
Chengdu, UPI
Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) terus memperkuat jejaring internasionalnya melalui kunjungan dan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Sichuan Normal University (SICNU), Tiongkok. Kegiatan ini dipimpin oleh Wakil Rektor Bidang Usaha, Riset, dan Kerja Sama, Prof. Bunyamin Maftuh, didampingi oleh Dr. Nandi, Direktur Direktorat Urusan Internasional (DIA) UPI, pada Rabu (9/7/2025).

Kedatangan delegasi UPI disambut hangat oleh Prof. Zhang Haidong, Wakil Sekretaris Komite Partai Universitas, bersama jajaran pimpinan fakultas dan departemen di lingkungan SICNU. Pertemuan berlangsung dalam suasana penuh semangat kolaboratif dan saling menghargai.
Dalam sambutannya, Prof. Zhang Haidong menyampaikan bahwa Sichuan Normal University merupakan perguruan tinggi komprehensif yang berdiri sejak tahun 1946 dan berlokasi di Chengdu, Provinsi Sichuan—salah satu kota megapolitan dengan pertumbuhan pesat di Tiongkok. SICNU dikenal memiliki kekuatan dalam pendidikan guru, ilmu sosial, dan kontribusi aktifnya dalam pembangunan infrastruktur pendidikan di kawasan barat daya Tiongkok.
Ia menegaskan bahwa universitasnya mengedepankan prinsip “keterbukaan, inklusivitas, kerja sama, dan saling menguntungkan” dalam pengembangan pendidikan internasional. Dalam beberapa tahun terakhir, SICNU telah membangun kerja sama luas dengan universitas-universitas di Asia Tenggara, dan kemitraan dengan Universitas Pendidikan Indonesia merupakan langkah strategis untuk memperluas jangkauan internasional tersebut. Ia berharap kolaborasi ini dapat menghasilkan program-program konkret di bidang pengembangan profesional guru, riset bersama, dan pelatihan mahasiswa, sekaligus memperkuat hubungan budaya antara Tiongkok dan Indonesia.
Prof. Bunyamin Maftuh dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas sambutan yang hangat dan penuh persahabatan dari pihak SICNU. Ia menjelaskan bahwa UPI adalah salah satu universitas negeri terkemuka di Asia Tenggara, dengan reputasi kuat dalam bidang pendidikan guru dan teknologi pembelajaran. “Kedua universitas memiliki filosofi dan kekuatan akademik yang serupa, terutama dalam pengembangan inovasi pendidikan guru dan promosi pendidikan global,” ungkapnya. Ia menambahkan bahwa kerja sama ini diharapkan menjadi motor penggerak dalam transformasi digital pendidikan serta kolaborasi lintas sektor antara dunia industri, akademik, dan riset.
Melengkapi hal tersebut, Dr. Nandi, Direktur Direktorat Urusan Internasional UPI, menegaskan bahwa kemitraan ini memiliki potensi besar untuk saling memperkuat keunggulan akademik dan memperluas jaringan internasional kedua institusi. “Kami melihat peluang kolaborasi strategis yang saling menguntungkan dalam berbagai bidang, termasuk program double degree, konferensi internasional bersama, serta pertukaran budaya dan bahasa. Kolaborasi ini tidak hanya memperluas wawasan global mahasiswa dan dosen, tetapi juga mendukung penguatan diplomasi pendidikan Indonesia di Tiongkok,” ujar Dr. Nandi.
Puncak dari kunjungan ini adalah penandatanganan Nota Kesepahaman antara UPI dan SICNU. Kesepakatan ini mencakup kerja sama dalam pertukaran dosen dan mahasiswa, kolaborasi riset, pengembangan kurikulum bersama, serta kegiatan akademik dan budaya lintas negara.
Kunjungan ini menjadi tonggak penting dalam pembangunan platform komunikasi akademik antara kedua institusi. Kedua pihak sepakat untuk menindaklanjuti MoU ini melalui program-program konkret dan berkelanjutan, yang diharapkan membawa dampak positif tidak hanya bagi masing-masing institusi, tetapi juga bagi hubungan pendidikan antara Indonesia dan Tiongkok secara lebih luas.

