Perjalanan Anggi Suharja, dari percepatan masa studi sekolah menengah di Indramayu hingga kiprahnya pada ranah pendidikan internasional, mencerminkan spirit keberanian, dedikasi, dan pertumbuhan intelektual yang menjadi karakter Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Memulai studi pada Program Pendidikan Bahasa Inggris UPI tahun 2012 sebagai pilihan pertama, Anggi berpegang pada keyakinan bahwa profesi mengajar bukan sekadar pekerjaan, tetapi merupakan panggilan hidup.

Terlahir dari keluarga pendidik, Anggi melanjutkan penguatan kompetensi akademik dan pedagogisnya di UPI. Namun, momentum paling menentukan dalam perjalanan profesionalnya hadir pada tahun 2018 saat ia memperoleh kesempatan mengikuti Language Assistant Program di Melbourne, Victoria. Di sana, ia mengajar bahasa Indonesia bagi pelajar internasional, sebuah pengalaman yang memperluas perspektif lintas budaya dan mengantarkannya pada penugasan sebagai Duta Bahasa Jawa Barat. Masa tersebut membangun komitmen jangka panjangnya terhadap diplomasi budaya dan pendidikan global.

Pengabdian Lintas Negara melalui Pendidikan dan Pelayanan Komunitas

Peran global Anggi semakin menonjol ketika, di tengah penyusunan tugas akhir, ia berhasil meraih Beasiswa Fulbright sebagai instruktur Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) di Columbia University, New York. Pengalaman akademik dan profesional di berbagai konteks budaya ini menjadi katalis pertumbuhan signifikan yang membuka jalan bagi berbagai peluang internasional berikutnya.

Dalam kapasitasnya sebagai konsultan pengajaran di USINDO—sebuah lembaga nirlaba internasional—Anggi berkontribusi dalam pengembangan kursus daring bahasa Indonesia, memperluas peranannya sebagai pendidik, inovator, dan penyusun materi pembelajaran. “Mengajar di lingkungan internasional merupakan bentuk diplomasi nasional,” ungkapnya ketika menuturkan pengalamannya di Mae Fa Luang University, Chiang Rai, serta Walailak University di Thailand. Setiap penugasannya mencerminkan perpaduan profesionalisme, adaptabilitas budaya, dan dedikasi terhadap pengembangan pembelajaran lintas bangsa.

Salah satu inisiatif komunitas terbarunya adalah “School under the Coconut Tree,” sebuah program relawan di mana Anggi mengajar bahasa Inggris kepada anak-anak di desa pesisir terpencil di selatan Thailand. Program tersebut menjadi ruang refleksi baginya, mempertegas keyakinan bahwa pendidikan memiliki daya transformatif tanpa batas geografis maupun sosial.

Jejak UPI dalam Pembentukan Karakter, Kepemimpinan, dan Etos Pengabdian

Menurut Anggi, nilai-nilai dasar yang dibangun selama menempuh pendidikan di UPI memiliki kontribusi besar dalam membentuk profesionalismenya di panggung global. Penekanan UPI pada pembentukan karakter, penguatan kompetensi akademik, serta komitmen terhadap pengabdian masyarakat telah mempersiapkannya untuk menjawab dinamika dan kompleksitas dunia pendidikan internasional.

Pengalaman memimpin divisi hubungan masyarakat himpunan mahasiswa, mengadvokasi kebutuhan mahasiswa, serta keterlibatan intens dalam Kuliah Kerja Nyata (KKN) turut berperan dalam pembentukan filosofi kerja yang berpijak pada empati, ketangguhan, dan kepemimpinan yang responsif. “UPI tidak hanya memberikan pendidikan berkualitas,” kenangnya, “melainkan melatih saya untuk melayani, memimpin dengan empati, dan tetap resilien—nilai-nilai yang menjadi modal utama saya di luar negeri.”

Perjalanan Anggi menegaskan bahwa lulusan UPI memiliki kapasitas bersaing dan berkontribusi di tingkat internasional. Berbagai tantangan diaspora—mulai dari risiko, pengorbanan, hingga ketidakpastian—pada akhirnya terbayar melalui pertumbuhan karakter dan dampak nyata yang dapat diberikan bagi masyarakat global.

Pesan bagi Generasi Penerus UPI

Saat ini, Anggi tengah menempuh sertifikasi profesional guru di Thailand dan merencanakan studi doktoral di masa mendatang. Di samping itu, ia terus aktif membangun komunitas pemuda serta memperluas jangkauan program-program pendidikan yang digagasnya. Kepada mahasiswa UPI, ia menyampaikan pesan inspiratif dan aplikatif:

“Tidak ada ruginya belajar. Teruslah menimba ilmu dan aktiflah dalam organisasi, karena Anda tidak pernah tahu seberapa besar kontribusinya bagi perkembangan diri Anda. Kenali potensi diri dan milikilah keberanian untuk meraih peluang.”

Dengan keberanian, kecintaan terhadap pendidikan, dan kemampuan menjembatani perbedaan budaya, Anggi Suharja menjadi representasi nyata potensi transformasional alumni UPI—sebagai pemimpin yang tidak hanya menginspirasi, tetapi juga turut menyatukan dan memberdayakan komunitas global. (VS)