Karawang, UPI

Ahmad Ikhsan Maulana, mahasiswa Program Studi Pendidikan Geografi angkatan 2025, Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), meraih Juara 2 dalam kompetisi Battle Tulis Esai MANIFEST Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA) 2026 tingkat nasional. Prestasi tersebut diraih melalui gagasan pemetaan kerentanan panas berbasis citra satelit terbuka untuk mendukung penentuan prioritas ruang terbuka hijau dan penerapan atap reflektif di Kabupaten Karawang.

Penghargaan tersebut diterima pada 1 November 2026 di Aula Husni Hamid, Kantor Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang. Kompetisi ini diselenggarakan oleh Manifest Himpunan Mahasiswa Manajemen Singaperbangsa (HIMMAS) UNSIKA dan diikuti mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Dalam kompetisi tersebut, Ahmad mengajukan karya berjudul “SIGAP Panas (Sistem Informasi Geospasial untuk Adaptasi dan Pemantauan Panas): Indeks Kerentanan Panas Berbasis Citra Satelit Terbuka untuk Prioritas Ruang Hijau dan Atap Reflektif di Kabupaten Karawang”.

Melalui karya tersebut, Ahmad mengangkat persoalan kerentanan panas dengan pendekatan Sistem Informasi Geografis (SIG). Gagasan SIGAP Panas memanfaatkan citra satelit terbuka sebagai basis penyusunan indeks kerentanan panas untuk mengidentifikasi wilayah yang memerlukan perhatian dalam perencanaan dan penataan lingkungan.

Informasi geospasial yang dihasilkan diarahkan untuk menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan prioritas intervensi lingkungan, khususnya penyediaan ruang terbuka hijau dan penggunaan atap reflektif. Pendekatan ini menghubungkan pemanfaatan teknologi penginderaan jauh dengan kebutuhan adaptasi lingkungan melalui informasi berbasis spasial.

Dosen Kemahasiswaan Program Studi Pendidikan Geografi UPI, Andy Wibawa Nurrohman, M.Sc., menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, gagasan yang diangkat Ahmad menunjukkan kemampuan berpikir kritis sekaligus kepedulian mahasiswa terhadap persoalan lingkungan.

“Gagasan inovatifnya tentang lingkungan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045 menunjukkan ketajaman berpikir dan kepedulian ekologis sebagai mahasiswa geografi,” ungkap Andy.

Ia berharap prestasi tersebut menjadi langkah awal bagi Ahmad untuk terus konsisten menghasilkan karya dan memberikan kontribusi nyata. Capaian ini juga diharapkan dapat memotivasi mahasiswa Pendidikan Geografi lainnya untuk mengembangkan potensi akademik, menuangkan gagasan melalui karya ilmiah, serta berpartisipasi dalam kompetisi tingkat nasional.

Prestasi Ahmad menjadi salah satu wujud penerapan keilmuan geografi dalam merespons persoalan lingkungan. Melalui gagasan SIGAP Panas, pemanfaatan teknologi geospasial diperkenalkan sebagai pendekatan yang dapat mendukung perencanaan wilayah dan upaya mewujudkan lingkungan yang lebih berkelanjutan. (RK)