Bandung, UPI

Prof. Dr. Dadi Rusdiana, M.Si., resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam ranting ilmu/kepakaran Fisika Material Optoelektronik FPMIPA Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Kamis (7/5/2026). Pada kegiatan tersebut Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) mengukuhkan 14 Guru Besar yang berlangsung selama dua hari, Kamis–Jumat, 7–8 Mei 2026, di Gedung Ahmad Sanusi, Kampus UPI, Jalan Dr. Setiabudi No. 229 Bandung. Pada hari pertama, sebanyak delapan Guru Besar dikukuhkan, sementara enam lainnya dijadwalkan dikukuhkan pada hari kedua.

Dalam orasi ilmiahnya, Prof. Dadi menekankan pentingnya transisi dari semikonduktor konvensional ke material semikonduktor baru. Inovasi ini dinilai krusial dalam merekayasa piranti fotodetektor yang lebih fleksibel dan efisien guna mendukung sektor teknologi informasi serta energi nasional.

Prof. Dadi menjelaskan bahwa teknologi fotodetektor berbasis material baru memberikan kontribusi besar pada dua sektor utama daiantaranya Teknologi Informasi, Mendukung komunikasi optik berkecepatan tinggi, sensor Internet of Things (IoT), dan pencitraan digital. Piranti yang lebih efisien memungkinkan transmisi data besar dengan tingkat kesalahan (error) yang rendah. Energi Terbarukan, Berperan dalam pemantauan radiasi matahari secara real-time. Dengan data intensitas cahaya yang akurat, kinerja panel surya dapat dioptimalkan untuk menghasilkan energi maksimal.

“Penguasaan teknologi ini bukan sekadar kajian akademis, melainkan fondasi bagi kemandirian bangsa dalam menghadapi era digital dan transisi energi bersih,” ujar Prof. Dadi.

Lebih lanjut, Prof. Dadi memaparkan bahwa pengembangan material semikonduktor lokal dapat mengurangi ketergantungan pada komponen impor. Langkah ini strategis untuk menghemat devisa negara, mengurangi risiko geopolitik, dan meningkatkan daya saing industri nasional di pasar internasional.

Penguatan kapasitas riset melalui kolaborasi antara akademisi, industri, dan pemerintah menjadi agenda penting dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045.

Meski menjanjikan, Prof. Dadi mengakui adanya tantangan besar berupa stabilitas material, skala produksi, dan kebutuhan investasi yang tinggi. Untuk itu, ia mengajukan empat rekomendasi strategis bagi pemerintah, diantaranya; Penguatan riset nasional yaitu membangun pusat riset material semikonduktor baru untuk pembuatan piranti optoelektronik dengan fasilitas lengkap, kolaborasi akademisi–industri–pemerintah untuk memperkuat ekosistem inovasi dan mempercepat komersialisasi hasil riset, Investasi jangka panjang yaitu mendukung pembangunan industri semikonduktor lokal dengan insentif fiskal, roadmap nasional yaitu menyusun strategi jangka panjang untuk pengembangan material optoelektronik dan fotodetektor sebagai bagian dari program kemandirian teknologi.

Menutup orasinya, Prof. Dadi menegaskan bahwa dengan penguasaan teknologi semikonduktor baru, Indonesia dapat memperkuat ketahanan teknologi dan menjadi bangsa yang berdaya saing secara berkelanjutan di tingkat global. (DN/Rija/RK)