Di tengah semakin eratnya hubungan Indonesia dan Tiongkok dalam bidang pendidikan, ekonomi, teknologi, dan kebudayaan, kebutuhan terhadap sumber daya manusia yang memiliki kompetensi bahasa Mandarin dan pemahaman lintas budaya terus meningkat. Menjawab tantangan tersebut, Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra (FPBS) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) mengambil langkah strategis dengan menginisiasi kemitraan akademik bersama dua perguruan tinggi terkemuka di Provinsi Yunnan, yaitu Yunnan Normal University (YNNU) dan Yunnan Minzu University (YMU).

Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya FPBS UPI dalam mempersiapkan pengembangan Program Studi Mandarin sekaligus memperkuat internasasionalisasi pendidikan tinggi melalui kolaborasi yang berorientasi pada peningkatan mutu akademik, pengembangan penelitian, mobilitas sivitas akademika, serta pertukaran pengetahuan dan budaya antara Indonesia dan Tiongkok.

Kunjungan akademik tersebut dipimpin oleh Dekan FPBS UPI, Prof. Wawan Gunawan, Ph.D., didampingi Wakil Dekan Bidang Pendidikan dan Penjaminan Mutu, Prof. Dr. Yulianeta, M.Pd., serta Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kemitraan, Yanty Wirza, M.A., Ph.D. Delegasi turut didampingi Dr. Rizky Firmansyah, M.Pd., alumni Program Doktor Pendidikan Bahasa Indonesia UPI yang saat ini mengemban tugas sebagai dosen asing (foreign lecturer) di Yunnan Minzu University. Atas dedikasi dan kualitas pengajarannya, Dr. Rizky memperoleh penghargaan sebagai Best Foreign Lecturer, sekaligus menjadi jembatan penting dalam pengembangan hubungan akademik antara UPI dan Yunnan Minzu University.

Bahasa sebagai Jembatan Kolaborasi Global

Bagi FPBS UPI, bahasa tidak hanya dipahami sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai medium yang mempertemukan ilmu pengetahuan, kebudayaan, dan peradaban. Oleh karena itu, pengembangan Program Studi Mandarin dipandang sebagai langkah strategis untuk menyiapkan lulusan yang mampu berkiprah dalam lingkungan global, memiliki kompetensi kebahasaan yang kuat, serta memahami dinamika sosial dan budaya masyarakat internasional.

Langkah ini juga sejalan dengan komitmen UPI dalam memperluas jejaring kemitraan internasional guna meningkatkan kualitas tridarma perguruan tinggi. Melalui kolaborasi dengan universitas mitra di luar negeri, UPI terus mendorong terciptanya ekosistem akademik yang terbuka, inovatif, dan adaptif terhadap perkembangan dunia.

Belajar dari Pengalaman Yunnan Normal University

Rangkaian kunjungan diawali di Yunnan Chinese Language and Culture College, salah satu institusi di bawah Yunnan Normal University yang memiliki pengalaman panjang dalam penyelenggaraan pendidikan Bahasa Mandarin bagi mahasiswa internasional. Selama bertahun-tahun, institusi ini menjadi pusat pembelajaran bahasa dan budaya Tiongkok serta aktif menjalin kerja sama akademik dengan berbagai perguruan tinggi di dunia.

Delegasi FPBS UPI diterima oleh Du Zhongfeng, Vice Dean Yunnan Chinese Language and Culture College, didampingi Li Yan, Director of International Student Admissions and Foreign Affairs Office, serta Cao Rui, Director of Undergraduate Academic Affairs Office for International Students.

Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat, terbuka, dan penuh semangat kolaborasi. Kedua institusi mendiskusikan berbagai peluang kerja sama yang dapat dikembangkan untuk mendukung pengembangan Program Studi Mandarin di FPBS UPI. Pembahasan mencakup pengembangan kurikulum berbasis standar internasional, peningkatan kompetensi dosen, penyediaan penutur jati (native speakers), pertukaran mahasiswa dan dosen, kuliah tamu internasional, penelitian kolaboratif, publikasi ilmiah bersama, pengembangan bahan ajar, hingga penyelenggaraan program musim panas (summer program) dan pelatihan kebahasaan.

Selain itu, delegasi FPBS UPI juga memperoleh kesempatan untuk mempelajari sistem pengelolaan mahasiswa internasional, model layanan akademik, serta strategi internasionalisasi yang diterapkan Yunnan Chinese Language and Culture College. Pengalaman tersebut dinilai sangat relevan sebagai referensi dalam merancang Program Studi Mandarin yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki daya saing internasional.

