Bandung, UPI

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) memasuki tahun kedua pelaksanaan Rencana Strategis (Renstra) 2026–2030 dengan agenda transformasi menuju universitas berbasis riset. Arah tersebut menjadi bagian dari pembahasan Rapat Dinas Kelembagaan Tahun 2026 sekaligus penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) UPI Tahun 2027 di Auditorium FPMIPA Lt. 2, Rabu (2/9/2026).

Kegiatan tersebut diikuti para dekan, wakil dekan, serta pimpinan unit kerja akademik dan nonakademik di lingkungan UPI. Agenda rapat mencakup evaluasi kinerja universitas semester I 2026 serta penyampaian kebijakan umum program dan kegiatan RKAT 2027.

Rektor UPI, Prof. Dr. H. Didi Sukyadi, M.A., mengatakan transformasi tersebut merupakan bagian dari target Renstra UPI 2026–2030 untuk menjadi universitas unggulan di kawasan Asia Pasifik pada 2030. Target itu tidak hanya diarahkan pada bidang pendidikan, tetapi juga mencakup pengembangan berbagai disiplin ilmu.

Menurut Prof. Didi, pencapaian target tersebut membutuhkan perubahan orientasi kelembagaan dari universitas yang menitikberatkan pada teaching atau pengajaran menuju universitas berbasis riset. Namun, riset yang dikembangkan UPI tidak berhenti pada publikasi, melainkan perlu dihilirisasi menjadi produk, startup, kewirausahaan, maupun bentuk inovasi yang berdampak kepada masyarakat.

“Untuk mencapai tujuan itu kita harus melakukan transformasi kelembagaan yang tadinya kita universitas yang menitikberatkan kepada teaching atau pengajaran, kita menitikberatkan ke depan itu universitas yang berbasis riset,” ujar Prof. Didi.

Sejalan dengan agenda tersebut, hilirisasi riset juga menjadi bagian dari upaya UPI memperluas sumber pendapatan. Prof. Didi menjelaskan, pendapatan universitas dapat dikembangkan melalui pemanfaatan aset, hasil riset yang dihilirisasi, inovasi, serta kepakaran dosen.

Strategi tersebut menjadi penting di tengah berkurangnya dukungan pemerintah melalui Bantuan Pendanaan Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (BPPTNBH) dan dana revitalisasi. Karena itu, pengembangan sumber pendapatan alternatif perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kinerja akademik dan dampak riset bagi masyarakat.

Dalam evaluasi kinerja semester I 2026, capaian sejumlah indikator UPI baru sekitar 46 persen. Beberapa indikator yang masih perlu ditingkatkan meliputi publikasi, jumlah jurnal terindeks Scopus, pendapatan IKU, jumlah doktor, dana riset, dan ranking by subject. Sementara itu, indikator jumlah profesor disebut telah tercapai.

Capaian tersebut menjadi salah satu dasar dalam penyusunan target 2027. Target kinerja tahun kedua Renstra disusun dengan memadukan Renstra UPI, Renstra Kementerian, kontrak kinerja UPI dengan kementerian, kertas kerja Rektor saat pemilihan rektor, serta perkembangan aspirasi masyarakat.

Prof. Didi menegaskan, unit kerja menjadi ujung tombak pencapaian target universitas karena pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi berlangsung di program studi dan melalui dosen. Peningkatan kinerja tersebut diharapkan berjalan seimbang dengan upaya meningkatkan manfaat bagi dosen dan tenaga kependidikan.

“Tidak hanya kita menuntut, tapi kita juga ingin memberikan maslahat tambahan yang lebih baik bagi dosen dan tenaga pendidik,” tutup Prof. Didi. (RK/RI)