Bandung, UPI

Program Studi Pendidikan Tata Boga Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan (FPTK) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) sukses menjadi tuan rumah babak final Halal Chef Competition. Kompetisi ini merupakan bagian dari rangkaian Sunda Karsa Fest: Karya Kreatif Jawa Barat (KKJ) x West Java Sharia Economic Festival (WJSEF) 2026 yang digelar pada Kamis (25/6/2026).

Penyelenggaraan acara ini merupakan buah sinergi strategis antara UPI, Bank Indonesia (BI), Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda), dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Sebanyak 17 finalis bertanding menunjukkan kreativitas dan keterampilan mengolah bahan pangan bersertifikat halal yang terbagi ke dalam tiga kategori: profesional, universitas/vokasi/komunitas perempuan, dan pesantren.

Acara pembukaan dihadiri oleh Kepala Divisi Kantor Perwakilan BI Jawa Barat, Cecep Ridwan, S.E., M.M., serta Wakil Dekan Bidang Akademik dan Penjaminan Mutu FPTK UPI, Iwan Kustiawan, Ph.D.

Untuk menjaga kualitas kompetisi, proses penilaian dilakukan oleh dewan juri ahli yang kompeten di bidangnya, antara lain Dr. Rita Patriasih, M.Si. (Ketua Prodi Pendidikan Tata Boga FPTK UPI), Chef Adie Miartadi (Presiden Islamic Chef and Culinary of Indonesia / ICCI), dan Chef Suharna (Culinary Expert profesional sekaligus Kurator IKRAA Bank Indonesia).

“Bagaimana kita dapat menjadikan kreativitas kuliner halal sebagai kekuatan ekonomi baru yang mampu meningkatkan daya saing daerah sekaligus memperkuat identitas budaya lokal?” ujar Iwan Kustiawan, Ph.D., menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun ekosistem halal.

Keterlibatan UPI dalam ajang ini didukung penuh oleh fasilitas laboratorium dan dapur praktik kampus yang telah memenuhi standar industri. Selain menjadi ajang unjuk gigi bagi para peserta, kompetisi ini menjadi wahana pembelajaran autentik bagi mahasiswa Tata Boga UPI untuk berinteraksi langsung dengan pelaku industri, UMKM, dan komunitas.

Langkah nyata ini sejalan dengan semangat program “Berdampak” UPI, yang mendorong perguruan tinggi untuk menghadirkan kontribusi sains dan keterampilan langsung ke tengah masyarakat. Dari segi pembangunan berkelanjutan, kegiatan ini mendukung capaian tiga target Sustainable Development Goals (SDGs), SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) Penguatan kompetensi praktis peserta dan mahasiswa. SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) Pengembangan kapasitas SDM dan UMKM kuliner halal. SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) Kolaborasi nyata antara akademisi, pemerintah, lembaga keuangan, dan asosiasi profesi.

Sebagai tindak lanjut strategis, Prodi Pendidikan Tata Boga FPTK UPI berencana memperluas kerja sama dengan pemerintah, industri, dan lembaga sertifikasi halal. Kolaborasi ke depan akan difokuskan pada program pelatihan, riset terapan, serta pengembangan kurikulum berbasis kebutuhan industri produk halal.

Melalui kesuksesan Halal Chef Competition WJSEF 2026 ini, UPI kembali menegaskan posisinya tidak hanya sebagai pencetak lulusan berkualitas, tetapi juga sebagai pusat unggulan pendidikan dan inovasi kuliner halal di tingkat nasional maupun internasional. (DN)