
Sumedang, UPI — Mahasiswa Program Pemberdayaan Masyarakat Berkelanjutan (P2MB) Kampus Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) di Sumedang mengadakan kegiatan Sharing Session bertema pendampingan orang tua dalam penggunaan gawai pada anak di Desa Cipamekar, Jumat (7/11). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi digital keluarga dan mendorong kebiasaan penggunaan teknologi yang sehat pada anak.
Kegiatan diikuti ibu rumah tangga, karang taruna, dan kader PKK desa. Pemateri, Sarti, mahasiswa P2MB UPI, menyampaikan materi secara interaktif terkait dampak penggunaan gawai tanpa pendampingan terhadap pola tidur dan tumbuh kembang anak.
Dalam pemaparannya, Sarti menjelaskan bahwa penggunaan gawai merupakan bagian dari kehidupan anak saat ini, namun perlu aturan dan pendampingan dari orang tua.
“Kadang anak terlihat baik-baik saja walaupun tidur terlambat,” ujar Sarti. “Padahal efeknya muncul dalam bentuk kelelahan yang memengaruhi aktivitas mereka.”
Salah satu solusi yang ditawarkan dalam kegiatan ini adalah pemanfaatan aplikasi kontrol penggunaan gawai My Family Link. Sarti mendemonstrasikan cara mengatur durasi pemakaian, batasan aplikasi, dan pengaturan waktu tidur digital melalui fitur aplikasi tersebut.
Pada sesi diskusi, peserta berbagi pengalaman mengenai tantangan membangun kebiasaan digital sehat. Salah satu ibu menceritakan anaknya sempat menolak aturan waktu bermain yang ditetapkan melalui aplikasi.
“Awal-awal anak saya marah, tapi setelah dijelaskan, lama-lama dia mengerti,” ungkapnya. Sarti menambahkan bahwa proses adaptasi membutuhkan kesabaran serta komunikasi yang konsisten antara orang tua dan anak.
Kegiatan ini mendapat respons positif dari peserta. Mahasiswa P2MB berharap program ini dapat menjadi langkah awal dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai keamanan penggunaan teknologi pada anak dan pentingnya pengawasan orang tua. (RK)
Kontributor KKIPP UPI: Sarti/ Mahasiswa P2MB Kampus UPI di Sumedang

