Bandung, UPI

Menjadi wisudawan terbaik bukanlah target yang sejak awal dipasang Iwanul Hakim. Mahasiswa Program Studi Pendidikan Multimedia, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Cibiru, ini justru lebih berfokus menjaga konsistensi akademik, mengembangkan diri melalui organisasi, dan mengambil berbagai kesempatan selama kuliah. Perjalanan itu mengantarkannya menjadi salah satu wisudawan terbaik UPI pada Wisuda Gelombang IV Tahun 2026, yang digelar di Gedung Gymnasium UPI, Rabu (14/10/2026).

Pada hari kedua Wisuda Gelombang IV UPI Tahun 2026, sebanyak 1.867 wisudawan mengikuti prosesi. Di antara para lulusan tersebut, pengumuman yang menetapkan Iwanul sebagai salah satu wisudawan terbaik menjadi kejutan sekaligus kebanggaan baginya. Baginya, pencapaian itu bukan semata-mata pengakuan atas hasil akademik, melainkan juga kebahagiaan karena dapat membanggakan kedua orang tua dan keluarga.

“Tapi alhamdulillah bisa terpilih mewakili Kampus Cibiru dan Prodi Pendidikan Multimedia. Yang terpenting, ini bisa jadi kebanggaan untuk kedua orang tua dan keluarga,” ungkap Iwanul seusai prosesi wisuda.

Di balik pencapaian tersebut, ada kebiasaan sederhana yang terus dijaganya: berusaha mempertahankan, bahkan meningkatkan, Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) pada setiap semester. Ia tidak menjadikan predikat wisudawan terbaik sebagai satu-satunya tujuan, tetapi berupaya menjalani proses perkuliahan dengan konsisten hingga berhasil menyelesaikan studi dalam waktu 3,5 tahun.

Perjalanan Iwanul memperlihatkan bahwa prestasi tidak selalu berawal dari ambisi untuk menjadi yang terbaik. Terkadang, prestasi tumbuh dari kesediaan untuk terus belajar, menjaga komitmen, dan menyelesaikan tanggung jawab satu demi satu.

Tidak Hanya Mengejar Nilai

Bagi Iwanul, pengalaman kuliah tidak cukup diukur melalui capaian akademik. Ia juga memanfaatkan masa perkuliahan untuk memperluas wawasan, belajar memimpin, membangun kolaborasi, dan menguji kemampuan melalui berbagai kompetisi.

Kesempatan mengikuti program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) 3 di Universitas Prima Indonesia (UNPRI), Medan, menjadi salah satu pengalaman yang memperkaya perspektifnya. Melalui program tersebut, ia memperoleh kesempatan untuk mengenal keberagaman dan memperluas pemahaman tentang kehidupan antardaerah di Indonesia.

Di lingkungan kampus, Iwanul dipercaya menjadi Ketua Himpunan Mahasiswa Pendidikan Multimedia (Himapedia). Ia juga terlibat dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UPI Kampus Cibiru pada Kementerian Sosial Masyarakat.

Pengalaman berorganisasi itu berjalan beriringan dengan kiprahnya dalam kompetisi. Ia tercatat sebagai peserta Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-38 tahun 2025, kompetisi ilmiah mahasiswa tingkat nasional yang diselenggarakan melalui Balai Pengembangan Talenta Indonesia dan Pusat Prestasi Nasional.

Pada bidang inovasi digital, Iwanul bersama timnya meraih Juara 2 Nasional Divisi Inovasi Teknologi Digital Pendidikan dalam Lomba Inovasi Digital Mahasiswa (LIDM) 2024 melalui SILAR. Inovasi tersebut dikembangkan sebagai media pembelajaran bahasa isyarat berbasis Augmented Reality (AR).

SILAR juga tercatat memperoleh Hak Kekayaan Intelektual (HKI) pada 2024, dengan nama “SILAR: Sign Language Berbasis Augmented Reality sebagai Upaya Peningkatan Pembelajaran Bahasa Isyarat bagi Anak Berkebutuhan Khusus Tunarungu”.

Upaya mengembangkan teknologi untuk mendukung komunikasi inklusif berlanjut melalui SIGNOVA. Pada 2025, produk ini tercatat memperoleh HKI dengan nama “SIGNOVA: Smart Glove Berbasis Artificial Intelligence dengan Integrasi App Education Assistant untuk Peningkatan Komunikasi Bahasa Isyarat Penyandang Tunarungu dan Tunawicara”.

Selain itu, Iwanul tercatat sebagai penerima pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa bidang Karsa Cipta (PKM-KC) tahun 2025 dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia. Pada 2024, ia juga meraih The First Platinum Award Winner dalam Virtual Summer School on Teacher Education (VISSTE), program musim panas internasional bidang pendidikan yang melibatkan peserta dari berbagai negara Asia.

Rangkaian pencapaian tersebut tumbuh beriringan dengan keterlibatannya dalam organisasi kemahasiswaan, program pertukaran mahasiswa, dan kompetisi ilmiah. Bagi Iwanul, pengalaman-pengalaman itu menjadi bagian dari perjalanan belajar yang tidak hanya membentuk kemampuan akademik, tetapi juga memperluas wawasan dan melatih tanggung jawab.

