
Bandung, UPI
Sebanyak 38 anggota Majelis Wali Amanat (MWA) dari 25 Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH) di Indonesia mengunjungi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) pada Rabu (6/5/2026). Kunjungan ini merupakan bagian dari tiga hari rangkaian kegiatan Silaturahmi dan Rapat Kerja Forum MWA PTN-BH Indonesia yang berlangsung sejak 4 Mei 2026 di Hotel Mason Pine, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat.
Dalam kunjungan tersebut, para anggota MWA diajak mengenal lebih dekat sejarah dan identitas UPI melalui tur edukatif ke Villa Isola yang kini menjadi Gedung Rektorat UPI. Selain itu, peserta juga mengunjungi Museum Pendidikan Nasional serta mengikuti workshop membatik khas UPI bersama Edu Heritage UPI.
Villa Isola menjadi salah satu titik utama kunjungan karena dikenal sebagai ikon bersejarah UPI dengan nilai arsitektur dan sejarah pendidikan yang kuat. Melalui penjelasan dari tim Edu Heritage UPI, peserta memperoleh informasi mengenai perjalanan sejarah bangunan tersebut sejak masa kolonial hingga menjadi bagian penting dari perkembangan pendidikan tinggi di Indonesia.
Anggota MWA UPI, Brigjen. TNI (Purn) Ahmad Saefudin, menyampaikan apresiasinya terhadap upaya UPI dalam menjaga dan memperkenalkan nilai-nilai sejarah kepada generasi muda.
“Siapapun yang tidak memahami dan mengenal makna sejarah, tentu saja kita tidak akan pernah tahu bagaimana kesinambungan nilai-nilai peradaban manusia dalam kehidupan selanjutnya,” ujarnya.
Ia juga menilai keberadaan Museum Pendidikan Nasional dan kawasan heritage di lingkungan UPI memiliki peran penting dalam memperkuat identitas dan pemahaman sejarah pendidikan Indonesia.
Sementara itu, Ketua MWA Universitas Negeri Padang, Prof.Z. Mawardi Effendi, menilai pengalaman melihat langsung artefak dan narasi sejarah pendidikan memberikan kesan yang lebih mendalam dibandingkan pembelajaran sejarah secara teoritis.
“Dengan melihat sejarahnya langsung dan mendengarkan ceritanya, membuat kita menjadi lebih tertarik untuk memahami perjalanan pendidikan dan nilai-nilai yang berkembang di dalamnya,” ungkapnya.

Hal serupa disampaikan anggota MWA dari Universitas Diponegoro, Prof. Zahroh Shaluhiyah, yang mengaku terkesan dengan koleksi Museum Pendidikan Nasional UPI. Menurutnya, museum tersebut mampu menggambarkan perkembangan pendidikan Indonesia dari masa kolonial hingga era modern secara informatif dan kontekstual.
Selain kunjungan sejarah, para peserta juga mengikuti workshop membatik bersama Edu Heritage UPI sebagai bagian dari pengenalan budaya dan kreativitas khas kampus. Kegiatan ini menjadi sarana interaksi sekaligus penguatan nilai budaya di lingkungan pendidikan tinggi.
Melalui kunjungan ini, UPI memperkenalkan warisan sejarah, budaya, dan identitas institusi kepada para anggota Forum MWA PTN-BH Indonesia. Kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat jejaring antarkampus sekaligus meningkatkan perhatian terhadap pelestarian sejarah pendidikan dan budaya di lingkungan perguruan tinggi. (RK)

