Bandung, UPI – 28 Agustus 2025. Universitas Pendidikan Indonesia melalui Tim Greenmetric menginisiasi kampus hijau sejak 2018 oleh Ar. Dr. Eng. Beta Paramita, S.T., M.T., IAI., GP. yang kemudian menjadi program UPI GreenCampus. Mulanya, tim ini terbentuk berdasarkan kebutuhan untuk pemeringkatan universitas dalam aspek sustainability. Tim menyadari bahwa untuk mewujudkan kampus hijau yang ideal membutuhkan komitmen semua pihak agar dampaknya dapat dilihat dan dirasakan langsung, bukan sekedar pencapaian dalam pemeringkatan. UPI GreenCampus merupakan gerakan yang mendukung terwujudnya kampus UPI yang berkelanjutan melalui “harmoni ilmu dan alam”. 

Program UPI GreenCampus salah satunya mendukung SDG 12 Konsumsi dan Produksi yang Bertanggungjawab. Pada penyelenggaraan Masa Orientasi Kampus dan Kuliah Umum (MOKA-KU) UPI 2025, tim greenmetric mendapat kesempatan untuk berkoordinasi dengan panitia MOKA-KU UPI 2025 sehingga salah satu agenda edukasi “Pemilahan Sampah sesuai Kategori” dapat dilaksanakan melalui praktek langsung di lokasi. Dr. Rani Megasari, M.T sebagai koordinator area waste and water tim greenmetric bersama Retno Ayu Hardiyanti, M.Pd menyambut baik kesempatan ini dengan mengupayakan berbagai hal yang dapat memperbesar peluang sukses pemilahan sampah di lokasi gymnasium UPI pada tanggal 25, 27, dan 28 Agustus 2025.

Tercatat lebih dari sembilan ribu mahasiswa baru dalam MOKA-KU UPI tahun ini, sehingga potensi timbulan sampah akan sangat besar terpusat di gedung gymnasium. Momentum yang sangat baik untuk edukasi pemilahan sampah sesuai kategori.

Edukasi dengan sasaran mahasiswa baru merupakan langkah strategis untuk mempersiapkan insan kampus yang lebih memiliki wawasan lingkungan yang baik. Strategi lainnya adalah dengan merekrut relawan dari mahasiswa lintas program studi dan angkatan yang selanjutnya memberi nama komunitasnya dengan sebutan ZeroWaste Rangers Universitas Pendidikan Indonesia, diketuai oleh Kaka Satria Pratama. Sebanyak 8 set keranjang sampah didistribusikan di empat jalur mobilitas mahasiswa. Setiap set terdiri dari empat keranjang dengan warna berbeda, yaitu hijau untuk sampah organik, biru untuk sampah kertas, kuning untuk sampah botol dan gelas plastik, serta merah untuk anorganik non kertas seperti logam dan kaca. Selain informasi berupa label kategori di setiap keranjang, keranjang sampah juga didesain khusus agar terlihat isinya sehingga memudahkan dalam memahami kategori sampah. 

Selama tiga hari penyelenggaraan MOKA-KU UPI di Gymnasium, tim berhasil mengawal pemilahan sampah dengan total sampah sebanyak 711,8 kg (dominasi sampah botol kecil pecahan kaca sebanyak 577,6 kg) berhasil dikirim ke Bank Sampah Bersinar untuk didaur ulang. Hasil penukaran sampah berupa uang sejumlah Rp396.440 didonasikan melalui Lembaga Beasiswa IKA UPI untuk membantu mahasiswa UPI yang terkendala biaya pendidikan, selaras dengan SDG 4 Pendidikan yang Berkualitas. Langkah ini juga merupakan strategi untuk edukasi yang lebih luas, tentang program donasi sampah terpilah oleh civitas UPI dan masyarakat sekitar UPI sebagai program lanjutan menginisiasi program bank sampah di lingkungan UPI. Donasi yang biasanya dalam bentuk uang diberikan dalam bentuk sampah terpilah sebagai strategi penanganan sampah dari hulu dapat menjadi kampanye untuk disebarluaskan secara massive. Selain itu, program ini juga mendapat respon positif petugas kebersihan UPI karena dapat mengurangi volume sampah yang dikirim ke TPA secara signifikan yang selama ini menjadi permasalahan yang sulit diselesaikan dan menjadi perhatian Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandung. 

Selain menjalin kemitraan dengan Bank Sampah Bersinar, sampah terpilah juga akan disalurkan dan diolah oleh internal UPI untuk mendukung penelitian dan pengabdian, serta mendukung banyak inovasi tentang pengelolaan sampah secara berkelanjutan sesuai SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Tim berharap gerakan ini dapat terus berlanjut dan semakin meluas serta membudaya, program-program dengan tujuan yang sama dapat disinergikan, semua pihak turut berpartisipasi dan berkontribusi dalam aksi ini sesuai dengan keilmuan dan kapasitas masing-masing. UPI GreenCampus, Harmoni Ilmu dan Alam, dari Kampus untuk Bumi. 

Kontributor: Rani Megasari