Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) kembali dipercaya menjadi penyelenggara kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang diinisiasi oleh Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra (FPBS). Kegiatan ini berlangsung dalam dua sesi, yakni pada Minggu, 21 Juli 2024, dan Jumat, 2 Agustus 2024, yang diadakan secara daring melalui platform Zoom Meeting.

PKM ini merupakan kolaborasi antara Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia UPI dengan First Aid on Mental Health (FAM Health Indonesia). Fokus kegiatan ini adalah mengembangkan solusi berbasis ilmu sastra dan penulisan kreatif untuk membantu menangani berbagai masalah sosial, khususnya terkait isu kesehatan mental. Para dosen dari Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia berperan aktif dalam merancang program ini, yang bertujuan untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui pendekatan kreatif dan sastra.

Tema yang diangkat dalam kegiatan PKM kali ini adalah “Penulisan Kreatif Sastra sebagai Sarana Literasi Mental.” Topik ini dipilih dengan latar belakang semakin meningkatnya masalah kesehatan mental di Indonesia. Berdasarkan data dari World Health Organization (WHO) pada tahun 2017, tercatat ada 9.162.886 kasus depresi di Indonesia, yang mewakili 3,7% dari populasi. Data tersebut menjadi alasan utama diangkatnya tema ini dalam PKM, di mana literasi dan seni sastra dipadukan untuk membantu menangani kasus gangguan kesehatan mental, khususnya di daerah Bali.

Dheka Dwi Agustiningsih, selaku penyelenggara PKM tahun ini, menegaskan bahwa tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk menjadikan sastra sebagai media yang dapat memberikan manfaat kepada masyarakat dalam hal pengembangan intelektual, kreativitas, dan produktivitas. “Kami ingin menjadikan kegiatan PKM ini sebagai bentuk Tridharma dosen Universitas Pendidikan Indonesia agar ilmunya dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, terutama untuk membangun nilai-nilai intelektual, kreativitas, serta produktivitas masyarakat Indonesia yang lebih baik melalui karya sastra. Sastra juga berfungsi sebagai sarana relaksasi, pengurangan depresi, dan penanganan kecemasan, sebagaimana telah diteliti oleh para ahli,” jelasnya.

Sesi pertama PKM yang berlangsung pada 21 Juli 2024, mengusung tema “Penulisan Kreatif Sastra sebagai Sarana Literasi Kesehatan Mental.” Kegiatan ini dihadiri oleh peserta yang antusias dan dibuka dengan sambutan dari Prof. Dr. Yulianeta, M.Pd., Wakil Dekan Bidang Akademik FPBS UPI. Acara dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh dua narasumber utama, yaitu Drs. Memen Durachman, M.Hum., dan Nenden Lilis Aisyah, M.Pd. Kedua narasumber tersebut membahas peran sastra dalam literasi mental serta memberikan wawasan mendalam tentang bagaimana penulisan kreatif dapat digunakan sebagai terapi dalam menangani masalah kesehatan mental.

Sesi kedua yang dilaksanakan pada 2 Agustus 2024 diikuti oleh 262 peserta yang berasal dari komunitas lokal Bali, yakni Fam Health Indonesia. Sesi ini mendapatkan sambutan lebih meriah daripada sesi pertama, dengan kehadiran Siti Nur Khasanah, selaku Founder FAM Health Indonesia. Dalam wawancara pasca kegiatan, Siti Nur Khasanah menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian dari misi mereka dalam mempromosikan kesehatan mental melalui literasi dan seni. “Kami percaya bahwa kreativitas, khususnya dalam bentuk tulisan, memiliki kekuatan untuk memulihkan. Literasi dan seni memiliki peran penting dalam meningkatkan kesehatan mental, baik dalam proses pemulihan maupun pencegahan gangguan kesehatan mental. Kolaborasi ini kami pandang sebagai upaya yang selaras dengan misi kami untuk mempromosikan kesejahteraan mental dan memberikan dukungan kepada mereka yang membutuhkan,” ungkapnya.

Kegiatan PKM ini tidak hanya berfokus pada pemaparan materi, tetapi juga melibatkan peserta dalam praktik langsung. Pada sesi akhir, peserta diberikan tantangan untuk membuat karya sastra kreatif berupa puisi atau cerita pendek sebagai bentuk terapi untuk meluapkan emosi dan menjaga kesehatan mental. Karya-karya ini nantinya akan dibukukan menjadi sebuah antologi yang akan diterbitkan oleh UPI Press.

Salah satu peserta, Saddam Nurhatami, menyampaikan manfaat yang dirasakannya setelah mengikuti kegiatan ini. “Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk membangkitkan semangat menulis. Bersama Bu Nenden, kami belajar bahwa menulis bisa menjadi terapi untuk kesehatan mental, dan bersama Pak Memen, kami mendapatkan wawasan mengenai kekayaan sastra Nusantara yang sangat luar biasa,” tuturnya.

Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak yang positif bagi masyarakat, terutama dalam membangun kesadaran akan pentingnya kesehatan mental melalui pendekatan sastra dan literasi kreatif. Output dari kegiatan ini tidak hanya berupa materi pembelajaran, tetapi juga karya nyata yang dihasilkan oleh peserta, yang akan diabadikan dalam bentuk buku antologi. Ini adalah salah satu bukti nyata bagaimana ilmu sastra dan kreativitas dapat berkontribusi langsung terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Kontributor:  Jovita Dwi Swistika Murti