
Bandung, UPI – Komisi C Senat Akademik Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menggelar rapat strategis di Gedung University Center (UC) lantai 3, Rabu (10/9). Agenda utama rapat meliputi penguatan riset, publikasi ilmiah, serta pengembangan tata kelola kelembagaan komisi.
Ketua Komisi C, Prof. Fitri Khairunnisa, dalam pengantarnya menekankan pentingnya sinergi antara Komisi C dan pihak Rektorat untuk mendukung target besar universitas. Rapat turut dibuka oleh Ketua Senat Akademik (SA), Prof. Dr. Yadi Ruyadi, yang menegaskan bahwa komisi merupakan garda terdepan dalam mendukung kinerja SA. “Rapat pleno akan lebih efektif apabila dilandasi masukan strategis dari masing-masing komisi,” ujarnya.
Salah satu isu utama yang mencuat adalah perlunya penyusunan Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) SA, termasuk pembentukan Komisi Etik Penelitian serta Komite Integritas dan Disiplin, guna memperkuat payung hukum dan kejelasan kewenangan.
Wakil Rektor IV bidang Penelitian, Prof. Dr. Agus Setiabudi, mendorong pengelolaan jurnal secara lebih profesional dan penyelenggaraan konferensi dengan luaran publikasi terindeks. Ia juga menegaskan target UPI untuk masuk QS Top 800, yang membutuhkan peningkatan publikasi, riset berbasis kelompok penelitian, dan kolaborasi internasional.
Sejalan dengan itu, Prof. Budi Mulyanti menekankan pentingnya penguatan Komisi Etik Penelitian, terutama dalam penerbitan rekomendasi ethical clearance. Hal senada disampaikan Prof. Eli, yang menekankan independensi komisi agar subjek penelitian terlindungi dan potensi konflik kelembagaan dapat dihindari.
Rapat juga menyoroti perlunya konsistensi prosedur kenaikan pangkat akademik, khususnya persyaratan publikasi untuk Guru Besar yang dinilai belum seragam. Komisi menilai kejelasan regulasi dan dukungan pendanaan riset, termasuk hilirisasi hasil penelitian, harus diperkuat agar sejalan dengan visi UPI sebagai universitas berbasis riset.
Selain itu, peserta rapat menekankan peran riset dalam menjawab isu-isu sosial, terutama pendidikan inklusif di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar). Publikasi terkait inovasi pendidikan dinilai penting untuk mendukung akses pendidikan yang merata.
Dari hasil rapat, beberapa keputusan penting diambil, antara lain pembentukan tim untuk mereview Statuta MWA, penyusunan SOTK Senat Akademik dan Komisi Etik Penelitian, pengusulan SOTK Komite Integritas Akademik, serta optimalisasi riset berbasis grup dengan memperluas kolaborasi internasional. Dalam mengoptimalisasikan riset, UPI dapat mengajak mahasiswa untuk berkontribusi kepada masyarakat dengan memberikan solusi dari isu-isu sosial, terutama menciptakan pendidikan yang inklusif. Hal ini mendukung program Mahasiswa Berdampak dengan memberikan bimbingan dan mempersiapkan mahasiswa menjadi pelopor perubahan. Rapat ditutup dengan penegasan kembali mengenai pentingnya sinergi antara Warek IV dan Komisi C dalam mendukung pencapaian target UPI serta memperkuat tata kelola komisi di lingkungan Senat Akademik
Kontributor: JS

