Bandung, UPI

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) terus memperkuat langkah menuju perguruan tinggi bereputasi global melalui peningkatan kualitas akademik, penguatan jejaring internasional, optimalisasi tata kelola, serta diversifikasi sumber pendapatan universitas. Komitmen tersebut disampaikan Rektor UPI, Prof. Dr. H. Didi Sukyadi, M.A., dalam wawancara mengenai arah strategis pengembangan UPI menuju implementasi Rencana Strategis (Renstra) 2026–2030 yang dilaksanakan di Auditorium FPEB lt. 6 Jl. Dr. Setiabudi No. 229 Bandung, Rabu, (15/7/2026).

Menurut Rektor, peningkatan reputasi internasional menjadi salah satu prioritas utama UPI dalam beberapa tahun ke depan. Meskipun capaian UPI pada berbagai pemeringkatan internasional telah menunjukkan perkembangan positif, khususnya pada QS World University Rankings by Subject di bidang pendidikan, masih diperlukan berbagai upaya strategis agar reputasi UPI semakin meningkat pada tingkat global.

Ia menjelaskan bahwa peningkatan Academic Reputation harus ditempuh melalui semakin banyaknya kegiatan ilmiah, publikasi berkualitas, kolaborasi penelitian, serta perluasan jejaring dengan akademisi dan universitas di dalam maupun luar negeri. Melalui kolaborasi tersebut, kontribusi akademik UPI diharapkan semakin dikenal oleh komunitas internasional.

Selain reputasi akademik, UPI juga menaruh perhatian besar terhadap Employment Reputation, yaitu persepsi dunia kerja terhadap kualitas lulusan. Untuk itu, hubungan dengan alumni serta para pengguna lulusan akan terus diperkuat sehingga kualitas lulusan UPI semakin diakui oleh berbagai sektor industri, pemerintahan, maupun dunia pendidikan.

Di bidang tata kelola keuangan, Rektor menegaskan bahwa universitas tidak dapat bergantung sepenuhnya pada pendapatan dari Uang Kuliah Tunggal (UKT). Oleh sebab itu, UPI terus mengembangkan berbagai sumber pendapatan alternatif melalui perluasan kerja sama dengan pemerintah, dunia usaha, industri, pengembangan riset, optimalisasi aset, serta pembentukan badan usaha yang sehat dan produktif. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat kemandirian finansial universitas sekaligus mendukung keberlanjutan berbagai program pengembangan institusi.

Berbagai strategi tersebut telah mulai diwujudkan melalui sejumlah program nyata. Salah satunya adalah akuisisi lahan di kawasan depan kampus yang direncanakan untuk pengembangan rumah sakit, poliklinik, maupun asrama mahasiswa sebagai sumber pendapatan baru universitas. Selain itu, optimalisasi aset di Jalan Banten maupun berbagai aset di kampus pusat dan kampus daerah terus dilakukan melalui kerja sama dengan berbagai pihak sehingga memberikan nilai tambah bagi institusi.

Memasuki Renstra 2026–2030 yang berfokus pada internasionalisasi, penguatan riset, dan tata kelola yang baik, Rektor mengakui bahwa tantangan terbesar bukan terletak pada penyusunan konsep, melainkan pada proses implementasi perubahan yang membutuhkan dukungan seluruh sivitas akademika. Menurutnya, keberhasilan transformasi institusi sangat ditentukan oleh kesamaan visi dan komitmen seluruh warga kampus dalam mewujudkan kemajuan UPI.

Rektor juga menegaskan bahwa prioritas utama yang harus terus dibangun adalah budaya kerja yang kolaboratif, menghilangkan ego sektoral, serta menumbuhkan rasa memiliki terhadap universitas. Seluruh sivitas akademika diharapkan dapat bekerja secara sinergis, menjunjung tinggi integritas, kejujuran, serta memperkuat jejaring untuk mendukung pencapaian visi UPI sebagai universitas pelopor dan unggul di tingkat dunia.

Menutup wawancara, Prof. Didi Sukyadi menyampaikan apresiasi kepada Majelis Wali Amanat (MWA) UPI atas dukungan dan arahannya dalam mengawal perjalanan universitas. Ia berharap sinergi yang telah terjalin dapat terus diperkuat sehingga seluruh program strategis UPI dapat berjalan secara optimal dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat, bangsa, dan dunia pendidikan. (Rija/RK/DN)