Dinn Wahyudin

Guru Besar Fakultas Ilmu Pendidikan

Universitas Pendidikan Indonesia

Mengapa sebelas humor? Karena dalam sepak bola satu tim terdiri atas sebelas pemain, maka biarlah sebelas cerita lucu ini ikut “bermain” menghibur para pencinta bola. Hehe… namanya juga humor; tidak mengejar trofi.Cukup membuat pembaca tersenyum sambil menikmati pertandingan dan secangkir kopi. Salam nendang !

1. Begadang Demi Negara.

Begitu Piala Dunia dimulai, banyak orang mendadak berubah menjadi pejuang malam. Alarm dipasang setiap dua jam, kopi diseduh tanpa henti, dan mata dipaksa tetap terbuka. Esok paginya, di kantor semua mengaku kurang tidur, tetapi wajah mereka tetap berbinar. Rupanya ada satu penyakit yang tidak pernah memerlukan surat dokter: begadang karena Piala Dunia.

2. Semua Mendadak Jadi Pelatih.

Selama pertandingan berlangsung, ruang tamu berubah menjadi ruang konferensi pers. Setiap pergantian pemain selalu disertai komentar, “Harusnya dari tadi diganti!” Lucunya, pelatih di stadion tidak mendengar apa-apa, tetapi penonton di rumah merasa taktiknya pasti lebih jitu.

3. Ahli VAR dari Sofa.

Begitu wasit meniup peluit, semua mata langsung tertuju pada tayangan ulang. Ada yang menghitung posisi kaki, bahu, bahkan ujung rambut pemain untuk memastikan offside atau tidak. Seolah-olah ruang tamu telah berubah menjadi pusat teknologi VAR FIFA.

Catatan : VAR = Video Assistant Referee, berarti Asisten Wasit Video. VAR merupakan sistem yang membantu wasit utama meninjau kembali keputusan penting melalui rekaman video dari berbagai sudut kamera.

4. Kopi Lebih Sibuk daripada Pemain.

Selama Piala Dunia, kopi bekerja lembur. Belum sempat dingin, secangkir sudah habis. Ketika pertandingan memasuki babak tambahan waktu, kopi pun seperti ikut meminta tambahan tenaga agar penonton tidak lebih dulu tertidur daripada para pemain.

5. Remote yang Diperebutkan.

Di rumah, pertandingan paling sengit kadang bukan di lapangan, melainkan memperebutkan remote televisi. Satu ingin menonton sepak bola, yang lain ingin menyaksikan sinetron. Untunglah Piala Dunia hanya berlangsung empat tahun sekali, sehingga perdamaian keluarga masih bisa dipertahankan.

6. Ramalan yang Selalu Benar.

Sebelum pertandingan dimulai, banyak yang berani meramalkan skor dengan penuh keyakinan. Setelah hasilnya meleset jauh, mereka tersenyum sambil berkata, “Ya, namanya juga bola bundar.” Kalimat itu ternyata ampuh menyelamatkan semua prediksi yang gagal.

7. Persahabatan yang Diuji.

Dua sahabat bisa saling diam selama sembilan puluh menit hanya karena mendukung tim yang berbeda. Namun, begitu pertandingan selesai, mereka kembali akrab sambil mencari warung kopi terdekat. Rupanya persahabatan jauh lebih kuat daripada rivalitas di lapangan.

8. Komentator Ruang Tamu.

Setiap kali pemain gagal mencetak gol, selalu ada suara dari belakang sofa, “Kalau saya sih pasti masuk!” Padahal, berjalan cepat menuju dapur saja kadang sudah membuat napas terengah-engah. Untung pemain di stadion tidak mendengarnya.

9. Kalkulator Klasemen.

Fase grup selalu melahirkan ahli matematika dadakan. Semua sibuk menghitung selisih gol, peluang lolos, dan berbagai kemungkinan. Rumus yang dulu sulit dipahami di sekolah mendadak terasa mudah ketika menyangkut nasib tim kesayangan.

10. Bola Bundar, Emosi Ikut Berputar.

Dalam satu pertandingan, penonton bisa tertawa, berteriak, menutup mata, lalu melompat kegirangan hanya dalam hitungan menit. Tidak heran jika Piala Dunia sering disebut sebagai panggung drama terbesar yang naskahnya tidak pernah bisa ditebak.

11. Juara yang Sesungguhnya.

Pada akhirnya hanya satu negara yang mengangkat trofi Piala Dunia. Namun, ada satu juara lain yang jarang mendapat penghargaan, yaitu para pencinta sepak bola yang setia begadang dari fase grup hingga final. Mereka ditemani secangkir kopi, semangkuk mi instan, dan keyakinan bahwa pertandingan berikutnya pasti lebih seru. Mereka mungkin tidak membawa pulang trofi, tetapi membawa pulang cerita yang akan dikenang hingga Piala Dunia berikutnya tiba. Enjoy bro and sis