Uzbekistan – Prof. Nuria Haristiani, M.Ed., Ph.D., Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) sekaligus Ketua Prodi Integrasi S1-S2 Pendidikan Bahasa Jepang, meraih penghargaan bergengsi berupa dua gelar Profesor Honoris Causa dari Chirchiq State Pedagogical University (CSPU), Chirchiq, dan Institute of Social and Political Sciences (ISFI), Tashkent, Uzbekistan.

Penganugerahan yang digelar di Tashkent pada Selasa (16/9) itu diselenggarakan oleh ISFI untuk mengapresiasi individu berprestasi dalam bidang ilmu sosial dan politik. Rangkaian acara berlangsung khidmat, dihadiri pimpinan universitas mitra, pejabat Kementerian Pendidikan Uzbekistan, perwakilan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Tashkent, serta tokoh akademik internasional. Upacara diisi dengan pidato kehormatan, penandatanganan nota kesepahaman, forum diskusi akademik, serta penyerahan simbolis penghargaan dari CSPU kepada Prof. Nuria.

Penghargaan ini diberikan atas dedikasi Prof. Nuria dalam pengembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, dan kerja sama akademik internasional. Karya dan kontribusinya dinilai sejalan dengan agenda global Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, SDG 16 mengenai Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh, serta SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

“Penghargaan ini merupakan simbol pengakuan internasional terhadap peran akademisi Indonesia dalam membangun kerja sama di bidang pendidikan, perdamaian, dan penguatan institusi,” demikian pernyataan resmi panitia penganugerahan.

Capaian Prof. Nuria sekaligus memperkuat posisi UPI dalam jejaring global, meneguhkan perannya sebagai universitas pelopor pendidikan bahasa dan budaya dengan dampak luas, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di tingkat internasional.

Sebagai tindak lanjut, UPI dan Prodi Pendidikan Bahasa Jepang akan memperluas kemitraan dengan universitas di Asia Tengah melalui riset kolaboratif dan pengembangan model pembelajaran bahasa yang relevan dengan kebutuhan tenaga kerja global. Langkah ini diharapkan dapat menjawab isu sosial terkait lapangan kerja, sekaligus mendukung program “Kampus Berdampak” dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek).