Hidupkan Kolaborasi melalui Program PEM BEM, Mahasiswa UPI Laksanakan Kegiatan MULTISOY di Desa Darmaga, Senin (15/11/2025).

Subang, UPI — Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melalui Program Pemberdayaan Masyarakat Berdampak (PEM) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) melaksanakan kegiatan pelatihan MULTISOY: Pengembangan Multiproduk Kedelai bagi warga Desa Darmaga, Kabupaten Subang, Senin (15/11/2025). Program ini diikuti 34 peserta dan berlangsung selama empat pertemuan.

Pelatihan bertujuan meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengolah kedelai menjadi berbagai produk pangan bernilai gizi tinggi, seperti tempe, tahu, susu kedelai, dan nougat kedelai.

Project Manager tim Biologi, Fransiska, menjelaskan bahwa program ini dikembangkan sebagai bentuk dukungan terhadap ketahanan pangan berbasis potensi lokal.

“Melalui multiproduk ini warga Desa Darmaga diharapkan mampu membuat olahan kedelai untuk konsumsi keluarga sekaligus meningkatkan kesehatan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Project Manager dari tim Gizi, Fina, menambahkan bahwa produk inovasi seperti nougat kedelai dikembangkan agar dapat diterima berbagai kalangan, khususnya anak-anak.

“Nougat kedelai ini renyah dan manis, dan harapannya bisa meningkatkan konsumsi kedelai di desa ini. Semoga ibu-ibu dapat mempraktikkannya di rumah,” katanya.

Para peserta menunjukkan respons positif selama kegiatan. Mereka mengikuti praktik pembuatan olahan kedelai dan menyampaikan manfaat yang diperoleh setelah mengikuti pelatihan.

Salah satu peserta, Ibu Tati, mengungkapkan kesannya. “Rasanya senang bisa membuat tahu dan susu kedelai sendiri. Lebih hemat dan bisa disesuaikan dengan selera keluarga,” tuturnya.

Program MULTISOY menjadi bagian dari upaya mahasiswa UPI dalam memperkuat kerja sama perguruan tinggi dengan masyarakat serta mendorong pemanfaatan pangan lokal secara berkelanjutan. (RK)

Kontributor KKIPP UPI: Hawa Hafifah Putri/ Team Glyxine Program PM BEM UPI 2025