Pelajari Audio Film di Vancouver Film School : Danendra Alfathadiningrat, Mahasiswa Berprestasi Peserta Program Outbound Student Mobility

Danendra Alfathadiningrat, mahasiswa Tahun kedua Program Studi Film dan Televisi, Fakultas Pendidikan Seni  dan Desain (FPSD) Universitas Pendidikan Indonesia, yang saat ini tengah menempuh pendidikan di Vancouver, Canada. Ia melanjutkan studi ke sana dalam rangka program outbound student mobility dan mendapatkan SK Rektor Universitas pendidikan Indonesia yang diperuntukan bagi mahasiswa yang mengikuti kegiatan Credit Transfer selama satu tahun.   

Pada program ini, Danendra memperdalam pengetahuan dan pengalaman di bidang audio film. Vancouver Film School merupakan sekolah vokasional setara (D1) khusus seni dan film yang tercatat sebagai salah satu sekolah film terbaik di dunia. Perjuangannya untuk memasuki Program studi Sound Design for Visual Media di VFS (Vancouver Film School) terbilang tidak mudah, program studi ini hanya menerima 72 mahasiswa setiap tahunnya dari berbagai peminat di seluruh dunia, banyak proses yang harus ia lalui mulai dari sertifikasi bahasa inggris, wawancara dengan bahasa inggris, penyusunan portofolio, hingga pembuatan visa yang rumit.

Program studi ini juga merupakan yang tersulit dan terpadat dari segi jadwal hingga materi pembelajaran, jadi sangat tidak mudah untuk belajar di program studi ini, tapi selain itu pasti ada keseruan di balik kesusahan yang ia lalui. Mari kita simak beberapa momen keseruan Danendra belajar di program studi Sound Design for Visual Media VFS (Vancouver Film School).

Keseharian Belajar Melalui Praktek Dengan Aplikasi Audio

Aktivitas pembelajaran sangat padat. Dalam seminggu mulai dari Senin hingga Jumat dengan durasi pembelajaran sekitar 7-12 jam sehari, tak jarang ia harus tetap datang pada hari libur untuk mengerjakan proyek dan tugas kelompok atau jika ada instruktur yang mengganti jadwal. Selain mempelajari teknis dan pengoperasian aplikasi tersebut, mahasiswa disini juga mempelajari pengaplikasian teori suara dan audio dalam desain suara yang akan dibuat nantinya. Sistem pembelajaran ini sangat efektif untuk membiasakan murid dengan cara kerja dan aplikasi yang akan ia gunakan setelah terjun ke dunia industri.

Sesi Foley Recording

Kali ini ia menunjukkan keseruan dalam sesi Foley untuk proyek film yang ia kerjakan bersama kelompoknya, mereka melakukan sesi ini dalam ruangan khusus yaitu Foley Room, yang berisikan beberapa tekstur berbeda mulai dari batuan hingga pasir disertai ruangan properti yang menyimpan berbagai jenis properti yang dibutuhkan untuk sesi Foley.

Menjelajahi Kota Untuk Menangkap Suara

Keseruan lainnya ditunjukkan dari kegiatan luar lapangan dimana ia dan teman-teman kelasnya berkeliling kota untuk merekam berbagai jenis suara-suara, mulai dari suara konstruksi, kendaraan berlalu-lalang, hingga suara orang sedang bermain bola. Kegiatan ini biasa disebut Field Recording, dengan beberapa perangkat portabel yang ia gunakan dapat memudahkannya untuk merekam dengan lebih taktis, cepat dan efisien.