Jakarta, UPI

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) mempertegas kontribusinya dalam pembangunan olahraga nasional. Sebanyak tujuh dosen pakar dari UPI kini resmi memperkuat kepengurusan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat periode 2023-2027 guna mendorong penguatan tata kelola organisasi berbasis ilmu pengetahuan atau sport science.

Kepastian ini menyusul undangan Ketua Umum KONI Pusat, Letjen TNI (Purn.) Marciano Norman, yang menerima enam dosen UPI sebagai calon pengurus baru di Kantor KONI Pusat, Gedung Direksi PPKGBK, Jakarta Pusat, pada Kamis (12/3/2026).

Keenam dosen tersebut adalah Dr. Sandey Tantra Paramitha, S.Si., S.H., M.Pd., M.H.; Dr. Helmy Firmansyah, M.Pd.; Dr. Ahmad Hamidi, M.Pd.; Dr. Lukmannul Haqim Lubay, M.Pd.; Dr. Agus Gumilar, S.Si., M.Pd.; dan Muklisin, M.Pd. Sebelumnya, Dr. Jajat Darajat Kusumah Negara, M.Kes., AIFO., telah lebih dulu bergabung dalam kepengurusan, sehingga total terdapat tujuh akademisi UPI yang mengabdi di tubuh KONI Pusat.

Kehadiran para akademisi UPI ini dinilai strategis bagi masa depan olahraga Indonesia. Dengan latar belakang kepakaran di bidang Hukum Olahraga, Kebijakan Olahraga, Pendidikan Jasmani, Manajemen, hingga Industri Olahraga, para dosen ini diharapkan membawa perspektif ilmiah dan pendekatan riset dalam sistem pembinaan atlet.

Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman, menegaskan bahwa sinergi antara organisasi olahraga dan perguruan tinggi adalah kunci utama untuk menciptakan pusat pengembangan IPTEK olahraga yang efektif.

“Kolaborasi sinergis ini akan menghasilkan sistem pembinaan atlet yang lebih baik: terstruktur, modern, dan berorientasi penuh pada pencapaian prestasi di tingkat internasional,” ujar Marciano di hadapan para peserta pertemuan.

Kontribusi tujuh dosen UPI ini merupakan bentuk pengabdian nyata kampus terhadap pembangunan nasional. Melalui integrasi kajian ilmiah dan praktik manajemen yang diperbarui, KONI Pusat optimis akan lahir banyak program inovatif yang mampu mendorong kemajuan olahraga Indonesia secara berkelanjutan.

Langkah ini juga diharapkan dapat memperkokoh fondasi atlet nasional agar mampu bersaing lebih tajam di level regional maupun global. Kehadiran “Warna Baru” berupa pendekatan akademis di KONI Pusat menjadi tumpuan harapan bagi bangkitnya kejayaan olahraga prestasi Indonesia di masa depan. (Humas UPI)