Bandung, UPI

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) kembali mengukuhkan posisinya sebagai pelopor pendidikan unggulan di kancah global dengan mewakili Indonesia dalam ajang “13th ESD Forum” (Education for Sustainable Development Forum). Forum internasional yang fokus pada isu pembangunan berkelanjutan ini diselenggarakan di Center for Flexible Learning, Mariano Marcos State University (MMSU), Filipina, pada Kamis, 4 Desember 2025.

Mengusung tema strategis “Education 2030 and Beyond The Role of Education in Addressing Global Challenges through Sustainable Development Goals (SDGs)”, partisipasi aktif UPI dalam forum ini menegaskan komitmen institusi dalam mendukung pencapaian tujuan global.

Forum tersebut menjadi ruang pertukaran gagasan krusial mengenai masa depan pendidikan pembangunan berkelanjutan di Asia. Total enam universitas ternama di kawasan Asia turut berpartisipasi, meliputi Shizouka University (Jepang), Srinakharinwirot University (Thailand), Burapha University (Thailand), MMSU (Filipina), serta dua perwakilan dari Indonesia: Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dan Universitas Gajah Mada (UGM).

Delegasi UPI yang diwakili oleh beberapa dosen FPMIPA yaitu Prof. Dr. Phil Ari Widodo, M.Ed, Dr. Rini Solihat M.Si, dan Dr. Eliyawati, M.Pd dengan melibatkan 2 mahasiswa Ph.d Prodi Pendidikan IPA yaitu Suhendar dan Anggun Zuhaida menghadiri forum tersebut secara online melalui Zoom Meeting. Kegiatan forum dibuka oleh Dr. Virgilio Julius P. Manzano Jr. selaku University President, MMSU, kemudian dilanjutkan dengan sesi keynote speaker Dr. Cherrie Melanie Ancheta-Diego sebagai Director IV Commision on Higher Education Regional Office 1, Filipina.

Acara paling menarik dari forum tersebut adalah Focus Group Discussion (FGD). FGD ini melibatkan semua negara dimana Dr. Rini Solihat, M.Si menyampaikan bahwa “UPI berkomitmen penuh mendukung pencapaian SDGs, khususnya kualitas pendidikan, dengan mengintegrasikan materi keberlanjutan ke dalam kurikulum mata kuliah serta mengembangkan program micro-credentials bagi mahasiswa. Upaya ini diperkuat melalui penelitian dan pengabdian masyarakat yang berorientasi pada SDGs, termasuk pembinaan guru dalam menerapkan Education for Sustainable Development (ESD) dalam suatu pembelajaran”.

Sharing session dalam forum ini tidak hanya dilakukan saat FGD tetapi juga dilakukan dalam Plenary Session. Prof. Dr. Phil. Ari Widodo, M.Ed. membuka wawasan mengenai tantangan ekuitas sosial dalam pendidikan. Beliau mempresentasikan artikel “Education and Social Equity: Issues, Challenges, and Prognosis”. Sementara itu, isu lingkungan dan iklim dibahas tuntas oleh Dr. Rini Solihat, M.Si. yang menekankan pentingnya penguatan peran guru. Beliau mempresentasikan artikel dengan judul From Classrooms to Climate Action: Strengthening Teachers’ Roles in Environmental Protection Across Indonesia”.

Di sektor kewirausahaan, Dr. Eliyawati, M.Pd. menawarkan ide kreatif mengintegrasikan isu keberlanjutan bagi calon pendidik sains. Beliau mempresentasikan implementasi praktis dengan judul “Integrating Sustainability Issues into Entrepreneurship Education: Creative Business Idea Generation by Prospective Science Teachers”. Melengkapi paparan tersebut, Suhendar, M.Pd. membagikan best practice dari inisiatif “40 Days Challenge ESD” dengan judul artikel “Reframing School Partnerships for Sustainability: Insights from the 40 Days Challenge ESD Initiative in Indonesia”.

Partisipasi aktif ini menegaskan bahwa UPI tidak hanya fokus pada riset internal, namun juga agresif dalam mendiseminasi praktik baik pendidikan berkelanjutan ke level internasional. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat implementasi SDGs yang lebih transformatif dan inklusif, baik di tingkat nasional maupun regional Asia serta relevan dengan tantangan global yang kian kompleks. (Kontributor: Eliyawati & Rini Solihat)