
Bandung, UPI
Majelis Wali Amanat (MWA) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menegaskan bahwa penyampaian laporan pertanggungjawaban Rektor UPI Tahun Kinerja 2025 merupakan bagian dari mekanisme tata kelola universitas yang transparan dan akuntabel. Evaluasi yang dilakukan tidak hanya berorientasi pada penilaian capaian, tetapi juga menjadi landasan untuk melakukan perbaikan berkelanjutan dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi yang dilaksanakan di Auditorium FPEB Lt. 6 Jl. Dr. Setiabudi No. 229 Bandung, Rabu, (15/7/2025).
Ketua MWA UPI, Komjen. Pol. (Purn.) Drs. Nanan Soekarna, M.Kom., menjelaskan bahwa laporan pertanggungjawaban tersebut merupakan proses yang telah diatur dalam mekanisme kelembagaan, sehingga seluruh capaian dan indikator kinerja akan dikaji secara objektif. Dalam laporan tersebut terdapat sejumlah indikator yang melampaui target, sementara beberapa lainnya masih memerlukan perhatian dan peningkatan.
Menurutnya, salah satu aspek penting yang menjadi perhatian MWA adalah pengelolaan keuangan universitas. Raihan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) menjadi indikator positif, namun MWA tetap memastikan seluruh data dan laporan memiliki legitimasi yang kuat melalui proses audit dan verifikasi lapangan oleh pihak yang berwenang.
“Kami memastikan bahwa seluruh laporan memiliki dasar yang kuat. Nantinya akan ada proses audit dan pengecekan di lapangan sehingga seluruh informasi dapat dipertanggungjawabkan. Evaluasi ini menjadi masukan penting bagi perbaikan universitas ke depan,” ujarnya.
Nanan juga mengapresiasi langkah universitas yang mampu meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan melalui efisiensi pengelolaan anggaran. Menurutnya, keberhasilan tersebut membuktikan bahwa efisiensi yang dilakukan secara tepat dapat memberikan manfaat nyata tanpa mengurangi kualitas layanan akademik.
Ia menegaskan bahwa efisiensi bukan sekadar penghematan, melainkan upaya mengoptimalkan penggunaan sumber daya sehingga hasilnya dapat dirasakan seluruh sivitas akademika. Peningkatan kesejahteraan menjadi salah satu bukti bahwa pengelolaan keuangan yang efektif mampu menghasilkan dampak positif bagi organisasi.
Lebih lanjut, Ketua MWA UPI menekankan pentingnya membangun budaya integritas sebagai fondasi utama tata kelola universitas. Menurutnya, integritas merupakan sumber utama penyelesaian berbagai persoalan sekaligus modal penting dalam membangun organisasi yang sehat dan terpercaya.
“Integritas adalah kunci. Ketika setiap orang bekerja dengan jujur dan bertanggung jawab, maka berbagai persoalan akan lebih mudah diselesaikan. Karena itu, integritas harus menjadi budaya bersama di lingkungan universitas,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Nanan juga menyoroti pentingnya melibatkan mahasiswa dalam proses pembangunan budaya akademik. Ia menilai mahasiswa merupakan calon pemimpin masa depan yang harus memperoleh teladan melalui tata kelola universitas yang baik serta nilai-nilai integritas yang diwariskan kepada generasi berikutnya.
Terkait tindak lanjut laporan pertanggungjawaban, MWA akan melaksanakan proses evaluasi secara komprehensif selama maksimal 30 hari. Evaluasi tersebut akan mempertimbangkan hasil verifikasi lapangan, berbagai masukan dari sivitas akademika, serta informasi yang berkembang di masyarakat dan media massa sebagai bahan koreksi yang konstruktif.
Ia menegaskan bahwa setiap masukan yang disampaikan harus berdasarkan fakta dan diarahkan untuk mencari solusi, bukan sekadar memberikan kritik tanpa dasar. Proses evaluasi ini juga akan melibatkan berbagai unsur di lingkungan universitas sebelum keputusan akhir ditetapkan.
Menutup keterangannya, Ketua MWA UPI menyampaikan apresiasi kepada Rektor beserta seluruh jajaran atas capaian kinerja yang telah diraih selama tahun 2025. Ia berharap evaluasi yang sedang berlangsung dapat menjadi momentum memperkuat tata kelola, meningkatkan kualitas layanan pendidikan, serta mewujudkan visi pengembangan UPI dalam Rencana Strategis 2026–2030.
“Evaluasi ini bukan akhir, melainkan awal dari proses penyempurnaan. Semangat untuk terus memperbaiki diri harus menjadi komitmen bersama agar UPI semakin maju, akuntabel, dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” pungkasnya. (Rija/RK/DN)

