Achmad Riyadi Alberto, Kepala Tim Layanan Referensi Virtual di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Foto: Achmad Riyadi Alberto

Menilik kembali perjalanan karier yang dibentuk oleh pengabdian, kemampuan beradaptasi, dan kekuatan transformatif pendidikan, satu sosok menonjol sebagai simbol pustakawan Indonesia modern. Sebagai Kepala Tim Layanan Referensi Virtual di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, ia menjembatani tradisi dan teknologi, patriotisme dan konektivitas global. Sosok itu adalah Achmad Riyadi Alberto, S.Ptk., seorang inovator yang kepemimpinannya terus mendefinisikan ulang makna pengabdian di era digital.

Perjalanan Achmad dimulai dengan sederhana, namun semangatnya terhadap pembelajaran dan pengabdian telah tumbuh sejak dini. Lahir pada tahun 1995 di Bandung, ia dikenal sebagai siswa yang tekun dengan ketertarikan besar terhadap informasi dan komunikasi. Ketika ia menjadi Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) pada tahun 2013 untuk mempelajari Ilmu Perpustakaan dan Informasi, ia memandang perjalanan akademiknya sebagai sarana untuk mengabdi kepada bangsa. Selama masa studinya di UPI, ia aktif dalam berbagai kegiatan kampus, mulai dari menyelenggarakan seminar hingga memimpin organisasi kemahasiswaan, yang mengasah kemampuan kepemimpinannya serta menumbuhkan rasa tanggung jawab sosial yang tinggi.

Fondasi Keunggulan dan Perspektif Global

Masa kuliah Achmad di UPI bukan sekadar belajar di ruang kelas; melainkan memahami pentingnya pengabdian kepada masyarakat, kemampuan beradaptasi terhadap tantangan baru, dan terus menyempurnakan keterampilan diri. Keterlibatannya dalam berbagai aktifitas kemahasiswaan, seperti Semiloka Kepustakawanan Indonesia tahunan, memberinya kesempatan untuk terlibat langsung dengan isu-isu nasional terkait kepustakawanan dan pengelolaan informasi. Pengalaman ini meneguhkan keyakinannya bahwa profesi pustakawan bukan hanya pekerjaan mulia, tetapi juga bagian penting dalam pembangunan masyarakat.

Achmad Riyadi Alberto (keempat dari kanan) bersama rekan-rekan Himpunan Mahasiswa Perpustakaan dan Informasi UPI, tempat ia menumbuhkan semangat pengabdian dan kepemimpinan yang kelak membawanya menjadi pelopor inovasi layanan digital di Perpustakaan Nasional RI.

Ia lulus pada tahun 2017 dengan semangat kuat untuk melayani kebutuhan pendidikan dan informasi Indonesia, memulai kariernya di Perpustakaan Nasional RI. Dedikasi dan pendekatan inovatifnya membuatnya cepat menanjak dalam karier, memperoleh penghargaan seperti Pustakawan Layanan Perpustakaan Nasional Terbaik (2023) dan pengakuan sebagai Ahli Nasional Layanan Perpustakaan Digital (2024). Terobosan besarnya adalah memimpin pembentukan Layanan Referensi Virtual, yang menghubungkan sumber daya besar perpustakaan dengan pengguna di seluruh Indonesia dan dunia, sekaligus menjembatani kesenjangan digital serta hambatan bahasa dengan efektif.

Pelopor Inovasi Digital dan Layanan Inklusif

Karya Achmad mencerminkan perpaduan antara inovasi teknologi dan semangat pelayanan publik. Melayani pengguna dari berbagai latar belakang—termasuk masyarakat desa, komunitas Indonesia di luar negeri, hingga peneliti internasional—membutuhkan keterampilan komunikasi antarbudaya, kemampuan berbahasa yang fleksibel, serta pemecahan masalah yang tinggi. Kemampuannya dalam melayani pengguna multibahasa dan menyesuaikan dengan berbagai tingkat literasi digital menjadikan timnya sebagai percontohan nasional dalam layanan pustaka digital.

Ia percaya bahwa pendidikan di UPI berperan penting dalam membentuk cara pandangnya.

“Universitas menanamkan rasa patriotisme dan pentingnya belajar sepanjang hayat yang kuat dalam diri saya,” ujarnya.
“Saya belajar bahwa pengetahuan harus digunakan untuk melayani masyarakat, dan kita harus selalu siap beradaptasi dengan perubahan lanskap teknologi informasi.”

Achmad juga terus berkomitmen terhadap pengembangan profesional pribadinya. Ia meraih gelar Magister Manajemen Informasi (2020) dan sertifikasi Pustakawan Digital (2022), sambil tetap menjalankan tugasnya di perpustakaan. Kerja kerasnya mengubah perpustakaan menjadi pusat yang dinamis bagi literasi digital dan akses terbuka.

Menginspirasi Generasi Pustakawan dan Pemimpin Selanjutnya

Pesan Achmad kepada mahasiswa dan alumni UPI jelas: tetaplah ingin tahu, terus berinovasi, dan melayani dengan integritas.

“Era digital menuntut pustakawan untuk tidak hanya menjadi penjaga pengetahuan, tetapi juga pelopor perubahan,” tegasnya.

Ia membayangkan UPI akan terus melahirkan lulusan yang unggul dalam literasi digital, kemampuan multibahasa, dan keterlibatan sosial—lulusan yang akan membentuk masa depan Indonesia dalam bidang pendidikan dan informasi.

Seiring kemajuan Indonesia di era digital, kisah Achmad Riyadi Alberto menjadi bukti nyata kekuatan transformatif pendidikan yang berakar pada ketangguhan, kemampuan beradaptasi, dan niat tulus untuk mengabdi. Perjalanannya dari awal yang sederhana di Bandung hingga meraih pengakuan nasional mencerminkan misi UPI untuk menumbuhkan pemimpin yang benar-benar membawa perubahan—pemimpin yang mengabdi dengan hati dan berinovasi dengan tujuan mulia. (VS)