Bandung, UPI

UPI Migrant Center menerima kunjungan dan diskusi bersama Japan International Cooperation Agency (JICA), Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), dan Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Jabar di Gedung Sekolah Pascasarjana Baru UPI, Rabu (6/5). Pertemuan ini membahas rencana pendampingan JICA terhadap pengembangan Migrant Center sebagai pusat edukasi, pelatihan, dan persiapan calon pekerja migran Indonesia, khususnya untuk penempatan kerja ke Jepang.

Dalam pertemuan tersebut, perwakilan Japan International Cooperation Agency menyampaikan bahwa JICA dalam waktu dekat akan mengirimkan tenaga ahli kepada KP2MI untuk mendukung pengembangan Migrant Center melalui program pendampingan teknis dan peningkatan kapasitas.

Program ini diarahkan untuk memperkuat sistem pelatihan, edukasi, serta kesiapan calon pekerja migran Indonesia sebelum bekerja di luar negeri. Inisiatif tersebut merupakan bagian dari kerja sama internasional JICA di bidang pengembangan sumber daya manusia, pendidikan, dan kerja sama teknis antarnegara.

Perwakilan JICA, Nishida, juga memberikan sejumlah masukan terkait pentingnya dukungan berkelanjutan terhadap Migrant Center dalam mendukung fungsi pelindungan, edukasi, dan pendampingan pekerja migran Indonesia. JICA menilai UPI Migrant Center memiliki potensi besar karena didukung sarana dan prasarana yang relatif lengkap dibanding sejumlah pusat pelatihan lainnya. Migrant Center dipandang tidak hanya sebagai tempat pelatihan bahasa, tetapi juga sebagai pusat penguatan kompetensi, kesiapan kerja, serta edukasi mengenai prosedur migrasi kerja yang legal dan aman.

UPI Migrant Center yang diwakili Susi Widianti menyambut baik langkah strategis yang dilakukan KP2MI yang menggandeng tenaga ahli dari JICA dalam memberikan dukungan dan pendampingan terhadap migrant center.

Hasil kunjungan dan diskusi ini akan menjadi bahan evaluasi dan tindak lanjut bagi Japan International Cooperation Agency dalam menentukan bentuk kerja sama berikutnya dengan UPI Migrant Center dan KP2MI.

Pertemuan juga menegaskan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan lembaga internasional dalam menyiapkan SDM Indonesia yang kompeten, berdaya saing global, serta memiliki pemahaman yang baik mengenai aturan ketenagakerjaan internasional dan migrasi aman. (maxkeensopisan)