Bandung, UPI

Program Studi Fisika dan Program Studi Pendidikan Fisika, Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FPMIPA) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menyelenggarakan The 3rd International Physics Conference (IPC) dan Seminar Nasional Fisika XII (SiNaFi XII) 2026, Sabtu (8/8/2026), di Auditorium FPMIPA UPI, Bandung.

Mengusung tema “Strengthening the Contribution of Physics Research and Education to Achieve a Sustainable and Resilient World”, kegiatan tersebut menjadi forum bagi akademisi, peneliti, pendidik, mahasiswa, dan praktisi untuk mempresentasikan hasil penelitian, bertukar gagasan, serta membuka peluang kolaborasi di bidang fisika dan pendidikan fisika.

IPC–SiNaFi merupakan agenda ilmiah tahunan yang diselenggarakan Program Studi Fisika dan Program Studi Pendidikan Fisika UPI. IPC pertama kali dilaksanakan pada 2024 bersamaan dengan SiNaFi X, kemudian berlanjut pada 2025 melalui IPC kedua dan SiNaFi XI.

Pada penyelenggaraan tahun ketiga ini, kegiatan menghadirkan peserta dari berbagai institusi, baik secara luring maupun daring. Berdasarkan laporan dalam pembukaan, sebanyak 191 peserta dijadwalkan mempresentasikan hasil penelitian, sementara 34 peserta mengikuti kegiatan sebagai pendengar.

Konferensi menghadirkan tiga keynote speaker, yakni Prof. Ts. Dr. Chin Hua Chia dari Universiti Kebangsaan Malaysia, Prof. Nadi Suprapto, Ph.D. dari Universitas Negeri Surabaya, dan Prof. Dr. Eka Cahya Prima dari Universitas Pendidikan Indonesia. Ketiganya menjadi bagian dari rangkaian forum ilmiah yang membahas perkembangan fisika dan pendidikan fisika.

Dekan FPMIPA UPI, Prof. Dr. rer. nat. Adi Rahmat, M.Si., mengatakan konferensi tidak hanya menjadi ruang untuk menyampaikan hasil penelitian, tetapi juga menjadi kesempatan bagi peserta untuk bertemu kolega baru, bertukar ide, dan membangun kolaborasi.

“Today is not only about presenting research. It is also an opportunity for us to meet new colleagues, exchange ideas, and build collaboration that can make a real difference,” ujarnya dalam sambutan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan sesi pleno, kemudian dilanjutkan dengan sesi paralel yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk mempresentasikan hasil penelitian dan berdiskusi berdasarkan bidang kajian masing-masing.

Selain keynote speaker, konferensi juga menghadirkan sejumlah invited speaker dari berbagai perguruan tinggi, antara lain Universiti Kebangsaan Malaysia, Universitas Padjadjaran, Institut Teknologi Bandung, Universitas Garut, Telkom University, Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Kebangsaan Republik Indonesia, Universitas Siliwangi, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, dan Institut Pendidikan Indonesia.

Kegiatan tersebut turut didukung Indonesian Physics Society (PSI), khususnya wilayah Jawa Barat, serta berbagai perguruan tinggi dan jurnal yang terakreditasi SINTA.

Ketua pelaksana, Dr. Utami Widyaiswari, M.Si., mengatakan IPC–SiNaFi dirancang sebagai ruang untuk membangun komunitas profesional di bidang fisika dan pendidikan fisika sekaligus memperluas jejaring akademik.

Melalui konferensi tersebut, UPI berharap pertukaran pengetahuan tidak berhenti pada sesi presentasi, tetapi berkembang menjadi kerja sama penelitian, pendidikan, dan pengembangan keilmuan yang berkelanjutan. (Adia / Varrel)