
Sumedang, UPI — Sekelompok mahasiswa Program Studi Industri Pariwisata Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Sumedang mengikuti ajang Marine Tourism Festival (MTF) 4.0, mereka datang membawa sesuatu yang lebih dari sekadar konsep wisata: kepedulian. Bagi mereka, laut bukan hanya panorama biru yang indah difoto, melainkan ruang hidup yang rapuh dan harus dijaga.
Ketika Wisata Tak Sekadar Jalan-Jalan
Di kategori Package Tourism, tiga mahasiswa angkatan 2023—Salsabila Karimah, Intan Maryam Abdillah, dan Annisa Dwi Maulisya—mempresentasikan paket wisata bahari yang berbeda. Bukan sekadar daftar destinasi dan jadwal perjalanan, melainkan pengalaman yang mengajak wisatawan memahami hubungan manusia dengan laut.
Dalam konsep mereka, wisata bukan hanya soal datang, melihat, lalu pulang. Wisata adalah proses belajar—tentang ekosistem pesisir, tentang masyarakat lokal, dan tentang tanggung jawab untuk tidak meninggalkan jejak kerusakan.
Ide itulah yang akhirnya mengantarkan mereka meraih Juara 2 di ajang nasional tersebut.
“Pariwisata tidak boleh merusak laut yang menjadi daya tariknya,” menjadi pesan yang tersirat dalam setiap penjelasan mereka di hadapan juri.
Cerita yang Bergerak Lewat Layar
Di sudut lain kompetisi, Romy Tri Prastiyo dan Awal Gilang Fawaz memilih medium berbeda. Lewat kategori Vlog, mereka merangkai gambar, suara, dan narasi untuk bercerita tentang potensi wisata bahari Indonesia. Kamera menjadi alat mereka untuk berbicara—tentang keindahan, tetapi juga tentang tanggung jawab.
Video yang mereka sajikan bukan hanya promosi destinasi. Ada pesan yang disisipkan perlahan: bahwa laut bukan sekadar latar belakang konten media sosial, melainkan ruang hidup yang harus dihormati.
Upaya itu membuahkan hasil. Karya mereka mendapat apresiasi juri dan mengantarkan keduanya menjadi juara di kategori tersebut.

Proses Panjang di Balik Panggung
Prestasi itu tidak datang dalam semalam. Di balik pengumuman juara, ada malam-malam panjang diskusi, revisi konsep, dan perdebatan kecil tentang detail yang tampak sepele. Ada kegelisahan: apakah ide mereka cukup relevan? Apakah konsep keberlanjutan bisa diterima di tengah industri pariwisata yang sering mengejar jumlah pengunjung?
Namun justru di sanalah pembelajaran terjadi.
Ajang Marine Tourism Festival 4.0 menjadi ruang bagi mahasiswa UPI Sumedang untuk menguji apa yang selama ini mereka pelajari di kelas—tentang pariwisata berkelanjutan, ekonomi kreatif, dan etika industri. Teori tidak lagi tinggal di buku, tetapi diuji di hadapan publik.
Belajar Menjaga, Bukan Sekadar Menjual
Lebih dari sekadar kemenangan, partisipasi mahasiswa UPI Sumedang di MTF 4.0 mencerminkan perubahan cara pandang generasi muda terhadap pariwisata. Mereka tidak lagi hanya bicara soal jumlah kunjungan, tetapi juga soal keberlanjutan, konservasi, dan keseimbangan.
Apa yang mereka bawa sejalan dengan semangat Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)—khususnya SDG 14 tentang kehidupan bawah laut, SDG 8 tentang pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, dan SDG 4 tentang pendidikan berkualitas. Namun bagi para mahasiswa ini, semua istilah itu berujung pada satu hal sederhana: menjaga laut agar tetap hidup.
Sebuah Awal, Bukan Akhir
Ketika kompetisi usai dan para peserta kembali ke kampus masing-masing, pengalaman di Marine Tourism Festival 4.0 tak serta-merta berakhir. Bagi mahasiswa UPI Sumedang, ajang ini adalah titik awal—bahwa ide yang lahir di bangku kuliah bisa punya dampak nyata.
Di tengah tantangan pariwisata global dan krisis lingkungan, mereka memilih untuk percaya: bahwa pariwisata bisa menjadi jalan merawat, bukan merusak.
Dan dari ruang-ruang kelas kecil di Sumedang, lahirlah gagasan-gagasan besar—tentang laut, tentang masa depan, dan tentang peran generasi muda menjaga warisan yang tak tergantikan. (RK)

