Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI) kembali menjadi tuan rumah bagi kegiatan seni bertaraf internasional bertajuk “Layar Seni Bitara 2025” Kegiatan ini diadakan pada tanggal 29 Mei 2025 samapai dengan tanggal 3 Mei 2025. Acara dibuka secara resmi dengan penerimaan kehormatan yang turut dihadiri oleh tokoh-tokoh terkemuka dalam bidang pendidikan dan kebudayaan dari dalam dan luar negara. Turut memberikan dukungan adalah Puan Siti Salwa Jamaldin, Pengarah Pusat Kebudayaan UPSI; Prof Madya Dr. Muhammad Fazli Taib Saearani, Dekan Fakulti Muzik dan Seni Persembahan UPSI; serta Dr. Ghazali Din yang menjalankan tugas sebagai Timbalan Dekan, Timbalan Pengarah, dan Pengetua Bahagian Komunikasi Korporat UPSI.

Dalam sambutannya, Dr. Ayo Sunaryo, M.Pd., selaku Kepala UPT Kebudayaan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), menekankan pentingnya diplomasi budaya sebagai jembatan penghubung antara bangsa-bangsa. Ia menyampaikan bahwa Diplomasi budaya memiliki peran penting sebagai jembatan penghubung antarbangsa dalam membangun pemahaman, rasa saling menghargai, dan kerja sama yang berkelanjutan di tengah perbedaan identitas dan latar belakang. Melalui pertukaran seni, bahasa, tradisi, dan nilai-nilai budaya, diplomasi budaya mampu menciptakan ruang dialog yang damai dan memperkuat citra positif suatu bangsa di mata dunia. Di era globalisasi, pendekatan ini menjadi instrumen lunak (soft power) yang efektif untuk mempererat hubungan internasional, membuka peluang kolaborasi antarnegara, serta mendorong pengakuan terhadap kekayaan budaya lokal dalam kancah global.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh perwakilan dari Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung, yang diwakili oleh Dede Priana, S.Sn., M.Si., selaku Kepala Biro ISBI, serta Miss Lutfa Mahmuda Akter, perwakilan dari Bangladesh, yang hadir sebagai simbol keterbukaan dan semangat kerjasama budaya antara negara-negara Asia. Acara selanjutnya adalah workshop tari dari masing masing negara di Panggung Percubaan UPSI Kegiatan ini ditutup dengan pertunjukan kolaboratif dalam rangkaian Pesta Buku Antarabangsa Kuala Lumpur, yang diikuti oleh delegasi dari 21 negara

Program Layar Seni @ BITARA 3.0 merupakan platform strategis hasil kolaborasi antara UPSI, Majlis Perwakilan Pelajar, Universitas Pendidikan Indonesia, Institut Seni Budaya Indonesia, Majlis Buku Kebangsaan Malaysia, dan Pesta Buku Antarabangsa Kuala Lumpur.

Lebih dari sekadar pertukaran karya seni, inisiatif ini mengukuhkan semangat kebersamaan dan hubungan diplomatik budaya antara Malaysia dan Indonesia, serta memperkuat kemitraan strategis antar lembaga pendidikan seni sebagai duta budaya bangsa. Hubungan yang telah terjalin erat antara UPSI dan UPI sebagai universitas pendidikan unggulan di masing-masing negara kini terus diperluas ke ranah yang lebih kreatif dan transnasional.