Dalam sambutannya, Prof. Wawan Gunawan, Ph.D. menegaskan bahwa pengembangan Program Studi Mandarin merupakan bagian dari transformasi akademik FPBS UPI dalam merespons perubahan lanskap pendidikan global.

“Kami memandang bahasa sebagai jembatan yang menghubungkan ilmu pengetahuan, budaya, dan peradaban. Karena itu, pengembangan Program Studi Mandarin di UPI diarahkan untuk membangun ekosistem akademik yang mampu menghasilkan lulusan berkompetensi global sekaligus memperkuat hubungan pendidikan antara Indonesia dan Tiongkok,” ujarnya.

Lebih lanjut, Prof. Wawan menjelaskan bahwa keberhasilan suatu program studi tidak hanya ditentukan oleh kurikulum yang berkualitas, tetapi juga oleh jejaring internasional yang memungkinkan terjadinya pertukaran pengetahuan, pengalaman, dan inovasi pendidikan secara berkelanjutan. Menurutnya, pengalaman Yunnan Chinese Language and Culture College dalam mengembangkan pendidikan Bahasa Mandarin bagi mahasiswa internasional menjadi referensi yang sangat berharga bagi FPBS UPI.

Sementara itu, Du Zhongfeng menyampaikan apresiasinya atas inisiatif yang dibangun FPBS UPI. Ia menilai bahwa kerja sama antarlembaga pendidikan tinggi merupakan fondasi penting dalam membangun saling pengertian antarbangsa melalui pendidikan dan kebudayaan.

“Kami menyambut baik inisiatif FPBS UPI untuk mengembangkan Program Studi Mandarin. Kami percaya bahwa kerja sama ini akan membuka peluang yang lebih luas bagi dosen dan mahasiswa kedua institusi untuk belajar bersama, bertukar pengalaman, serta mengembangkan penelitian dan inovasi pendidikan yang memberikan manfaat bagi kedua negara,” ungkapnya.

Bagi FPBS UPI, kunjungan ini bukan sekadar forum diskusi akademik, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran untuk memahami praktik-praktik terbaik (best practices) dalam penyelenggaraan pendidikan Bahasa Mandarin sebagai bahasa asing. Berbagai masukan yang diperoleh akan menjadi bahan penting dalam penyusunan kurikulum, pengembangan sistem pembelajaran, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia yang akan terlibat dalam pengembangan Program Studi Mandarin di lingkungan UPI.

Selain memperkuat kerja sama akademik, pertemuan tersebut juga memperlihatkan kesamaan visi kedua institusi dalam memandang bahasa sebagai sarana membangun dialog antarbudaya, memperkuat hubungan antarbangsa, dan menyiapkan generasi muda yang memiliki wawasan global sekaligus menghargai keberagaman budaya.

Rangkaian kunjungan di Yunnan Normal University menjadi fondasi awal yang penting sebelum delegasi FPBS UPI melanjutkan agenda strategis berikutnya di Yunnan Minzu University, salah satu perguruan tinggi di Provinsi Yunnan yang memiliki rekam jejak kuat dalam pengembangan studi bahasa, budaya, dan Asia Tenggara, termasuk penyelenggaraan Program Bahasa Indonesia. Memperluas Jejaring Akademik melalui Kemitraan dengan Yunnan Minzu University

Setelah menyelesaikan agenda di Yunnan Normal University, delegasi FPBS UPI melanjutkan kunjungan ke Yunnan Minzu University (YMU), salah satu perguruan tinggi terkemuka di Provinsi Yunnan yang memiliki kekuatan dalam bidang bahasa, kebudayaan, dan studi masyarakat multietnis. Melalui School of Foreign Languages and South and Southeast Asian Studies, universitas ini mengembangkan berbagai program bahasa asing, termasuk Program Bahasa Indonesia, yang selama ini menjadi salah satu rujukan pembelajaran bahasa Indonesia di kawasan Tiongkok bagian barat daya.

Delegasi FPBS UPI diterima secara resmi oleh Mr. Sao Weiqing, Vice President Yunnan Minzu University, didampingi Ms. Liu Chang, Director of Office for International Exchange and Cooperation; Ms. Wang Kun, Deputy Director of Office for International Exchange and Cooperation; Mr. Zhang Huiye, Head of the Indonesian Language Program, School of Foreign Languages and South and Southeast Asian Studies; serta jajaran pimpinan dan staf, yaitu Ms. Xu Lihua, Ms. Tang Zhiying, Ms. Jin Yi, Mr. Yan Wenhan, dan Ms. Yang Tiantian. Turut hadir dalam pertemuan tersebut Dr. Rizky Firmansyah, M.Pd., dosen asing di Yunnan Minzu University yang juga merupakan alumni Program Doktor Pendidikan Bahasa Indonesia UPI.

