta transparansi dalam pengelolaan keuangan, dan fokus pada pengembangan dosen muda.

