Bandung ,UPI

Salah satu kelompok Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), dari Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi telah melaksanakan rangkaian pertama kegiatan Pendampingan Penyusunan Kurikulum Berbasis Literasi Lingkungan yang mengusung tema “Dari Teori ke Aksi: Implementasi Literasi Lingkungan di Kelas”. Kegiatan PkM FIP UPI ini bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Garut. Dengan mengangkat topik mengenai literasi lingkungan dan bagaimana implementasinya ke dalam mata pelajaran. Kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama tujuan 4 Quality Education dan 13 Climate Action.

Rangkaian kegiatan pertama ini diselenggarakan pada Rabu (19/6/2025) yang dilaksanakan secara daring melalui aplikasi teleconference Zoom Meeting. Kegiatan dibuka oleh Ketua Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi Dr. Linda Setiawati, M. Pd., pada sambutannya menyampaikan,“Pengabdian ini merupakan tanggung jawab bidang keilmuan kami melalui berbagai cara, salah satunya memperoleh dana dari penelitian dan pengabdian, upaya-upaya universitas untuk memajukan peran serta pentingnya pendidikan keilmuan ini menjadi satu hal yang perlu dilestarikan.”

Pada kesempatan ini, Dr. Angga Hadiapurwa, M.I.Kom., sebagai ketua kelompok PkM juga menyampaikan ucapan terima kasih atas kesediaan dan antusias yang diberikan oleh Ibu dan Bapak peserta kegiatan. Beliau juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Fiqra Muhamad Nazib, M.Pd.I. selaku PIC Kabupaten Garut yang telah dengan sangat kooperatif sehingga peserta dapat terkumpul dan tertarik mengikuti PkM ini sebagai bentuk upaya untuk meningkatkan kompetensi guru dalam literasi lingkungan.

Terdapat empat (4) orang dosen Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi yang menjadi narasumber pada PkM kali ini yakni: 1) Dr. Linda Setiawati, M.Pd., dengan materi ‘Literasi Lingkungan: Pedoman untuk Guru’. Materi ini menjadi pengantar untuk guru mengenai konsep dasar literasi lingkungan sebelum “meng-infuse” konsep literasi lingkungan ke dalam kurikulum dan pembelajaran di kelas; 2) Lutfi Khoerunnisa, M.I.Kom., dengan materi ‘Peran Guru dalam Peningkatan Literasi Lingkungan’. Guru harus memahami perannya dalam peningkatan literasi lingkungan sebagai teladan, motivator dan fasilitator; 3) Suci Yanti Ramadhan, M.A., dengan materi ‘Penerapan Literasi Lingkungan yang Berkelanjutan’. Peran sekolah dan masyarakat sekolah menjadi hal yang penting dalam menciptakan situasi  belajar yang kondusif serta contoh inovasi pembelajaran yang dapat menarik minat peserta didik agar tercipta lingkungan yang berkelanjutan; dan 4) Gema Rullyana, M.I.Kom., dengan materi ‘Integrasi Literasi Lingkungan dalam Berbagai Mata Pelajaran’. Konsep literasi lingkungan sangat memungkinkan untuk diterapkan ke dalam berbagai Mata Pelajaran, berbagai macam praktik baik juga disampaikan pada bagian ini agar dapat menjadi contoh bagi guru lain.

Sesi terakhir dari pematerian secara daring ini adalah penguatan materi dan penyampaian tugas sebelum pertemuan selanjutnya pada tanggal 9-10 Juli 2025 secara luring yang disampaikan oleh Ketua Kelompok PkM, Dr. Angga Hadiapurwa, M.I.Kom. Kegiatan PkM ini menjadi salah satu bentuk upaya yang dilakukan oleh sivitas akademika Universitas Pendidikan Indonesia untuk langsung berkontribusi kepada masyarakat melalui pendidikan. Secara khusus, kegiatan PkM ini juga merupakan bentuk upaya diseminasi hasil Disertasi yang ditulis oleh Dr. Angga Hadiapurwa, M.I.Kom., ketika menjalani studi S3 di Program Studi Pengembangan Kurikulum FIP UPI. Harapannya ke depan literasi lingkungan ini menjadi suatu konsep yang dapat diintegrasikan oleh guru ke dalam mata pelajaran sehingga dapat menciptakan lingkungan berkelanjutan serta peserta didik yang peduli terhadap sekitarnya.

(Kontributor: Tim Pengabdian Literasi Lingkungan Tahun 2025)