Diskusi Bahasa Daerah: 5 Pendapat Mahasiswa dalam Konten “Bahas Bahasa”

Bandung – Baru-baru ini, proyek PKM “Bahaswara” dari mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia mengadakan diskusi menarik yang mereka sebut “Bahas Bahasa.” Diskusi ini mengundang lima narasumber yang berbicara tentang bahasa daerah dan gagasan inovatif “Bahaswara.” Acara ini menjadi salah satu cara untuk menggali pandangan dan reaksi masyarakat terhadap usaha pelestarian bahasa daerah di era modernisasi.

Dalam “Bahas Bahasa,” kelima narasumber yang diundang adalah individu yang memiliki latar belakang dan pengetahuan yang beragam tentang bahasa daerah. Mereka adalah mahasiswa dari 3 angkatan yang berbeda dan mempunyai bahasa ibu yang berbeda-beda. Diskusi ini memiliki tujuan untuk menggali perspektif mereka mengenai permasalahan pelestarian bahasa daerah, tantangan yang dihadapi, dan apakah “Bahaswara” dapat menjadi solusi yang efektif.

Kesimpulan dari diskusi adalah bahwa pelestarian bahasa daerah merupakan tugas bersama dan memerlukan peran aktif dari semua pihak, terutama generasi muda. Para narasumber sepakat bahwa “Bahaswara” adalah ide yang menarik dan berpotensi menjadi alat yang efektif dalam melestarikan bahasa daerah, terutama dalam lingkup pendidikan.

Tim “Bahaswara” mengundang semua orang untuk menonton “Bahas Bahasa” dan bergabung dalam upaya mereka untuk melestarikan bahasa daerah di Indonesia. Mereka percaya bahwa dengan peran bersama, bahasa daerah dapat terus berkembang dan tidak terancam punah di era modernisasi.

https://www.youtube.com/watch?v=z5-FDjFQWKQ&t=1s

(Niken Vintang Erdwiyana)