Sumedang, UPI — Mahasiswa Program Pemberdayaan Masyarakat Berkelanjutan (P2MB) Kampus Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) di Sumedang melaksanakan sosialisasi pemilahan sampah di Desa Jambu sebagai dukungan terhadap program lingkungan Wamisami (Warga Milah Sampah di Bumi), Senin (15/11). Kegiatan ini dilaksanakan di lima titik wilayah RW 1 dan diikuti oleh warga dari berbagai kelompok usia.

Sosialisasi berfokus pada edukasi pemilahan sampah organik, anorganik, dan residu, serta dampak negatif sampah tercampur terhadap lingkungan. Materi disampaikan menggunakan bahasa yang sederhana agar mudah dipahami masyarakat.

Selain edukasi, mahasiswa juga menyediakan fasilitas tong sampah daur ulang berbahan jeriken bekas. Wadah tersebut dicat, diberi label kategori, dan ditempatkan di titik strategis untuk memudahkan warga menerapkan pemilahan sampah dalam kehidupan sehari-hari.

Ketua RW 1 Desa Jambu, Yaya Sudarya, mengapresiasi pelaksanaan program tersebut dan menyebutnya sebagai langkah strategis dalam memperkuat budaya pengelolaan sampah di lingkungan masyarakat.

“Kegiatan sosialisasi ini sangat membantu memperkuat Program Wamisami di Desa Jambu. Dengan adanya edukasi dan fasilitas dari mahasiswa P2MB, kami berharap masyarakat semakin disiplin dalam memilah sampah,” ujarnya.

Program Wamisami merupakan inisiatif desa untuk menumbuhkan kebiasaan pemilahan sampah di rumah tangga dengan tujuan menciptakan lingkungan yang bersih dan berkelanjutan. Kehadiran mahasiswa dinilai turut mendorong perubahan perilaku warga dalam tata kelola sampah.

Warga merespons kegiatan ini dengan antusias. Beberapa di antaranya berdiskusi mengenai kendala dan praktik pemilahan sampah yang dapat diterapkan di rumah. Kehadiran tong daur ulang menjadi daya dukung tambahan agar penerapan pemilahan sampah dapat dilakukan secara konsisten.

Mahasiswa P2MB menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen kolaboratif antara pemerintah desa, masyarakat, dan perguruan tinggi dalam membangun kesadaran lingkungan di Desa Jambu. Ke depan, program ini diharapkan dapat berjalan berkelanjutan dan menjadi identitas budaya lingkungan masyarakat desa. (RK)

Kontributor: Mahasiswa P2MB Kampus UPI di Sumedang/ Nita Kamelia & Putri Anastasya Maharani