
Bandung, UPI
Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis (FPEB) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melalui Pegasus Institute resmi menyelesaikan penyusunan Peta Proses Bisnis Pemerintah Kabupaten Muara Enim. Tahap akhir kerja sama teknis ini ditandai dengan Paparan Akhir di Gedung FPEB UPI, Bandung, Kamis (17/9/2026).
Agenda tersebut dihadiri Dekan FPEB UPI, Prof. Dr. Ratih Hurriyati, M.M., serta Asisten Daerah Bidang Pemerintahan Kabupaten Muara Enim bersama jajaran Sekretariat Daerah. Direktur Pelaksana Pegasus Institute sekaligus ketua tim ahli FPEB UPI, Dr. Arvian Triantoro, M.Si., memaparkan langsung laporan akhir dokumen tersebut.
Dalam paparannya, Arvian menjelaskan bahwa peta proses bisnis ini diturunkan langsung dari visi, misi, dan target RPJMD Muara Enim, bukan berdasarkan struktur perangkat daerah semata. Pendekatan end-to-end ini menjadikan kabupaten sebagai satu rantai nilai utuh agar layanan publik terintegrasi dengan baik.
Dokumen akhir memuat tiga kelompok besar proses (utama, manajerial, dan pendukung) yang terbagi dalam 13 proses Level 0, 55 proses Level 1, dan 252 proses Level 2. Melalui uji validasi lintas perangkat daerah dalam FGD sebelumnya, arsitektur proses berhasil disederhanakan hingga 15,7 persen dari draf awal demi meningkatkan efisiensi.
Peta induk ini mewajibkan penetapan process owner di setiap jenjang untuk menghapus duplikasi peran dan kendala koordinasi antar-OPD. Nantinya, dokumen ini menjadi acuan penyusunan SOP internal, indikator kinerja, manajemen risiko, serta integrasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di Kabupaten Muara Enim.
Kolaborasi ini menjadi bukti konkret kontribusi UPI dalam mendampingi reformasi birokrasi daerah berbasis kajian akademik. Langkah strategis ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 16, yakni mewujudkan kelembagaan yang tangguh, transparan, dan akuntabel. (DN)

