Bandung, UPI

Direktorat Inovasi dan Pusat Unggulan Universitas (DIPUU) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menggelar Forum Inovasi Pendidikan LPTK, Selasa (15/7) di Ruang Rapat Utama DIPUU, gedung Center of Excellence lt. 5 Kampus UPI Jalan Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung. Forum Inovasi Pendidikan yang akan membahas tentang AD/ART dan struktur organisasi Forum Inovasi Pendidikan LPTK ini diikuti oleh para direktur direktorat inovasi dari eman perguruan tinggi negeri diantaranya Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Universitas Negeri Padang (UNP), Universitas Negeri Malang (UM), Universitas Negeri Semarang (UNNES), Universitas Negeri Surabaya (Unesa), dan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).

Dalam kesempatan tersebut Rektor UPI, Prof. Didi Sukayadi, M.A., mengatakan bahwa inovasi UPI jumlahnya masih terbatas, jadi dari sisi riset juga kita masih terbatas. Oleh karena itu, kita perlu melakukan akselerasi. Saat ini UPI sudah punya LPPM yang mengurusi masalah riset-riset dasar sampai dengan publikasi Tapi kalau DIPUU itu bertugas untuk melakukan hilirisasi dari hasil riset-riset yang sudah ada itu bisa berdampak untuk berkontribusi atas peningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sehingga hasil dari riset tersebut bisa menggantikan produk-produk impor atau bisa mendirikan setup yang baru atau bisa menjadi produk yang bisa diekspor atau yang dijual di masyarakat.secara masal sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan.

“SDM kita yang mampu merubah hasil riset menjadi produk unggulan serta bisa dipasarkan secara umum itu jumlahnya masih sedikit. Memang ada orang-orang yang luar biasa yang istimewa tetapi harus diperbanyak jumlahnya.Nah kemudian kita juga dari sisi riset inovasi terkait dengan pendidikan itu juga jumlahnya masih terbatas. Oleh karena itu, UPI melalui DIPUU ini sedang berupaya untuk meningkatkan jumlah produk inovasi unggulan”, tegas Rektor UPI.

Dijelaskan Rektor UPI, walaupun kita universitasnya namanya Universitas Pendidikan Pendidikan tetapi dari sisi riset pendidikannya memang masih kalah dibandingkan dengan riset-riset dalam bidang ilmu murni. Oleh karena itu, dengan bekerjasama dalam bentuk forum inovasi pendidikan kita berharap dapat melakukan proses saling belajar antara lembaga yang satu dengan lembaga yang lain. Dari saling belajar ini mudah-mudahan praktek baik yang ada di satu tempat bisa diterapkan di tempat yang lain.

“Dari hasil riset ,nantinya akan kita tingkatkan tahapannya bukan hanya sebatas menjadi laporan riset tetapi harus menjadi produk kemudian dihilirisasi,  dibuat  yang  lebih  real  bukan  hanya  prototipe dan juga tidak kalah penting bisa diproduksi  masal dengan  melibatkan pihak industri, karena industri tentu  mereka  sudah  punya  basis,  sudah  punya  modal,  sudah  punya  infrastruktur sehingga produk yang kita produksi akan mudah dalam proses penjualannya”, ujar Prof. Didi Sukyadi.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Inovasi, Kebudayaan, dan Sistem Informasi UPI, Prof. Dr. Agus Rahayu, M.P, mengatakan forum inovasi pendidikan  ini  merupakan  salah  satu  langkah  dari  serangkaian  langkah  terkait  dengan  gagasan  dan  atau  inisiatif  kami untuk  memenuhi  kebutuhan  fungsi-fungsi  inovasi  dalam  bidang  pendidikan.

“Kami  menyadari  bahwa  inovasi  pendidikan  relatif  tertinggal  jauh  dibandingkan  dengan  inovasi  bidang  lainnya atau  dalam  hal  ini  terjadi  kesenjangan  kapabilitasnya  dalam  inovasi  pendidikan.  Nah,  forum  inovasi  pendidikan  ini, yang  sekarang  sedang  dibahas  dan  nanti  sore  akan  dideklarasikan  ya,  pendirian  dan  atau  pengoperasiannya  itu  sebagai  salah  satu  ihtiar  kami untuk  membangun  ekosistem  strategik dalam  pengembangan  inovasi  Pendidikan, tentunya  untuk  pendidikan  bermutu,  untuk  semua, sehingga  nanti  pendidikan  nasional atau  pendidikan  pada  umumnya  bisa  kita  dukung peningkatan  mutunya”, kata Prof. Agus Rahayu.

Dikatakan Prof. Agus Rahayu, dalam  bidang  penelitian selama  ini hasil penelitian lebih  difokuskan  pada  luaran  publikasi, atau  misalnya  setinggi -tingginya  pada  publikasi  di  jurnal  ilmiah,  baik  nasional  maupun  internasional  bereputasi. Sedikit sekali  apa  skema  penelitian  yang  dipokuskan  pada,  inovasi  dan  atau  produk  yang  memiliki, nilai  invensi  namanya  itu.  Tentu  di  situ  ada  kebaruan,  kemudian  ada  nilai  ekonomi  yang  dibutuhkan  oleh  masyarakat  dan  bisa  diorganisasikan  dalam  pengertian  dimanfaatkan  dalam  berbagai  situasi sekaligus  yang  memenuhi  kriteria  kekayaan  intelektual  dalam  bentuk  patet. Dan  ini  kan  modal  penting  dalam  rangka  menghilirisasi  dan  atau  mengkomersialisasi  inovasi  hasil  penelitian  dan  pengembangan.

Menurutnya, posisi  forum  inovasi  pendidikan  itu  mengambil  peran  strategis  disitu. Dalam  satu  ekosistem  strategik  yang  bisa  menggerakkan  fungsi -fungsi  inovasi,  hilirisasi. Komersialisasi  inovasi  hasil  penelitian  dan  pengembangan.

“Kedepan  nanti  targetnya  ada  penelitian  bidang  lain  tapi  yang  memberi  kontribusi  pada  inovasi  pendidikan.  Makanya  forum  ini  sangat  inklusif, tidak  hanya  para  peneliti  yang  memfokuskan  pada  bidang  penelitian,  tetapi  juga peneliti  lain,  lembaga  lain,  elemen  lain,  termasuk  industri  begitu. Karena kan  hilirisasi,  komersialisasi  itu  tidak  bisa  sendiri.  Itu  harus  melibatkan  industri  sebagai  mitra  strategis

Ia berharap  forum ini memiliki peran yang strategis dari tiap masing -masing  perguruan  tinggi  dan  atau  perguruan  tinggi  dan  atau  pihak  lain yang  tergabung  dalam  forum  itu, dalam  ekosistem  inovasi  pendidikan  itu. sehingga bisa  mencapai  dan  atau  melampaui  target -target  inovasi  pendidikan, baik  dalam  jumlah,  jenis,  maupun  mutunya. (DN)