
Tanjong Malim, 30 Juni 2025
Komitmen Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) kembali ditunjukkan melalui kiprah dosen-dosen Fakultas Pendidikan Teknik dan Industri (FPTI). Salah satu langkah strategis terbaru diwujudkan melalui kegiatan riset kolaboratif internasional bertema pengembangan green curriculum untuk peningkatan green skills calon guru vokasional.
Dr. Mustika Nuramalia Handayani, dosen Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri FPTI, memimpin tim peneliti UPI dalam kunjungan akademik ke UPSI Malaysia pada Senin 30 Juni 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan riset kolaboratif berjudul “A Joint Green Curriculum Development Model to Improve Green Skills of Prospective Vocational Teacher Students in Indonesia and Malaysia: A Collaborative Study”, yang didanai LPPM UPI melalui skema Penelitian Kolaborasi Internasional tahun 2025.


Tim peneliti UPI yang turut hadir dalam kunjungan tersebut yaitu Dewi Cakrawati, Ph.D. dan Muhammad Oka Ramadhan, M.Pd. Kegiatan utama kunjungan adalah FGD bersama para akademisi Fakulti Teknikal dan Vokasional (FTV) UPSI. Dalam FGD tersebut, terungkap bahwa kurikulum pendidikan calon guru vokasional bidang pertanian, baik di UPI maupun UPSI, belum sepenuhnya mengintegrasikan konsep sustainability secara sistemik. Hal ini menjadi catatan penting, mengingat UNESCO melalui Greening Education Partnership menargetkan agar tahun 2030, sebanyak 90% negara di dunia telah mengintegrasikan pendidikan perubahan iklim dan pembangunan berkelanjutan ke dalam kurikulum nasionalnya. Target ambisius ini sejalan dengan komitmen global untuk menjadikan sistem pendidikan sebagai penggerak utama dalam menghadapi krisis iklim dan mewujudkan transisi hijau.
Dr. Ridzwan bin Che Rus, dosen Jabatan Sains Pertanian FTV UPSI sekaligus mitra peneliti dalam proyek ini, menyatakan bahwa UPSI sangat menaruh perhatian pada isu green curriculum, sejalan dengan pencapaiannya dalam peringkat UI Green Metric. “UPSI saat ini berada di peringkat 111 dunia dan ke-7 di Malaysia dalam pemeringkatan UI Green Metric. Oleh karena itu, kami menyambut baik kolaborasi ini yang dapat memperkuat arah keberlanjutan dalam pendidikan guru vokasional,” ujarnya.
Dekan Fakulti Teknikal dan Vokasional UPSI, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menyampaikan dukungannya terhadap pelaksanaan riset kolaboratif ini. Ia menyebutkan bahwa program seperti ini tidak hanya berdampak pada penguatan akademik dan pengembangan kurikulum, tetapi juga berkontribusi langsung pada pencapaian Key Performance Indicator (KPI) institusi.
“Green curriculum tidak hanya soal konten pembelajaran, tetapi juga mencerminkan orientasi institusi pendidikan terhadap pembangunan berkelanjutan. Kolaborasi ini diharapkan mampu menghasilkan model kurikulum bersama yang adaptif, kontekstual, dan mendukung kompetensi calon guru vokasional khususnya bidang pertanian dalam menghadapi tantangan masa depan,” ujar Dr. Mustika, yang telah konsisten meneliti green curriculum sejak tahun 2019.
Luaran dari penelitian ini mencakup model green curriculum bersama, naskah kebijakan, dan publikasi ilmiah bereputasi internasional. Harapannya, hasil riset ini dapat menjadi acuan strategis bagi institusi penyelenggara pendidikan guru vokasional di ASEAN dalam mendesain kurikulum yang responsif terhadap isu lingkungan dan transisi hijau.

Kunjungan tersebut juga dimanfaatkan untuk memperkuat kerja sama kelembagaan antara UPI dan UPSI, yang ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dan Implementation Agreement (IA) antara FPTI UPI dan FTV UPSI. Salah satu wujud nyata dari kerja sama ini adalah pelaksanaan program riset kolaboratif lintas negara.
Dalam kesempatan yang sama, Dr. Mustika yang juga Wakil Dekan FPTI UPI bidang kemahasiswaan, memaparkan berbagai peluang kolaborasi ke depan, termasuk program summer program bertema Greening TVET yang akan diselenggarakan pada akhir Juli – Agustus 2025. Program ini dirancang untuk mempertemukan mahasiswa dari berbagai negara dalam diskusi dan proyek kolaboratif seputar pendidikan vokasional dan pembangunan berkelanjutan.
Kiprah dosen FPTI ini mencerminkan peran aktif UPI dalam mewujudkan SDGs, khususnya Goal 4 (pendidikan berkualitas), Goal 13 (penanganan perubahan iklim), dan Goal 17 (Kemitraan untuk mencapai tujuan). Melalui kolaborasi internasional dan riset transdisipliner, UPI terus berkontribusi dalam mencetak generasi pendidik vokasional yang berwawasan hijau dan siap membangun masa depan yang berkelanjutan. (Kontributor)

