
Bandung, UPI
Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia (FIP UPI) memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung melalui aksi nyata di lapangan. Guna mendongkrak kapasitas tenaga pendidik anak usia dini, FIP UPI menggelar program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) berupa pelatihan intensif perancangan perangkat pembelajaran bagi guru Taman Kanak-Kanak (TK) se-Kabupaten Bandung.
Mengusung tema “Pelatihan Perancangan Perangkat Pembelajaran Berbasis Standar Proses 2026 dalam Meningkatkan Kompetensi Guru TK”, program ini dipimpin langsung oleh Dr. Asep Deni Gustiana, M.Pd. Rangkaian kegiatan yang memadukan metode daring dan luring ini berlangsung maraton sejak 29 Juni hingga 8 Juli 2026.
Puncak seremoni pembukaan PKM FIP UPI digelontorkan secara megah pada Selasa (7/7/2026) di Grand Sunshine Soreang. Acara ini dihadiri oleh jajaran pimpinan puncak kedua institusi, di antaranya Wakil Rektor UPI Bidang Penelitian, Pengabdian, dan Kemitraan; Dekan FIP UPI; Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung; serta Asisten Daerah yang hadir mewakili Bupati Kabupaten Bandung.
“Kehadiran unsur pimpinan universitas dan pemda merupakan wujud nyata komitmen bersama. Ini langkah strategis perguruan tinggi dalam memberikan kontribusi langsung pada peningkatan mutu SDM di Kabupaten Bandung,” ujar Dr. Asep Deni Gustiana.
Pada tahap daring, peserta dalam kelompok pelatihan guru TK mengikuti lima sesi materi yang disampaikan oleh sejumlah narasumber. Prof. Mamat Supriatna, M.Pd. menyampaikan materi “Orientasi Pembelajaran Bermakna”, yang menekankan pentingnya proses belajar yang berpusat pada makna dan pengalaman anak.
Selanjutnya, Prof. Mubiar Agustin, M.Pd. menyampaikan materi “Penguatan Interaksi Guru dan Murid dalam Konteks Deep Learning”. Materi ini membahas pentingnya kualitas interaksi antara guru dan murid dalam membangun pembelajaran yang mendalam, aktif, dan bermakna.
Materi berikutnya disampaikan oleh Dr. Idat Muqodas, M.Pd., Kons. dengan tema “Kesejahteraan Psikologis sebagai Upaya Menjadi Guru yang Bahagia”. Dalam sesi ini, peserta diajak memahami bahwa kesejahteraan psikologis guru berpengaruh terhadap kualitas interaksi, suasana kelas, dan proses pembelajaran.
Dr. Fitri Kania, M.Pd. kemudian menyampaikan materi “Merangkum Keberagaman di Kelas: Pendidikan Inklusif untuk Pembelajaran Semua Anak”. Materi ini menekankan pentingnya pendidikan inklusif agar setiap anak memperoleh kesempatan belajar yang setara sesuai dengan kebutuhan dan karakteristiknya.
Rangkaian sesi daring ditutup oleh Ani Endah Sari, S.Pd. melalui materi “Pengembangan Perangkat Pembelajaran Berbasis Deep Learning”. Sesi ini memberikan bekal praktis bagi guru TK dalam menyusun perangkat pembelajaran yang lebih terarah, kontekstual, dan berpihak pada perkembangan anak.
Sementara itu, kegiatan luring kelompok PKM ini dilaksanakan pada 8 Juli 2026 di SMPN 1 Soreang. Pada sesi tersebut, Dr. Asep Deni Gustiana, M.Pd. menyampaikan materi mengenai literasi dan numerasi bagi anak usia dini. Materi ini menjadi penguatan penting bagi guru TK dalam memahami dasar-dasar literasi dan numerasi yang sesuai dengan tahap perkembangan anak.
Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan review perangkat pembelajaran yang telah disusun oleh para peserta. Melalui sesi ini, guru TK mendapatkan masukan langsung untuk menyempurnakan perangkat pembelajaran yang akan diterapkan di satuan pendidikan masing-masing.

Melalui kombinasi kegiatan daring dan luring, pelatihan ini dirancang tidak hanya untuk memberikan pemahaman konseptual, tetapi juga pengalaman praktis bagi guru dalam merancang perangkat pembelajaran. Beberapa isu penting yang menjadi penekanan dalam kegiatan ini meliputi pembelajaran bermakna, deep learning, interaksi guru dan murid, kesejahteraan psikologis guru, pendidikan inklusif, serta literasi dan numerasi anak usia dini.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, kelompok PKM FIP UPI yang diketuai oleh Dr. Asep Deni Gustiana, M.Pd. berharap para guru TK di Kabupaten Bandung semakin percaya diri dan kompeten dalam menyusun perangkat pembelajaran berbasis Standar Proses 2026. Kegiatan ini juga diharapkan dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pembelajaran di satuan-satuan TK se-Kabupaten Bandung, sehingga proses belajar anak usia dini dapat berlangsung lebih bermakna, inklusif, dan berkelanjutan. (DN)