Suasana diskusi berlangsung hangat, terbuka, dan penuh semangat kemitraan. Kedua institusi berbagi pengalaman mengenai pengembangan pendidikan bahasa, internasionalisasi perguruan tinggi, serta peluang kolaborasi yang dapat memberikan manfaat nyata bagi dosen, mahasiswa, dan institusi di masa depan.

Dalam sambutannya, Mr. Sao Weiqing menyampaikan apresiasi atas inisiatif FPBS UPI dalam membangun hubungan akademik dengan Yunnan Minzu University. Menurutnya, kerja sama antarlembaga pendidikan tinggi memiliki arti penting dalam memperkuat hubungan persahabatan antara Indonesia dan Tiongkok melalui pendidikan, penelitian, dan pertukaran budaya.

“Kami menyambut baik kunjungan delegasi FPBS Universitas Pendidikan Indonesia. Kami berharap kerja sama ini menjadi awal dari kolaborasi jangka panjang yang mampu memperkuat hubungan akademik kedua universitas sekaligus mempererat hubungan masyarakat Indonesia dan Tiongkok melalui pendidikan dan kebudayaan,” ujar Mr. Sao Weiqing.

Beliau menambahkan bahwa Yunnan Minzu University memiliki komitmen yang kuat dalam memperluas jejaring internasional, khususnya dengan negara-negara Asia Tenggara. Oleh karena itu, kemitraan dengan UPI dipandang sebagai langkah strategis yang membuka peluang lahirnya berbagai program akademik yang saling menguntungkan.

Menuju Pengembangan Program Studi Mandarin

Salah satu pembahasan utama dalam pertemuan tersebut adalah inisiasi pengembangan Program Studi Mandarin di FPBS UPI. Kedua institusi sepakat bahwa pengembangan program studi tidak cukup hanya berorientasi pada pembelajaran bahasa, tetapi juga perlu didukung oleh penguatan kompetensi lintas budaya, penelitian kolaboratif, mobilitas akademik, serta jejaring internasional yang berkelanjutan.

Dalam forum tersebut dibahas berbagai peluang kerja sama yang akan menjadi dasar penyusunan Memorandum of Understanding (MoU) sebagai payung kerja sama kelembagaan. Selanjutnya, kesepakatan tersebut akan ditindaklanjuti melalui Implementation Agreement (IA) dan program-program teknis yang disusun secara bertahap sesuai dengan kebutuhan dan kesiapan kedua institusi.

Ruang lingkup kerja sama yang dirancang meliputi pengembangan kurikulum Program Studi Mandarin, pertukaran mahasiswa dan dosen, penyelenggaraan visiting professor, kuliah tamu internasional, penelitian kolaboratif, publikasi ilmiah bersama, pengembangan bahan ajar, pelatihan dosen, program summer school, penguatan laboratorium bahasa, hingga peluang pemberian beasiswa bagi mahasiswa dan dosen UPI.

Bagi FPBS UPI, kerja sama ini bukan sekadar membangun hubungan kelembagaan, tetapi juga menjadi investasi akademik jangka panjang dalam meningkatkan kualitas pendidikan bahasa asing di Indonesia.

Menyiapkan Lulusan Berdaya Saing Global

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Dr. Yulianeta, M.Pd. menegaskan bahwa pengembangan Program Studi Mandarin merupakan bagian dari strategi FPBS UPI dalam menyiapkan lulusan yang memiliki kompetensi kebahasaan, literasi budaya, serta kemampuan beradaptasi di tengah masyarakat global.

Menurutnya, pembelajaran bahasa pada era global tidak lagi cukup berorientasi pada penguasaan struktur bahasa semata, melainkan harus mampu membentuk lulusan yang memiliki kemampuan berpikir kritis, komunikasi lintas budaya, kolaborasi internasional, dan sensitivitas terhadap keberagaman.

“Program Studi Mandarin yang sedang kami kembangkan diarahkan untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya mahir berbahasa Mandarin, tetapi juga memahami konteks sosial, budaya, dan peradaban yang melatarbelakanginya. Bahasa menjadi pintu masuk untuk membangun dialog, memperluas kerja sama, dan memperkuat hubungan antarbangsa,” jelas Prof. Yulianeta.

