Sumedang, UPI — Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) di Sumedang secara resmi melepas mahasiswa Program Pemberdayaan Masyarakat Berkelanjutan (P2MB) di Kantor Kecamatan Conggeang, Kabupaten Sumedang, Rabu (1/10). Sebanyak delapan kelompok mahasiswa ditempatkan di sejumlah desa, termasuk Kelompok 31 yang fokus pada penanganan stunting di Desa Jambu dengan mengusung tema “Stunting Free Village: Edukasi Gizi, Aktivitas Fisik, Literasi Keluarga Berdampak dan Berkelanjutan.”

Acara pelepasan dihadiri oleh Direktur UPI Kampus Sumedang Dr. Indra Safari, M.Pd., Wakil Direktur I Dr. Anggi Setialengkana, M.Pd., Wakil Direktur II Dr. Maulana, M.Pd., Kaprodi PGSD Dr. Ani Nuraeni, M.Pd., Koordinator P2MB Dr. H. Atep Sujana, M.Pd., serta jajaran dosen pembimbing lapangan. Hadir pula Camat Conggeang Cecep Erwin Sudaryat, S.Sos., dan para kepala desa. Kegiatan ditandai dengan penyerahan dokumen kepada pihak kecamatan dan pengalungan identitas secara simbolis kepada perwakilan mahasiswa.

Program P2MB merupakan implementasi Tridharma Perguruan Tinggi yang menugaskan mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu di tengah masyarakat. Tahun ini, fokus diarahkan pada isu stunting yang masih menjadi perhatian nasional. Melalui edukasi gizi, aktivitas fisik, dan literasi keluarga, mahasiswa diharapkan dapat mendorong kesadaran masyarakat dalam membangun pola hidup sehat.

Direktur UPI Kampus Sumedang, Dr. Indra Safari, M.Pd., menyampaikan harapannya agar mahasiswa dapat memberikan kontribusi nyata.
“Kami berharap mahasiswa P2MB dapat diterima dengan baik oleh masyarakat setempat dan mampu memberi dampak positif, baik di bidang pendidikan, kesehatan, maupun pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Camat Conggeang, Cecep Erwin Sudaryat, S.Sos.
“Kami siap mendukung penuh kegiatan ini. Kehadiran mahasiswa diharapkan membawa semangat baru, menginspirasi masyarakat, dan bersama-sama membangun desa menuju arah yang lebih baik,” katanya.

Kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama antara pihak kampus, pemerintah kecamatan, dan mahasiswa, sebagai simbol dimulainya pengabdian di wilayah Conggeang, Sumedang. RK (03/10)

Kontributor: Putri Anastasya Maharani & Refalina Febriani