Mahasiswa Studio Animasi Program Studi Film dan Televisi kembali menghadirkan inovasi terbarunya di ajang Cinefuture 2024 dengan meluncurkan sebuah kampanye pelestarian ekosistem gunung yang memadukan film animasi dan game interaktif berbasis edukasi (10/12/2024). Karya yang berjudul “Pergi dan Kembali” ini menjadi sorotan utama karena memadukan seni visual berupa film animasi, teknologi interaktif, dan nilai-nilai keberlanjutan lingkungan.

Sebagai produk intermedia animasi, “Pergi dan Kembali” menghadirkan cerita animasi pendek yang terintegrasi dengan permainan edukasi berbasis interaktif. Fokus utama Film animasi berbasis game ini adalah memberikan edukasi kepada pemain mengenai pentingnya menjaga ekosistem pegunungan, baik melalui simulasi pendakian yang ramah lingkungan tanpa meninggalkan sampah yang dapat menyebabkan kebakaran hutan, salah satunya adalah puntung bekas rokok.
Elemen cerita yang kuat dan visual animasi yang memikat menjadikan pengalaman bermain terasa hidup dan penuh makna. Dalam permainan ini, pemain diajak untuk menjalankan misi dengan memahami cut scene berupa berita animasi yang mengabarkan isu lingkungan dan kebakaran hutan. Lalu mengajak penonton agar berinteaksi dengan memainkan karakter puntung rokok agar tidak mengenai tumbuhan dan menuruni jalur pendakian.

Karya ini merupakan salah satu contoh bagaimana animasi tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media penyampai pesan yang efektif. Kreator intermedia animasi berbasis game ini Rifqi Fauzi Ahmad, menjelaskan bahwa animasi dalam “Pergi dan Kembali” dirancang untuk membangun empati terhadap alam. “dalam karya ini ingin menyampaikan bahwa setiap langkah kecil dalam pendakian bisa berdampak besar bagi lingkungan. Dengan menyisipkan pesan ini melalui animasi yang menarik, kami berharap bisa menjangkau audiens yang lebih luas, terutama generasi muda,” ujarnya.
Tidak berhenti pada animasi, intermedia animasi berbasis game ini melangkah lebih jauh dengan mengintegrasikannya ke dalam sebuah game interaktif. Menurut Rifqi Fauzi Ahmad, pendekatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterlibatan pengguna. “Saat seseorang bermain, mereka tidak hanya melihat atau mendengar, tetapi juga berpartisipasi aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan,” tambahnya.

Dosen Mata Kuliah Intermedia Animasi, Salsa Solli Nafsika atau biasa di sebut kang essanavzka, menyampaikan apresiasinya terhadap karya ini. “Intermedia animasi berbasis game ini tidak hanya menunjukkan kemampuan teknis mahasiswa kami, tetapi juga kepedulian mereka terhadap isu-isu global seperti perubahan iklim dan pelestarian lingkungan. Integrasi film animasi dan game edukasi adalah langkah besar dalam menghadirkan inovasi yang relevan,” ungkapnya.
“Pergi dan Kembali” menjadi salah satu karya unggulan yang berhasil merebut perhatian pengunjung dan kurator pameran. Menurut salah satu pengunjung, Ridwan, yang juga merupakan mahasiswa DKV, game ini menawarkan pengalaman yang menyenangkan sekaligus mendidik. “Saya sangat terkesan dengan bagaimana game ini menyampaikan pesan-pesan penting tanpa terasa menggurui. Visual Animasi 3D nya indah dan narasi story tellingnya sangat kuat, mahasiswa prodi FTV sangat keren bisa menciptakan karya seperti ini” katanya.
Dengan target utama generasi muda, kampanye ini diharapkan dapat membangun kesadaran kolektif mengenai pentingnya menjaga kelestarian alam. Tidak hanya sekadar bermain, pemain juga diajak untuk merefleksikan tindakan mereka di dunia nyata (Salsa Solli Nafsika/Dosen Prodi FTV FPSD UPI/Kontributor Humas UPI)