Beliau juga menambahkan bahwa pengalaman yang diperoleh dari Yunnan Normal University dan Yunnan Minzu University akan menjadi referensi penting dalam penyusunan kurikulum yang adaptif, pengembangan pembelajaran berbasis praktik, serta peningkatan kualitas dosen melalui jejaring internasional.

Alumni UPI sebagai Jembatan Diplomasi Akademik

Kunjungan ini juga menunjukkan kiprah alumni UPI di tingkat internasional. Kehadiran Dr. Rizky Firmansyah, M.Pd. sebagai dosen asing di Yunnan Minzu University sekaligus penerima penghargaan Best Foreign Lecturer menjadi bukti bahwa lulusan UPI mampu memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan pendidikan bahasa Indonesia di luar negeri.

Tidak hanya berperan sebagai pengajar, Dr. Rizky juga menjadi penghubung yang mempertemukan kedua institusi dalam membangun kerja sama yang lebih luas. Perannya mencerminkan bagaimana alumni UPI dapat menjadi duta akademik yang memperkuat diplomasi pendidikan antara Indonesia dan Tiongkok.

Memperkuat Internasionalisasi FPBS UPI

Rangkaian kunjungan ke Yunnan Normal University dan Yunnan Minzu University menghasilkan kesamaan pandangan mengenai pentingnya penguatan kemitraan internasional dalam menghadapi tantangan pendidikan abad ke-21. Kedua universitas menyatakan komitmennya untuk mengembangkan kerja sama yang tidak berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi diwujudkan melalui program-program nyata yang memberikan manfaat bagi sivitas akademika kedua institusi.

Bagi FPBS UPI, pengembangan Program Studi Mandarin merupakan bagian dari strategi memperluas pilihan program akademik yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat dan perkembangan global. Kehadiran program studi ini diharapkan mampu melahirkan lulusan yang memiliki kompetensi bahasa, wawasan budaya, kemampuan komunikasi internasional, serta kesiapan berkontribusi dalam bidang pendidikan, diplomasi, industri kreatif, pariwisata, perdagangan, dan berbagai sektor lainnya yang membutuhkan keahlian bahasa Mandarin.

Lebih jauh lagi, kolaborasi ini menjadi bagian dari penguatan visi UPI sebagai universitas pelopor dan unggul dalam bidang pendidikan. Melalui kerja sama internasional, UPI terus membangun ekosistem akademik yang terbuka terhadap pertukaran gagasan, inovasi, dan pengalaman, sehingga mampu meningkatkan kualitas tridarma perguruan tinggi sekaligus memperluas reputasi akademik di tingkat global.

Mendukung Sustainable Development Goals

Inisiatif yang dibangun FPBS UPI bersama Yunnan Normal University dan Yunnan Minzu University juga sejalan dengan komitmen Universitas Pendidikan Indonesia dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs). Kerja sama ini berkontribusi terhadap SDG 4 (Quality Education) melalui penguatan akses terhadap pendidikan tinggi yang berkualitas, inovatif, dan berorientasi internasional. Di saat yang sama, kolaborasi ini mendukung SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui pengembangan kemitraan global dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengembangan sumber daya manusia.

Selain itu, pengembangan Program Studi Mandarin diharapkan turut memberikan kontribusi terhadap SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) dengan mempersiapkan lulusan yang memiliki kompetensi bahasa asing, kemampuan lintas budaya, dan daya saing global yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja masa depan.

Menatap Masa Depan Kemitraan Indonesia–Tiongkok

Mengakhiri rangkaian kunjungan di Kota Kunming, delegasi FPBS UPI dan pimpinan kedua universitas menyatakan optimisme bahwa kemitraan yang telah dirintis akan berkembang menjadi kolaborasi akademik yang berkelanjutan. Bagi FPBS UPI, langkah ini bukan sekadar upaya mengembangkan Program Studi Mandarin, melainkan bagian dari komitmen untuk menghadirkan pendidikan tinggi yang adaptif terhadap perubahan global, berakar pada nilai-nilai kebangsaan, dan terbuka terhadap dialog antarperadaban.

Melalui kemitraan strategis ini, FPBS UPI mempertegas perannya sebagai institusi pendidikan yang membangun jembatan pengetahuan, budaya, dan persahabatan antarbangsa. Dengan dukungan Yunnan Normal University dan Yunnan Minzu University, inisiatif pengembangan Program Studi Mandarin diharapkan menjadi fondasi bagi lahirnya lulusan yang unggul, berwawasan internasional, serta mampu berkontribusi dalam memperkuat hubungan Indonesia–Tiongkok melalui pendidikan, penelitian, dan kolaborasi lintas budaya. (Yulianeta)