Saat Kesibukan Menguji Ketahanan

Meski memiliki sederet pencapaian, perjalanan Iwanul bukan tanpa hambatan. Tantangan terberat datang ketika ia harus menjalani magang sebagai trainer di lembaga pendidikan Ingatan Gajah sekaligus menyelesaikan skripsi berbasis teknologi AR pada semester enam dan tujuh.

Pada masa itu, ia harus membagi perhatian antara tanggung jawab magang, pendalaman konsep teknologi, dan penyelesaian tugas akhir. Beban yang datang bersamaan sempat membuatnya mengalami burnout selama satu hingga dua bulan.

“Sempat pusing dan burnout sekitar satu-dua bulan untuk mendalami konsep AR. Dari situ saya sadar bahwa kunci utamanya adalah manajemen waktu dan pengerjaan yang teratur. Kalau kita tidak mau berjuang mencari tahu lebih dalam, beban itu justru akan makin menumpuk,” tuturnya.

Pengalaman tersebut menjadi pelajaran penting bagi Iwanul. Ia menyadari bahwa menghadapi kesulitan tidak cukup hanya dengan bekerja lebih keras, tetapi juga memerlukan pengelolaan waktu, keteraturan dalam menyelesaikan pekerjaan, dan kemauan untuk memahami persoalan secara mendalam.

Di tengah tantangan itu, dukungan orang tua, dosen di UPI Kampus Cibiru, dan rekan-rekan seangkatannya turut menjadi sumber semangat. Dukungan tersebut membantunya melewati masa sulit hingga dapat menuntaskan studi.

Pengalaman Iwanul menjadi pengingat bahwa perjalanan akademik tidak selalu berlangsung mulus. Ada masa ketika mahasiswa harus berhadapan dengan tekanan, kebingungan, dan tuntutan yang datang bersamaan. Namun, kesulitan dapat menjadi ruang untuk mengenali batas kemampuan, memperbaiki cara bekerja, dan belajar bangkit.

Kampus di Daerah Bukan Batas untuk Berprestasi

Bagi Iwanul, salah satu pelajaran penting selama kuliah adalah keberanian untuk mengambil peluang. Ia ingin pengalaman dan pencapaiannya menjadi dorongan bagi mahasiswa lain, terutama mereka yang sedang menempuh pendidikan di kampus daerah.

Menurutnya, lokasi kampus tidak semestinya menjadi alasan untuk merasa rendah diri atau membatasi cita-cita. Mahasiswa memiliki kesempatan untuk berkembang apabila bersedia memanfaatkan fasilitas, mengikuti program pengembangan diri, membangun jejaring, dan menguji kemampuan melalui berbagai kegiatan.

“Jangan pernah takut atau minder kuliah di kampus daerah. Semua fakultas dan kampus di UPI itu sama kualitasnya, yang membedakan adalah bagaimana cara kita bertahan dan memanfaatkan peluang yang ada,” tegasnya.

Pesan tersebut berangkat dari pengalamannya sendiri. Selama kuliah di UPI Kampus Cibiru, ia tidak hanya menjaga capaian akademik, tetapi juga mengikuti pertukaran mahasiswa, aktif berorganisasi, berkompetisi di tingkat nasional, dan mengembangkan inovasi berbasis teknologi.

Iwanul juga berpesan kepada mahasiswa baru agar tidak membatasi diri hanya pada kegiatan perkuliahan di kelas. Program pertukaran mahasiswa, organisasi kemahasiswaan, dan kompetisi dapat menjadi ruang untuk menemukan potensi, memperluas pengalaman, serta membangun kepercayaan diri.

Ia meyakini bahwa setiap proses yang dijalani dengan sungguh-sungguh dapat memberikan pelajaran berharga, bahkan ketika hasilnya tidak selalu sesuai dengan harapan.

“Untuk teman-teman yang sedang kuliah, tetap semangat! Ingat bahwa dipercaya kuliah di perguruan tinggi artinya kita sanggup mengubah keadaan dan membanggakan keluarga,” ujarnya.

Kisah Iwanul menegaskan bahwa keberhasilan selama kuliah tidak semata-mata ditentukan oleh seberapa tinggi target yang dipasang sejak awal. Konsistensi, keberanian mengambil kesempatan, kemampuan menghadapi kesulitan, dan dukungan lingkungan menjadi bagian penting dari perjalanan tersebut.

Predikat wisudawan terbaik yang diraihnya menjadi salah satu penanda dari proses panjang itu. Lebih dari sekadar gelar, pencapaiannya membawa pesan bahwa mahasiswa dapat tumbuh dan berprestasi ketika bersedia menjalani proses dengan sungguh-sungguh serta tidak membiarkan keterbatasan menjadi alasan untuk berhenti mencoba.

“Tetap pilih UPI, karena UPI adalah kampus pendidikan nomor satu! UPI MELESAT!” tutup Iwanul penuh semangat. (Velia Lisnawati / Caraka Muda)