
Sebagai mahasiswa magister dari Program Pendidikan Biologi FPMIPA yang mengikuti program Doble Degree di Okayama University, Puan Helwa berkesempatan untuk terlibat dalam berbagai kegiatan. Salah satu diantaranya adalah memperkenalkan tumbuhan asli (Native Plant) dari Indonesia kepada siswa SMA Okayama, Jepang, dalam kegiatan Art in School (31Mei, 2025) yang diadakan oleh Okayama University. Melalui presentasi dalam kegiatan ini, kekayaan dan keunikan tumbuhan asli Indonesia, seperti Rafflesia dan bunga Melati diperkenalkan kepada siswa dan memperkuat pemahaman lintas budaya. Dalam waktu yang berdekatan, Puan Helwa juga berkesempatan untuk bergabung melihat proses pengumpulan madu yang dilakukan oleh Okayama Honey Lab (1 Juni, 2025), salah satu urban beekeeping di Okayama, Jepang.
Art in School: Memperkenalkan Tumbuhan Asli Indonesia

Kegiatan Art in School terbagi menjadi empat bagian, yang mana pada masing-masing bagian tersebut, di isi dengan berbagai macam topik. Dalam kegiatan ini, Puan berkesempatan untuk mempresentasikan beberapa tumbuhan asli Indonesia dalam bagian satu, yang terdiri atas topik teknologi, sastra inggris, dan botany. Kesempatan ini dimanfaatkan untuk memperkenalkan beberapa tumbuhan khas di Indonesia, yaitu Putri Malu, Pisang, Rafflesia, dan Melati. Latar belakang dikenalkannya Putri Malu adalah untuk menunjukan keunikan yang dimilikinya, yaitu adanya gerak thigmonasty sebagai respon stimulus sentuhan. Selain itu, diperkenalkan juga tumbuhan pisang, mengingat bahwa Jepang merupakan negara dengan 4 musim dan sulit untuk menanam pisang sehingga siswa memiliki kesempatan yang minim untuk melihat Pohon Pisang secara utuh. Tumbuhan selanjutnya yang dikenalkan adalah Rafflesia arnoldii yang merupakan salah satu tumbuhan asli Indonesia dan bunga nasional Indonesia. Hal yang menarik adalah peserta Art in School telah mengenal tumbuhan ini, hal ini menunjukkan bahwa keunikan Rafflesia telah kenal luas oleh siswa. Tumbuhan terakhir yang diperkenalkan adalah Bunga Melati, salah satu bunga nasional Indonesia. Pengenalan bunga Melati dilakukan dengan menghubungkannya pada pemanfaatannya sebagai teh (Jasmine tea).
Visit Honey Lab Okayama, Jepang

Setelah sukses memperkenalkan tumbuhan asli Indonesia dalam kegiatan Art in School, Puan Helwa melanjutkan pengalaman belajarnya dengan melakukan kunjungan ke Okayama Honey Lab, sebuah Lokasi urban bee keeping yang terletak di jantung Kota Okayama. Dalam Kesempatan ini, Puan Helwa berkesempatan untuk mengamati secara langsung perawatan rutin yang dilakukan staf honey lab pada setiap koloni lebah. Dalam kegiatan ini juga, dijelaskan terkait pentingnya untuk menjaga kondisi sarang, rotasi bingkai madu dan cara mengamati perilaku lebah sebagai indicator kesehatan koloni. Kegiatan ini merupakan titik balik bagi Puan Helwa dalam memahami ekosistem, mengingatkan bahwa terdapat keterhubungan antara manusia, tumbuhan, dan peran vital makhluk kecil seperti lebah dalam menjaga rantai kehidupan.
Jika sebelumnya Puan Helwa menggugah kesadaran tumbuhan dengan melakukan presentasi pengenalan tumbuhan, maka kunjungan ini memperdalam pemahaman tersebut dengan melihat praktik langsung di lapangan. Keduanya menjadi salah satu kesempatan yang berharga dan saling melengkapi untuk memperluas pemahaman lintas budaya dan lingkungan.
Kunjungan ini sekaligus menjadi salah satu kesempatan memperkaya perspektif ekologis lintas budaya — sebuah refleksi bahwa baik di Indonesia maupun Jepang yang memiliki kondisi ekologis yang berbeda, komitmen untuk menjaga dan menghargai rantai kehidupan dapat dimulai dengan menghargai hal-hal kecil yang berdampak besar.

