
Bandung, 10 September 2025 – Dekan Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS) Universitas Pendidikan Indonesia, Prof. Dr. Cecep Darmawan, S.Pd., S.I.P., S.A.P., S.H., M.H., M.Si., menggagas gerakan penghijauan di lingkungan FPIPS. Kegiatan ini sejalan dengan Program Gerakan Indonesia Hijau (GERINA) yang dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Inisiatif ini menjadi langkah nyata FPIPS dalam mewujudkan kampus yang ramah lingkungan sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Program FPIPS HEJO (Green Living Adaptive Program) sendiri merupakan bagian dari UPI Green Metric Program. Melalui program ini, FPIPS menegaskan komitmennya dalam menghadirkan suasana belajar dan bekerja yang sehat, nyaman, serta berkelanjutan. FPIPS HEJO menjadi wadah penguatan adaptasi Seven Green Living Program yang dicanangkan di FPIPS sejak 2015 oleh Dr. Fitri Rahmafitria, M.Si., sehingga kampus tidak hanya menjadi ruang akademik, tetapi juga ruang hidup yang peduli pada lingkungan.



Inti dari FPIPS HEJO terletak pada tiga pilar utama. Pertama, Green Environment, yaitu upaya peningkatan estetika dan kualitas lingkungan kampus melalui vertical garden, eco-garden, hingga hidroponik. Kedua, Green Living Habit, yang mendorong pembiasaan karakter sadar lingkungan dengan mengintegrasikan edukasi, literasi, dan aksi nyata dalam kehidupan sehari-hari civitas akademika. Ketiga, Green Waste Management, yang menekankan pentingnya pengelolaan sampah secara terintegrasi, baik organik maupun anorganik, melalui pemilahan, pengurangan plastik, hingga pengolahan berbasis kearifan lokal.
Sejumlah langkah nyata telah dilakukan untuk mendukung jalannya program ini. Sosialisasi awal dipandu oleh Hyldan Natawiguna, S.T.P., M.Sc., yang mengedukasi sivitas akademika mengenai praktik hidup ramah lingkungan. Setelah itu, penghijauan mulai dilakukan di sekitar area FPIPS melalui penanaman tanaman untuk memperindah sekaligus menyuburkan lingkungan kampus. Pembiasaan green habit pun mulai diterapkan, misalnya dengan hemat listrik dan air, serta menerapkan kebijakan bebas rokok di lingkungan fakultas. Selain itu, fasilitas pemilahan sampah organik, anorganik, residu, hingga B3 telah disediakan untuk mendukung kebiasaan pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab. Sampah organik juga mulai diolah menggunakan metode penguburan dan pencacahan, sedangkan sampah anorganik dikelola bersama bank sampah serta mitra lingkungan.

Seluruh kegiatan FPIPS HEJO tidak hanya bertumpu pada kebijakan dekanat, melainkan juga hadir melalui kolaborasi berbagai elemen. Dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, hingga pengelola kantin dan tenaga alih daya turut serta dalam membangun budaya sadar lingkungan. Sinergi ini menjadi kunci agar semangat FPIPS HEJO benar-benar mengakar dan berdampak nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Sebagai bukti komitmen bersama, berbagai dokumentasi kegiatan seperti sosialisasi, aksi penghijauan, hingga praktik pemilahan sampah telah dilakukan dan akan terus digiatkan. FPIPS HEJO hadir bukan sekadar program, melainkan sebuah gerakan kolektif menuju kampus hijau yang adaptif, berdaya, dan berkelanjutan.

Kontributor: Fitri Rahmafitria

