
Bandung, UPI
The 16th International Conference on Special Education in the Southeast Asia Region (ICSAR) 2026 tidak lagi sekadar menjadi forum pertemuan akademisi dari Asia Tenggara. Kehadiran peserta dan pembicara dari Jepang, China, Hongaria hingga Arab Saudi menunjukkan berkembangnya jejaring pendidikan khusus yang melampaui batas kawasan awal konferensi tersebut.
Hal itu disampaikan Ketua Pelaksana ICSAR 2026 yang juga Sekretaris Program Studi Pendidikan Khusus FIP UPI, Dr. Yoga Budhi Santoso, M.Pd., saat konferensi berlangsung di Auditorium Gedung Pascasarjana Baru Lantai 7, Kampus UPI, Kamis (8/10/2026).
Menurut Yoga, ICSAR pada dasarnya merupakan konferensi tahunan pendidikan khusus di Asia Tenggara. Forum tersebut menjadi tempat bagi perguruan tinggi untuk bertukar perkembangan penelitian dan membangun kesetaraan dalam pengembangan pengetahuan pendidikan khusus di kawasan.
Namun, perkembangan jejaring membuat cakupan konferensi semakin luas. Selain Indonesia dan Malaysia sebagai bagian dari jejaring awal, konferensi kini melibatkan negara seperti Jepang dan China, serta pembicara dari Hongaria.
“Asia Tenggara plus plus,” ujar Yoga ketika menggambarkan perkembangan jejaring ICSAR yang kini tidak lagi terbatas pada kawasan Asia Tenggara.
Perluasan jejaring tersebut penting karena perkembangan pendidikan khusus di setiap negara memiliki konteks yang berbeda. Pertukaran penelitian memungkinkan perguruan tinggi melihat bagaimana negara lain merespons persoalan pendidikan khusus sekaligus memperkenalkan penelitian yang berkembang di Indonesia.
Bagi UPI, forum tersebut juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kapasitas pendidikan khusus kepada jejaring akademik internasional. Yoga mengatakan salah satu tujuan utama kegiatan adalah mengetahui perkembangan riset tahunan di Asia Tenggara dan Asia sekaligus membangun kerja sama lebih luas dengan perguruan tinggi di luar negeri.
“Yang kedua adalah kita ingin selalu menjalin kerja sama lebih banyak lagi dengan kampus-kampus di luar negara agar ke depan pendidikan khusus, UPI khususnya, juga semakin dikenal dari internasional,” katanya.
Perkembangan tersebut bahkan membuka peluang penyelenggaraan kegiatan berikutnya di China. Yoga menyebut UPI telah menerima undangan untuk mengikuti kegiatan di Nanjing, China, pada tahun depan setelah pihak dari China mengetahui pelaksanaan konferensi di UPI dan menunjukkan ketertarikan untuk menyelenggarakannya di negara tersebut.
Dengan demikian, ICSAR tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi berkembang sebagai jaringan akademik yang memungkinkan riset pendidikan khusus Indonesia bertemu dengan perkembangan penelitian dari berbagai negara. (RK/RI)

