Bandung, UPI

Sebuah buku yang terbit tepat ketika euporia dan banyaknya diskusi, seminar dan workshop tentang Artificial Intelligence (AI) begitu viral dewasa ini, seorang penulis bernama Deni Darmawan melalui penerbit kampusnya yaitu UPIPRESS tembus ke Unesco. Buku tersebut sangat sederhana dan mendapatkan sumbangan sejumlah chapter yang ditulis bersama secara daring oleh Deni dan Bernar Marr. Tentunya buku tersebut berisikan learning experience tentang bagaimana sebuah pemikiran AI maupun kajian tentang kerangka kerja dan pemanfaatannya dalam dunia Pendidikan maupun bisnis industri, ekonomi, politik, pemerintahan bahkan dunia intelligence sekalipun telah dibahas di dalamnya.

Tentunya dari banyaknya telaah dan kajian tersebut, maka jadilah buku tersebut menarik para pembaca selain menjadi bahan perkuliahan pada program studi Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan UPI, maka para pembaca dari anggota Orbicom-Unesco juga turut menyisihkan waktunya untuk sekedar membuka buku tersebut. Dari sejumlah pembaca dari Eropa telah melakukan translate terhadap isi dari buku tersebut yang kebetulan juga bisa diakses dari penerbit UPIPRESS. Mereka sangat tertarik untuk menelaah secara mendalam, khususnya untuk aspek landasan ilmiah atau perspektif yang digunakan para penulis dalam menguraikan dan menerapkan setiap chapter-nya ke dalam berbagai bidang kehidupan dan kebutuhan interaksi manusia di era globalisasi digital ini.

Sebagai bukti dari pengalaman tentang isi buku ini pernah dibedah oleh para guru, dan praktisi STEIM dari Jepang yaitu Professor Kurusu dari Hiroshima University. Dari perspektif beliau menunjukkan bahwa kajian AI, mulai dari pemahaman sampai dengan pemanfaatan tentunya harus berlandaskan akan kajian ilmiah dan praktis. Dua aspek ini akan saling melengkapi kegelisahan para pengguna produk AI dalam berbagai bidang pekerjaan. Demikian juga disampaikan oleh presiden Orbicom-Unesco Professor Immanuel Rodriguez, dalam kesempatan di Parliament Europ menegaskan bahwa buku tersebut sangat penting dalam memberikan input bagi para Chair Unesco dalam multidisiplin untuk kembali kepada hakikat kehidupan yang harus dikontrol dan dikelola oleh manusia, dimana saja dan dalam bidang apapun.

Sebagai contoh dalam telaah Unesco tentang Ethic of AI, bisa disuplai oleh isi dari buku karya salah seorang Members od Director Orbicom-Unesco yaitu Deni Darmawan sebagai salah satu penulis buku tersebut. Menurut Professor Manuel memberikan selamat bahwa ulasan karya buku AI ini telah diterbitkan juga dilaman Orbicom Unesco yang dapat diakses di: https://orbicom.ca/bulletins-orbi-info/ untuk edisi Juni, 2025. Atau hasil unduhan digitalnya pada https://orbicom.ca/wp-content/uploads/2025/06/EN_june-2025-ORBI-INFO.pdf. (DD/DN)