Jerman, UPI

Dosen Program Studi Fisika Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FPMIPA) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Chandra Wulandari, terpilih sebagai salah satu dari tujuh delegasi Indonesia yang mengikuti 75th Lindau Nobel Laureate Meeting (LINO75) di Lindau, Jerman, pada 28 Juni–3 Juli 2026.

Chandra bersama delegasi Indonesia lainnya dipilih dan difasilitasi oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) setelah melalui proses seleksi berjenjang oleh Kemdiktisaintek dan komite Lindau Nobel Laureate Meetings.

LINO75 merupakan pertemuan interdisipliner yang mempertemukan sekitar 70 penerima Nobel dengan lebih dari 600 Young Scientists dari berbagai negara. Forum tersebut menjadi ruang pertukaran pengetahuan dan pengalaman sekaligus mempertemukan lintas generasi ilmuwan dari berbagai bidang.

Pembukaan LINO75 turut dihadiri Presiden Republik Federal Jerman Frank-Walter Steinmeier. Mantan Kanselir Jerman Angela Merkel juga hadir dalam sesi khusus bersama para ilmuwan muda untuk membahas kebebasan akademik, keingintahuan, dan tanggung jawab sains dalam masyarakat.

Selain mengikuti rangkaian utama LINO75, Chandra memperoleh undangan eksklusif dari Menteri Federal Jerman untuk Riset, Teknologi, dan Antariksa Dorothee Bär untuk menghadiri Summer Festival of Science 2026.

Selama berada di Lindau, Chandra mengikuti berbagai agenda ilmiah, mulai dari kuliah ilmiah, Nobel Hours, Synergy Talks, hingga diskusi lintas disiplin. Berbagai forum tersebut memberikan kesempatan kepadanya untuk berinteraksi langsung dengan para penerima Nobel serta ilmuwan muda dari berbagai negara.

“Pertemuan ini memperlihatkan bahwa di balik pencapaian besar para Nobel Laureates terdapat perjalanan panjang yang penuh tantangan, ketidakpastian, dan ketekunan. Hal yang paling berkesan bagi saya adalah kerendahan hati serta keterbukaan mereka dalam berdiskusi dengan para ilmuwan muda,” ujar Chandra.

Menurut Chandra, pengalaman selama LINO75 menunjukkan bahwa pencapaian ilmiah tertinggi tidak lahir melalui perjalanan yang selalu berjalan mulus. Kisah para penerima Nobel memperlihatkan adanya kegagalan, penolakan pendanaan, kehilangan posisi, keraguan, serta berbagai hasil penelitian yang tidak terduga sebelum akhirnya menghasilkan penemuan penting.

Keikutsertaan dalam LINO75 juga memberikan kesempatan kepada Chandra untuk membangun jejaring dengan peneliti muda dari berbagai negara. Ia juga mempererat hubungan dengan enam delegasi Indonesia lainnya.

Sebagai anggota termuda dalam delegasi Indonesia, Chandra memperoleh banyak pembelajaran dan pendampingan dari rekan-rekannya yang lebih berpengalaman.

Partisipasi Chandra tidak hanya menjadi pencapaian individual, tetapi juga membawa nama UPI ke salah satu forum sains internasional. Pengalaman tersebut sekaligus membuka ruang bagi penguatan jejaring akademik, kolaborasi penelitian, dan internasionalisasi universitas.

Keikutsertaan dosen UPI dalam forum seperti Lindau Nobel Laureate Meeting juga menunjukkan pentingnya keterlibatan akademisi dalam komunitas keilmuan global sebagai bagian dari pengembangan kapasitas penelitian dan pertukaran pengetahuan lintas negara. (RK)