
Bandung, UPI
Forum Komunikasi Perhimpunan Pecinta Alam (FKPPA) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) sukses menyelenggarakan kegiatan Temu Wicara Anggota Muda (TWAM). Mengusung tema “Satu Forum, Satu Asa, Satu Tujuan untuk Alam dan Persaudaraan”, kegiatan alam terbuka ini digelar secara maraton di kawasan Batu Kuda, Gunung Manglayang, Kabupaten Bandung, pada Sabtu–Minggu (4–5/7/2026).
Ajang konsolidasi akbar ini diikuti oleh 65 anggota muda dan 51 dewan pengurus yang merupakan representasi dari 15 perhimpunan pecinta alam di lingkungan UPI. Lewat program ini, UPI menegaskan komitmennya dalam mendukung ekosistem kemahasiswaan yang sehat, di mana organisasi pencinta alam diorientasikan sebagai kawah candradimuka pembentukan soft skill, kepemimpinan, kerja sama tim, serta manajemen risiko.
Kegiatan TWAM ini menjadi sangat istimewa karena berhasil menyatukan 15 bendera perhimpunan pecinta alam se-UPI dalam satu frekuensi. Adapun perhimpunan yang hadir mengirimkan delegasinya meliputi Mapach, Jantera, Gentrapala, Gandawesi, Amepa Boemi, Pamor, Biocita, Khauf, KPLH Pancaksuji, Rimbawana, Garjamara, Mapakraya, Pasmahaguru, Sispakala, dan Prawara.
Ketua FKPPA UPI, Diki Okdiansyah, menegaskan bahwa temu wicara ini dirancang sebagai ruang bersama untuk meruntuhkan sekat ego sektoral antarorganisasi dan mengasah keterampilan lapangan secara kolektif.
“Temu wicara ini bukan sekadar kegiatan seremoni. Ini adalah ruang untuk memperkuat tali silaturahmi, persaudaraan, dan saling mengenal antarperhimpunan. Lewat latihan gabungan seperti ini, kita bisa saling belajar dan mengasah kemampuan kepecintaalaman bersama-sama,” ujar Diki dalam sambutannya.
Selama dua hari di alam bebas, para anggota muda digembleng dengan serangkaian materi kepecintaalaman praktis yang padat. Pada hari pertama, peserta dibekali pelatihan Ilmu Medan Peta dan Kompas (IMPK) atau navigasi darat, teknik bertahan hidup (survival), serta materi botani dan zoologi praktis.

Menjelang malam, atmosfer berubah hangat melalui sesi fun games dan malam keakraban di depan api unggun yang menjadi ruang perkenalan intim antardelegasi. Memasuki hari kedua, seluruh peserta langsung menguji fisik dan mental dengan melakukan pendakian cepat (tektok) menuju puncak Gunung Manglayang.
“Kami sebagai anggota muda punya kesempatan untuk mengenal lebih dekat teman-teman dari MAPALA lain di UPI, bukan cuma dari fakultas sendiri. Kegiatan ini benar-benar bermanfaat untuk mempererat rasa kekeluargaan dan membuka ruang bertukar pengalaman,” ungkap Velsya, anggota muda dari perhimpunan Jantera.
Selain mempererat persaudaraan, kegiatan TWAM ini merupakan manifestasi dari program UPI Berdampak, yaitu kebijakan kampus yang mendorong setiap aktivitas civitas akademika memberikan kemaslahatan nyata bagi lingkungan hidup dan masyarakat.
Secara strategis, kegiatan ini juga berkontribusi langsung pada pencapaian beberapa poin Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) PBB, di antaranya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas): Melalui transfer pengetahuan kepemimpinan dan manajemen risiko di alam bebas. SDG 15 (Ekosistem Daratan): Melalui aksi nyata penguatan kesadaran pelestarian alam di kawasan hutan Manglayang. SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan): Melalui kolaborasi solid lintas 15 organisasi internal kampus.
Ke depan, FKPPA UPI memproyeksikan TWAM dapat dikembangkan menjadi agenda tahunan resmi yang didukung penuh oleh universitas. Rencana pengembangan strategis juga diarahkan pada integrasi materi mitigasi bencana berbasis riset serta pembukaan kolaborasi dengan pemerintah daerah atau pengelola kawasan konservasi, sehingga impak positifnya dapat meluas hingga ke masyarakat sekitar lereng Manglayang. (DN)

