
Bandung, UPI — Mahasiswa Program Studi Pendidikan Tata Busana Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menggelar peragaan busana tahunan bertajuk Devasana 2026: Evolva di Cornerstone Bandung, Sabtu (10/1/2026). Kegiatan ini merupakan luaran pembelajaran berbasis praktik dan event yang diselenggarakan oleh mahasiswa sebagai bagian dari mata kuliah event organizer bidang busana.
Sebanyak 54 mahasiswa yang tergabung sebagai panitia sekaligus desainer menampilkan 57 karya busana yang diperagakan oleh 30 model. Pergelaran ini turut dihadiri oleh tamu-tamu luar, di antaranya Koordinator Bidang Kemitraan Dekranasda Jawa Barat serta desainer nasional Sonny Muchlison, sebagai bentuk apresiasi terhadap karya mahasiswa Pendidikan Tata Busana UPI.
Ketua Program Studi Pendidikan Tata Busana UPI, Dr. Winwin Wiana, S.Pd., M.Ds, menjelaskan bahwa Devasana merupakan proses pembelajaran mahasiswa. “Devasana ini menjadi titik puncak dari proses pembelajaran, di mana karya yang ditampilkan merupakan luaran perkuliahan mahasiswa semester empat sampai semester enam yang telah memasuki paket konsentrasi keahlian,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa Devasana tahun ini memiliki pembeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. “Keunikan Devasana tahun ini terlihat dari nuansa etnis yang lebih menonjol, khususnya pada busana pengantin daerah, yang berbeda dengan tahun sebelumnya yang lebih didominasi busana pengantin barat,” tambahnya.
Beragam jenis busana ditampilkan dalam Devasana 2026, mulai dari busana pengantin tradisional, busana pesta malam, busana fantasi, hingga busana siap pakai. Melalui tema Evolva, pergelaran ini mengangkat perjalanan busana dari masa ke masa yang diwujudkan melalui karya mahasiswa.
Melalui penyelenggaraan Devasana 2026, Program Studi Pendidikan Tata Busana UPI terus mendorong mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas, keterampilan, serta kesiapan profesional di bidang fesyen dan industri kreatif, sekaligus memperluas apresiasi masyarakat terhadap karya busana mahasiswa. ***

